By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Pariwara > Ringankan Kaum Dhuafa, Khitanan Massal Baznas Bontang Diikuti 260 Peserta
Pariwara

Ringankan Kaum Dhuafa, Khitanan Massal Baznas Bontang Diikuti 260 Peserta

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:27 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Khitanan massal baznas
Salah satu peserta takut disunat. Menutup matanya dengan tangan agar tidak melihat proses khitan. (Akurasi.id/Yusva Alam)
SHARE
Khitanan massal baznas
Salah satu peserta takut disunat. Menutup matanya dengan tangan agar tidak melihat proses khitan. (Akurasi.id/Yusva Alam)

Akurasi.id, Bontang – Baznas Bontang kembali menyalurkan bantuan zakat kepada warga Bontang yang tergolong delapan asnaf. Melalui kegiatan khitanan massal yang bekerja sama dengan RSUD Taman Husada, Sabtu (21/12/19) kemarin di Aula RSUD Taman Husada Lantai 5. Kegiatan ini pun antusias diikuti 260 peserta yang orang tuanya tergolong keluarga layak dibantu. Acara pun dihadiri wali kota Bontang.

Baca juga: Sunat 110 Anak, Baznas Bontang Melaksanakan Khitanan Massal di RSAB

Wakil Ketua 2 Baznas Bontang, Muhammad Idris menjelaskan, khitan massal ini merupakan agenda rutin tahunan Baznas Bontang. Tahun ini sudah memasuki tahun ke-6 Baznas bekerja sama dengan RSUD Taman Husada. Namun tahun ini, selain dengan RSUD Taman Husada, Baznas juga menjalin kerja sama dengan RS Amalia.

“Jumlah peserta di RSUD mencapai 260 anak. Sedangkan di RS Amalia mencapai 110 anak,” ujar Idris.

Menurutnya, antusias warga mengikuti sunat massal ini sangat tinggi. Terbukti dengan jumlah pendaftar yang terdata di Baznas mencapai lebih dari 300 anak. Padahal awalnya RSUD hanya memberi jatah kuota 200 peserta. Namun karena antusiasme ini, RSUD menambah kuota menjadi 60 anak. Dengan total 260 anak.

“Seluruh peserta rata-rata siswa SD. Tapi tahun ini yang tertua kelas 2 SMP,” bebernya.

Baznas Bontang tidak membatasi usia peserta. Asalkan orang tua berminat dan sang anak menghendaki boleh mendaftar. Bahkan tahun lalu, usia tertua peserta yang ikut ada siswa SMA.

Para peserta ini tersebar di seluruh wilayah di Bontang. Baznas mengambil data melalui kelurahan-kelurahan. Namun ada juga yang melalui sekolah-sekolah SD. Yang penting syarat utamanya adalah termasuk golongan dhuafa.

“Dari pegawai pemerintahan pun bisa. Namun yang sifatnya honorer dengan gaji di bawah 4 juta,” tegas Idris.

Idris kembali menegaskan, walaupun antusiasme pendaftar sangat tinggi, namun Baznas tidak mau gegabah. Peserta tetap harus melalui prosedur screening. Untuk mengetahui layak atau tidaknya mengikuti khitan. Hal ini guna menghindari terjadinya kasus-kasus yang tidak diinginkan usai anak di sunat. Misalnya saja pendarahan dan semacamnya.

“Kalau memang tidak lolos screening ya tidak akan kami sunat,” tegas Idris kembali.

Namun Baznas tetap memberikan bantuan kepada peserta yang tidak lolos screening. Agar dapat tetap melaksanakan sunat di luar kegiatan khitan massal ini. Misalnya saja melalui jalur operasi dan lain sebagainya. Selain bekerja sama dengan dua rumah sakit, kegiatan ini juga didukung oleh Sosis 112. Dengan menyumbang ice cream untuk seluruh peserta usai di khitan.

Meringankan Orang Tua

khitanan massal baznas bontang
Proses khitan massal di Aula RSUD Taman Husada Lantai 5. (Akurasi.id/Yusva Alam)

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan ini benar-benar bertujuan untuk meringankan warga Bontang yang tergolong delapan asnaf. Membantu para orang tua menjalankan Sunnah Rasul mengkhitan anak-anaknya.

Dikatakannya, acara ini sengaja diselaraskan dengan liburan sekolah anak. Agar tidak mengganggu anak-anak yang bersekolah saat masa penyembuhan usai disunat. Pasalnya, masa penyembuhan usai disunat membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.

Ia pun mengimbau kepada para orang tua, jika terjadi apa-apa setelah proses khitan agar orang tua membawa anaknya datang ke RSUD untuk kontrol.

“Kalau habis disunat jangan digaruk-garuk ya. Biar tidak infeksi,” imbau Neni. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Khitanan Massal Baznas BontangRSUD Taman Husada Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Berkah HUT Ke-75 Indonesia, Pemkab Kukar Serahkan 709 SK Remisi Kepala Warga Binaan Lapas Kelas IIA Tenggarong
Pariwara

Berkah HUT Ke-75 Indonesia, Pemkab Kukar Serahkan 709 SK Remisi Kepala Warga Binaan Lapas Kelas IIA Tenggarong

By
akurasi 2019
covid-19 rsud taman husada
Birokrasi

Akhirnya 12 Pasien Covid-19 di RSUD Taman Husada Sembuh

By
akurasi 2019
Tingkatkan Kapasitas Kader PEDALGAS, PKT Gelar Pelatihan Edukasi Stunting
Pariwara

Tingkatkan Kapasitas Kader PEDALGAS, PKT Gelar Pelatihan Edukasi Stunting

By
Devi Nila Sari
Produk Pupuk Kaltim Tingkatkan Hasil Panen Petani
Pariwara

Produk Pupuk Kaltim Tingkatkan Hasil Panen Petani

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?