By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Raking Tidak Mau Ada Dikotomi Antara Sekolah Negeri dan Swasta
Birokrasi

Raking Tidak Mau Ada Dikotomi Antara Sekolah Negeri dan Swasta

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:35 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
pendidikan
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang Raking. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)
SHARE

dprd bontang

pendidikan
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang Raking. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Pendidikan yang baik menjadi salah satu kunci mencetak generasi bangsa yang berkualitas. Hal senada juga diinginkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang Raking. Sebagai wakil rakyat, dia ingin pendidikan di Bontang dapat mencetak anak-anak berprestasi dan juga berkualitas.

Raking mengharapkan, tumpuan pendidikan itu tidak hanya dibebankan kepada sekolah negeri, tetapi juga harus mampu dilahirkan dari sekolah swasta. Karenanya, dia tidak ingin ada lagi dikotomi antara sekolah negeri dan swasta di Bontang.

Dia memandang, baik sekolah negeri dan swasta perlu sama-sama mendapatkan dukungan dan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Karena bagaimanapun, kedua lembaga pendidikan itu sama-sama menjadi wadah mencetak generasi penerus Kota Bontang.

“Saya kira, sudah tidak saatnya lagi membeda-bedakan antara sekolah negeri dan swasta. Pemerintah harus memberikan pelayanan dan perlakuan yang sama,” kata dia kepada Akurasi.id belum lama ini.

Polisi Partai Berkarya ini menilai, usulan itu sangat dimungkinkan. Sebagai pemerhati pendidikan, baik di Bontang maupun Kaltim melalui Dewan Pendidikan, Raking menganggap penghapusan dikotomi pendidikan antara sekolah negeri dan swasta dapat dihilangkan ke depannya.

“Saya sangat berharap pemerintah terus bersinergi dalam bidang pendidikan. Kita semua ingin pendidikan di Kota Bontang menjadi contoh pendidikan bagi daerah lainnya, terutama dalam penerapan pelayanan dan perlakuan antara sekolah negeri dan swasta yang disamakan,” tutur dia.

Di sisi lain, agar pendidikan di Bontang dapat mencetak pelajar berprestasi dan berkualitas, maka perlu dilakukan pembenahan manajemen. Sebab, maju dan mundurnya pendidikan sangat bergantung dari bagaimana manajemen itu dijalankan.

“Kalau bicara sarana dan prasarana, saya kira Bontang sudah memiliki fasilitas pendidikan yang sangat baik. Sekarang tinggal bagaimana manajemen pengelolaannya saja lagi. Saya yakin, kalau semua sekolah dijalankan dengan baik, maka Bontang akan memiliki banyak sekolah yang berkualitas dan bagus,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga dinilai perlu membenahi dan meningkatkan lagi kualitas serta mutu tenaga pendidik yang ada di Kota Bontang. Tidak hanya bagi sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Agar ke depannya, sekolah di Bontang menjadi sekolah yang kompetitif.

“Harapan ke depan, nanti pemerintah bisa memberi training atau pelatihan manajemen ke sekolah-sekolah, bukan hanya sekolah milik pemerintah saja tetapi juga kepada sekolah yang dikelolah oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:DPRD BontangPendidikanRaking
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Belajar dari Ledakan Kilang Balongan, DPRD Bontang Dorong Perusahaan Perketat Keamanan
Kabar Politik

Belajar dari Ledakan Kilang Balongan, DPRD Bontang Dorong Perusahaan Perketat Keamanan

By
Devi Nila Sari
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 30 Bekasi
HeadlinePeristiwa

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 30 Bekasi

By
Wili Wili
Perizinan
Birokrasi

Komisi III DPRD Kaltim Evaluasi Kegiatan dan Perizinan PKP2B

By
akurasi 2019
Komisi II Apresiasi Bapenda Bontang Terkait Inisiatif Raperda Pajak Daerah
Kabar Politik

Komisi II Apresiasi Bapenda Bontang Terkait Inisiatif Raperda Pajak Daerah

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?