By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Covered Story > Peliknya Kehidupan Pulau Gusung: Layanan Kesehatan Minim dan Pulau Terancam Tenggelam (4-habis)
Covered Story

Peliknya Kehidupan Pulau Gusung: Layanan Kesehatan Minim dan Pulau Terancam Tenggelam (4-habis)

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 12:10 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
6 Min Read
Peliknya Kehidupan Pulau Gusung: Layanan Kesehatan Minim dan Pulau Terancam Tenggelam (4-habis)
Warga Pulau Gusung sehabis membeli kebutuhan pokok di daratan kota Bontang dengan bermodalkan perahu kecil. (Fajri/Akurasi.id)
SHARE
Peliknya Kehidupan Pulau Gusung: Layanan Kesehatan Minim dan Pulau Terancam Tenggelam (4-habis)
Warga Pulau Gusung sehabis membeli kebutuhan pokok di daratan kota Bontang dengan bermodalkan perahu kecil. (Fajri/Akurasi.id)

Mendapatkan layanan kesehatan berbilang langkah. Ibarat mimpi di siang bolong bagi warga Pulau Gusung, Bontang. Tiada klinik, tiada pula puskses. Apalagi dokter. Jika ingin berobat, menerjang ombak wajib dilakukan demi layanan kesehatan di daratan Bontang.

Akurasi.id, Bontang – Pulau Gusung merupakan salah satu pulau berpenghuni di wilayah Bontang, Kalimantan Timur. Berada di sebelah utara Bontang, dengan jarak sekira enam mil dari daratan Kota Taman. Pulau ini masuk wilayah RT 03, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara. Dengan luas melintang 1.000 meter dan lebar 150 meter.

Ada sekitar 100 kepala keluarga dengan total 336 jiwa yang bermukim di pulau ini. Mereka kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan. Pun 80 persen merupakan warga asal Mamuju, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang merantau ke Bontang.

Rumah-rumah penduduk di sana hampir semua bertipe rumah panggung, yang terbuat dari bahan dasar kayu. Di sana juga terdapat musala, Balai Pertemuan Umum, dan lapangan olahraga. Pulau Gusung bisa ditapaki dengan menggunakan akses laut, sekitar 15-20 menit dari Pelabuhan Tanjung Limau, Bontang.

Karena letaknya yang jauh dari daratan kota, segala keterbatasan pun harus dihadapi masyarakat sekitar. Mulai dari kebutuhan air bersih dan listrik yang sangat terbatas. Kemudian ketiadaan sarana dan perasarana kesehatan, serta sejumput persoalan lainnya.

Sulitnya Layanan Kesehatan, Perawatan Seadanya Pun Jadi Pilihan

Memiliki topografi yang terletak di daerah pesisir, juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Pulau Gusung. Salah satunya yang paling berpengaruh dari kondisi itu, yakni pelayanan kesehatan. Di pulau itu, tak satu pun puskesmas, klinik, atau dokter. Untuk menerima perawatan ketika ada warga yang sakit, mereka harus menuju kota.

Ketua RT 03, Pulau Gusung, Jumadi mengatakan, selama ini masyarakat Pulau Gusung merasakan layanan kesehatan apabila ada puskesmas keliling yang berkunjung setiap bulannya. Kendati selama pandemi, tak pernah ada lagi dokter yang melakukan tes kesehatan.

Dia bercerita, sebagai permukiman dengan mayoritas pekerja informal seperti nelayan, kecelakaan selepas mencari rezeki di laut sudah sering mereka alami. Meski begitu, sangat jarang bagi warga sekitar melakukan perawatan di fasilitas kesehatan.

“Kalau ada warga yang kecelakaan saat ke laut. Kalau parah baru kami bawa ke darat. Kalau tidak, kami rawat seadanya saja. Karena kalau ke darat butuh waktu lumayan lama, belum lagi sampai di sana kami harus keliling cari rumah sakit,” ucapnya.

[irp]

Jumadi berharap ada klinik atau puskesmas yang berdiri di Pulau Gusung. Agar warga sekitar dapat merasakan penanganan medis yang lebih cepat apabila terjadi kecelakaan, atau ada warga yang jatuh sakit. “Repot itu kalau ada anak-anak yang sakit, atau ada ibu-ibu yang mau melahirkan. Kami perlu penanganan cepat,” katanya.

Sejarah Berdirinya Pulau yang Terancam Tenggelam

Arus lautan yang kuat menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di pulau itu, karena naiknya permukaan air laut yang mengakibatkan gelombang pasang. Tenaga gelombang laut yang terus menerus menghantam pulau pun dapat mengakibatkan abrasi. Bahkan, pulau yang awalnya seluas 1000×150 meter itu, kini sudah terkikis 40 persen.

“Dulu itu, panjangnya sekitar 1000 meter dan lebarnya 150 meter. Kalau sekarang, jalan itu sisa 600 meter. Artinya sudah terkikis 40 persen,” jelasnya.

[irp]

Sebagai solusi, Pemkot Bontang pun memasang turap penghalang ombak yang terbuat dari kayu ulin. Akan tetapi, turap itu hanya bertahan 3 bulan. Dikarenakan karat di paku, dan hantaman ombak yang kuat, sehingga mengakibatkan kayu itu hanyut dibawa arus laut.

Kata Jumadi, pemasangan turap itu sudah dilakukan sebanyak 2 kali sejak 2010 lalu. Kendati demikian, menurutnya hal itu bukan lah solusi yang tepat. Lantaran, kayu ulin tak cukup bertahan lama dihantam gelombang laut.

“Kalau pake ulin itu sebentar saja habis. Bagusnya itu pake batu karang atau batu gunung, seperti di Pulau Beras Basah,” ucapnya.

[irp]

Dia memprediksi, 5 tahun ke depan Pulau Gusung akan mengalami pengikisan yang lebih parah apabila tidak diberikan solusi secepatnya. Berkaca pada kondisi saat ini, ketika air laut pasang, Pulau Gusung dan rumah warga sudah pasti tergenang.

Jumadi menceritakan, Pulau Gusung awalnya hanya tumpukan pasir laut bekas galian proyek Pupuk Kaltim. Pada tahun 1977, perusahaan itu melakukan pendalaman laut untuk akses kapal. Sehingga pasir bekas galiannya, ditumpuk sampai jadi pulau.

Para nelayan yang berasal dari Sulawesi Selatan pun memanfaatkan tumpukan pasir tadi. Dengan membuat pondok-pondok kecil. Hingga akhirnya pulau tersebut menjadi tempat persinggahan para nelayan yang berada di Bontang. “Dulu ini jadi kampung nelayan,” katanya.

[irp]

Kini, pulau tersebut dihuni sebanyak 336 warga, dengan 100 kepala keluarga. Di sana sudah berdiri rumah sekitar 100 bangunan. Juga terdapat sekolah, sarana olahraga, musala, hingga Balai Pertemuan Umum. (*)

Tim Peliput: Fajri Sunaryo, Muhammad Budi Kurniawan
Penulis Utama: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:BontangKaltimKehidupan Warga Pulau GusungPulau Gusung Krisis ListrikPulau Gusung Terancam TenggelamSulitnya Air Bersih
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bagaimana SpaceX Merevolusi Kecepatan Internet: Menyelam Jauh ke dalam Teknologi Pengubah Permainan Mereka
Covered StoryHeadline

Bagaimana SpaceX Merevolusi Kecepatan Internet: Menyelam Jauh ke dalam Teknologi Pengubah Permainan Mereka

By
akurasi 2019
Membuka Kunci Harta Kota: Panduan untuk 10 Kota Terbesar di Indonesia
Covered Story

Membuka Kunci Harta Kota: Panduan untuk 10 Kota Terbesar di Indonesia

By
akurasi 2019
Selain Keluhkan Sakit Dada, Awang Faroek Dirawat di Jakarta Menyusul Semua Keluarganya Positif Covid-19
Trending

Selain Keluhkan Sakit Dada, Awang Faroek Dirawat di Jakarta Menyusul Semua Keluarganya Positif Covid-19

By
Redaksi Akurasi.id
Sarkowi Minta Pemprov Tinjau Ulang Pergub Pokir, Sebut Menyusahkan Penyerapan Anggaran Daerah
Kabar Politik

Sarkowi Minta Pemprov Tinjau Ulang Pergub Pokir, Sebut Menyusahkan Penyerapan Anggaran Daerah

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?