By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Peristiwa > Program Sekolah Militer untuk Siswa Nakal di Jawa Barat Tuai Pro dan Kontra
HeadlinePeristiwa

Program Sekolah Militer untuk Siswa Nakal di Jawa Barat Tuai Pro dan Kontra

Wili Wili
Last updated: Mei 6, 2025 2:38 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Program Sekolah Militer untuk Siswa Nakal di Jawa Barat Tuai Pro dan Kontra
Program Sekolah Militer untuk Siswa Nakal di Jawa Barat Tuai Pro dan Kontra. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan program pendidikan semi militer untuk siswa bermasalah. Program ini menyasar para pelajar yang terlibat dalam kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

Di Purwakarta, sebanyak 39 siswa dari berbagai sekolah telah dikirim ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha untuk menjalani pelatihan kedisiplinan pada Kamis (1/5). Sementara pada Senin (5/5), sebanyak 29 siswa kembali diberangkatkan dari Kodim 0619 Purwakarta menuju Rindam III/Siliwangi di Bandung.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyebut, para siswa tetap menjalani pendidikan namun dalam lingkungan militer. “Mereka tetap sekolah, hanya lokasi dan pendekatannya yang berbeda. Fokusnya adalah pembinaan mental dan kedisiplinan,” ujar Saepul.

Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman menyampaikan bahwa program ini menargetkan pembinaan terhadap 900 siswa dari berbagai daerah, seperti Purwakarta, Depok, Bogor, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Kota Bandung, Cimahi, hingga Sukabumi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar dari APBD untuk mendanai program ini.

Di Kabupaten Sumedang, 40 siswa dijadwalkan mengikuti program serupa di Makodim 0610 Sumedang pada Kamis (8/5), dan akan dibuka langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

Namun, kebijakan ini menuai kritik dari sejumlah pihak. Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro, menyatakan bahwa pengiriman siswa ke barak militer bukanlah kewenangan TNI dan menilai pendekatan tersebut tidak tepat dalam konteks pendidikan kewarganegaraan. Kritik juga datang dari Anggota Komisi X DPR, Bonnie Triyana, yang mengingatkan bahwa tidak semua persoalan remaja bisa diselesaikan dengan pendekatan militeristik. “Perlu pendekatan holistik yang memperhatikan kondisi keluarga dan lingkungan,” kata Bonnie.

Di balik kebijakan ini, muncul kisah-kisah menyentuh dari para siswa. Dalam kunjungannya ke Rindam III/Siliwangi, Gubernur Dedi bertemu seorang siswi berkerudung yang mengaku terjerumus dalam pesta minuman keras karena stres melihat orang tuanya yang kerap bertengkar. Ia bahkan bergabung dalam kelompok remaja bernama ‘Warsat’ (Warung Sesat) yang rutin pesta miras dan begadang hingga dini hari. “Awalnya cuma ikut teman, lama-lama keterusan,” ujar siswi itu.

Pengakuan tersebut menyoroti akar persoalan yang lebih dalam, yakni ketidaknyamanan lingkungan rumah yang mendorong anak mencari pelarian lewat pergaulan bebas.

Program ini terus berjalan di tengah perdebatan antara pendekatan disiplin militer dan pendekatan psikologis-empatik terhadap anak. Pemerintah Provinsi Jabar menegaskan akan terus mengevaluasi efektivitas program ini dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:berita pendidikan.Bonnie TriyanaDedi MulyadiJawa BaratKomnas Hammiras remajapelajar bermasalahpendidikan karakterpolemik pendidikanprogram pelatihan siswaPurwakartaRindam Siliwangisekolah militersiswa nakalSumedangTNIWarsat
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

DPR: Perwira TNI-Polri Aktif Boleh Jadi Pj Kepala Daerah, Ini Syaratnya!
BirokrasiHeadline

DPR: Perwira TNI-Polri Aktif Boleh Jadi Pj Kepala Daerah, Ini Syaratnya!

By
akurasi 2019
"Pembentukan MKMK dan Pelaporan Jokowi beserta Keluarganya ke KPK: Tinjauan Proses Hukum Kontroversial"
Headline

“Pembentukan MKMK dan Pelaporan Jokowi beserta Keluarganya ke KPK: Tinjauan Proses Hukum Kontroversial”

By
akurasi 2019
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Resmikan Jalan Karet Tengsin yang 30 Tahun Tak Pernah Diperbaiki
HeadlineKabar Politik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Resmikan Jalan Karet Tengsin yang 30 Tahun Tak Pernah Diperbaiki

By
Wili Wili
Jokowi Digugat Soal Mobil Esemka dan Ijazah Palsu, Sidang Perdana Digelar Hari Ini di PN Solo
HeadlinePeristiwa

Jokowi Digugat Soal Mobil Esemka dan Ijazah Palsu, Sidang Perdana Digelar Hari Ini di PN Solo

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?