By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Program Sekolah Militer untuk Siswa Nakal di Jawa Barat Tuai Pro dan Kontra
HeadlinePeristiwa

Program Sekolah Militer untuk Siswa Nakal di Jawa Barat Tuai Pro dan Kontra

Wili Wili
Last updated: Mei 6, 2025 2:38 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Program Sekolah Militer untuk Siswa Nakal di Jawa Barat Tuai Pro dan Kontra
Program Sekolah Militer untuk Siswa Nakal di Jawa Barat Tuai Pro dan Kontra. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan program pendidikan semi militer untuk siswa bermasalah. Program ini menyasar para pelajar yang terlibat dalam kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

Di Purwakarta, sebanyak 39 siswa dari berbagai sekolah telah dikirim ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha untuk menjalani pelatihan kedisiplinan pada Kamis (1/5). Sementara pada Senin (5/5), sebanyak 29 siswa kembali diberangkatkan dari Kodim 0619 Purwakarta menuju Rindam III/Siliwangi di Bandung.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyebut, para siswa tetap menjalani pendidikan namun dalam lingkungan militer. “Mereka tetap sekolah, hanya lokasi dan pendekatannya yang berbeda. Fokusnya adalah pembinaan mental dan kedisiplinan,” ujar Saepul.

Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman menyampaikan bahwa program ini menargetkan pembinaan terhadap 900 siswa dari berbagai daerah, seperti Purwakarta, Depok, Bogor, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Kota Bandung, Cimahi, hingga Sukabumi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar dari APBD untuk mendanai program ini.

Di Kabupaten Sumedang, 40 siswa dijadwalkan mengikuti program serupa di Makodim 0610 Sumedang pada Kamis (8/5), dan akan dibuka langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi.

Namun, kebijakan ini menuai kritik dari sejumlah pihak. Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro, menyatakan bahwa pengiriman siswa ke barak militer bukanlah kewenangan TNI dan menilai pendekatan tersebut tidak tepat dalam konteks pendidikan kewarganegaraan. Kritik juga datang dari Anggota Komisi X DPR, Bonnie Triyana, yang mengingatkan bahwa tidak semua persoalan remaja bisa diselesaikan dengan pendekatan militeristik. “Perlu pendekatan holistik yang memperhatikan kondisi keluarga dan lingkungan,” kata Bonnie.

Di balik kebijakan ini, muncul kisah-kisah menyentuh dari para siswa. Dalam kunjungannya ke Rindam III/Siliwangi, Gubernur Dedi bertemu seorang siswi berkerudung yang mengaku terjerumus dalam pesta minuman keras karena stres melihat orang tuanya yang kerap bertengkar. Ia bahkan bergabung dalam kelompok remaja bernama ‘Warsat’ (Warung Sesat) yang rutin pesta miras dan begadang hingga dini hari. “Awalnya cuma ikut teman, lama-lama keterusan,” ujar siswi itu.

Pengakuan tersebut menyoroti akar persoalan yang lebih dalam, yakni ketidaknyamanan lingkungan rumah yang mendorong anak mencari pelarian lewat pergaulan bebas.

Program ini terus berjalan di tengah perdebatan antara pendekatan disiplin militer dan pendekatan psikologis-empatik terhadap anak. Pemerintah Provinsi Jabar menegaskan akan terus mengevaluasi efektivitas program ini dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:berita pendidikan.Bonnie TriyanaDedi MulyadiJawa BaratKomnas Hammiras remajapelajar bermasalahpendidikan karakterpolemik pendidikanprogram pelatihan siswaPurwakartaRindam Siliwangisekolah militersiswa nakalSumedangTNIWarsat
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Rafael Alun Trisambodo Mengundurkan Diri, BKN: Pengunduran Diri Harus Ditolak Jika Sedang Pemeriksaan
CorakHeadlineRagam

Rafael Alun Trisambodo Mengundurkan Diri, BKN: Pengunduran Diri Harus Ditolak Jika Sedang Pemeriksaan

By
Devi Nila Sari
18 Agustus 2025 Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional Tambahan, Pemerintah Hadirkan Banyak Hadiah Kemerdekaan
HeadlinePeristiwa

18 Agustus 2025 Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional Tambahan, Pemerintah Hadirkan Banyak Hadiah Kemerdekaan

By
Wili Wili
Dua Pendaki Meninggal di Puncak Carstensz Akibat Hipotermia, Jenazah Dipulangkan ke Bandung
PeristiwaTrending

Dua Pendaki Meninggal di Puncak Carstensz Akibat Hipotermia, Jenazah Dipulangkan ke Bandung

By
Wili Wili
Polisi Ungkap Kronologi 4 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api di Karawang, KAI Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur Rel
PeristiwaTrending

Polisi Ungkap Kronologi 4 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api di Karawang, KAI Ingatkan Bahaya Aktivitas di Jalur Rel

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?