By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kesehatan > Perjuangan Hidup Dua Bersaudara yang Alami Tuna Daksa dan Wicara yang Luput dari Perhatian
KesehatanNews

Perjuangan Hidup Dua Bersaudara yang Alami Tuna Daksa dan Wicara yang Luput dari Perhatian

akurasi 2019
Last updated: September 9, 2019 10:17 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
SHARE
Kondisi Syamsul Rizal (19) dan adiknya Ridho Abdilah (16) hanya bisa berbaring di lantai karena mengalami lumpuh total. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Kondisi dua remaja di Sangatta, Kutai Timur (Kutim) bernama Syamsul Rizal (19) dan Ridho Abdilah (16) benar-benar mengiris perasaan. Kaka beradik itu sudah sejak kecil kelimpuhan. Berbagai pengobatan sedianya telah dilakukan Mas Udah, ibu dari Rizal dan Ridho. Namun hingga keduanya tumbuh dewasa, penyakit kelumpuhan itu tak kunjung sembuh.

Rizal dan adiknya Ridho tak seperti anak-anak normal lainnya. Rizal dan Ridho dilahirkan dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya. Dari segi fisik, Rizal dikategorikan sebagai penyandang disabilitas ganda yaitu tuna wicara (bisu) dan tuna daksa (lumpuh layu). Sementara adiknya Ridho sepatah dua kata masih ada terucap dari mulutnya.

Saat ditemui dikediamannya, Mas Udah, mengisahkan jeritan hati menyaksikan keseharian kedua putranya itu hidup dalam segala keterbatasan. Bukan hanya tidak bisa bermain bersama teman sebaya, Rizal dan Ridho juga tak mampu menyampaikan isi hati dan perasaannya karena tak bisa berbicara.

“Dia dilahirkan seperti ini (bisu dan lumpuh layu), tak bisa bermain bersama teman, juga tidak bisa bicara, saya sangat sedih melihat keseharian anak saya hanya terbaring di lantai, mungkin ini jalan hidup keluarga kami dari Allah,” kata perempuan berjilbab itu ditemui Akurasi.id di kediamaanya di Gang Ryan, Jalan Diponegoro, Senin (9/9/19).

Pada umumnya, dua bersaudara itu dilahirkan dalam kondisi normal, bahkan tidak ada sedikit pun tanda-tanda bayi tersebut mengalami cacat. Namun, menginjak usia satu tahun setengah, mereka mengalami demam tinggi hingga mengakibatkan kelumpuhan pada kaki. “Saat ini mereka hanya bisa bergeletak di lantai rumah tanpa bicara dan beraktifitas apapun,” ucapnya.

Mas Udah yang sehari-hari hanya sebagai pembuat arem-arem mengaku harus pintar-pintar membagi penghasilannya yang tidak seberapa demi mengobati kedua buah hatinya, juga demi sekadar menyambung hidup setiap harinya. Sebab suami dari anak-anaknya, Rudy Siang, telah lama berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa.

“Yang disyukuri karena kami tidak ngontrak, almarhum suami sempat buatkan rumah meski belum jadi sepenuhnya, tapi setidaknya tidak ngontrak lagi. Penghasilan dari arem-arem yang saya dapatkan bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah setiap harinya,” tutur dia.

Sambil mengisahkan keseharian putranya, pipihnya basah oleh air mata. Tangisan kepedihan itu datang dari lubuk hatinya yang dalam. Ia adalah sosok ibu yang istimewa. Limpahan kasih sayang ia curahkan sepenuhnya untuk kedua putranya.

“Saya tidak tahu apakah Allah sayang sama saya atau Allah murka sehingga memberikan anak istimewa, insyallah saya tulus merawat anak-anak saya,” ucapnya dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca.

Membutuhkan Uluran Tangan

Saat ditanya soal campur tangan pemerintah untuk membantu Rizal dan Ridho, Mas Uda menuturkan, bantuan dari pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kutim pernah sekali dia terima. Ketika itu, bantuan yang dia dapat adalah sembako. “Perna sekali ada bantuan dari Dinsos, bantuannya sembako, sekali itu saja,” sebutnya.

Ibunda Rizal dan Ridho menyadari benar keterbatasan yang dia dimiliki untuk merawat kedua buah hatinya. Sebagai seorang single parent, Mas Uda dia pun mengukur kemampuan yang dimiliki. Sebab itu, dia pun tidak menutup diri ketika memang ada yang ingin membantu meringankan biaya pengobatan kedua anaknya.

Saat ini, yang dibutuhkan Rizal maupun Ridho adalah tempat tidur seperti yang ada di rumah sakit. Sehingga memudahkan keduanya berbaring saat dirawat. “Tempat berbaring seperti di rumah sakit itu sih yang saya butuhkan, kalau mereka berbaring bisa di naik turunkan kepalanya, namun bantuan apa pun itu saya bersyukur dan ucapkan terima kasih,” tutupnya.

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Perjuangan HidupTuna DaksaTuna Wicara
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Tebet, 4 Anak Tewas, Rano Karno Imbau Warga Waspada
HeadlinePeristiwa

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Tebet, 4 Anak Tewas, Rano Karno Imbau Warga Waspada

By
Wili Wili
Bupati PPU Terjaring OTT KPK, Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud - Akurasi.id
HeadlineNews

Bupati PPU Terjaring OTT KPK Bersama 10 Orang Lainnya

By
Devi Nila Sari
Sudah 343 Kasus, Penyakit DBD Mulai Hantui Kota Taman
News

Sudah 343 Kasus, Penyakit DBD Mulai Hantui Kota Taman

By
akurasi 2019
Terbongkarnya Grup WhatsApp Remaja Belasan Tahun, Jadi Ladang Pertukaran Foto Bugil hingga Ajakan Seks
Hukum & KriminalNews

Terbongkarnya Grup WhatsApp Remaja Belasan Tahun, Jadi Ladang Pertukaran Foto Bugil hingga Ajakan Seks

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?