By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Dilema Pengrajin Tenun Samarinda, Digilas Pandemi atau Menanggalkan Profesi Demi Lanjutkan Hidup
Trending

Dilema Pengrajin Tenun Samarinda, Digilas Pandemi atau Menanggalkan Profesi Demi Lanjutkan Hidup

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 11:50 am
By
Redaksi Akurasi.id
Share
5 Min Read
Dilema Pengrajin Tenun Samarinda, Digilas Pandemi atau Menanggalkan Profesi Demi Lanjutkan Hidup
Pengrajin kain tenun Samarinda memintal benang menjadi kain yang kemudian dibuat menjadi sarung. (Ilustrasi)
SHARE
Dilema Pengrajin Tenun Samarinda, Digilas Pandemi atau Menanggalkan Profesi Demi Lanjutkan Hidup
Pengrajin kain tenun Samarinda memintal benang menjadi kain yang kemudian dibuat menjadi sarung. (Ilustrasi)

Dilema Pengrajin Tenun Samarinda, Digilas Pandemi atau Menanggalkan Profesi Demi Lanjutkan Hidup. Tidak kunjung membaiknya aktivitas sosial imbas pembatasan perjalanan, telah mempretelin penjualan para pengrajin kain tenun dari kalangan wisatawan.

Akurasi.id, Samarinda – Minggu, 8 Agustus 2021, mentari siang terasa begitu terik. Namun hal itu tidak melunturkan semangat ibu-ibu pengrajin kain tenun Samarinda yang terletak di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Pertenunan, Kampung Masjid, Samarinda Seberang, dalam menghasilkan produk sarung unggulan.

Nyaris tidak ada perbincangan. Sunyi di pembicaraan. Hanya terdengar suara ketukan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) bersahut-sahutan. Memintal setiap pola dari benang yang digunakan. Entah itu pola Hatta, yang digemari kaum pria. Maupun pola Dayak, yang kerap digunakan kaum wanita. Dari kualitas benang nomor satu, berupa sutera atau kualitas bahan nomor dua, yang merupakan bahan biasa pada umumnya.

Sejatinya, nama kain tenun Samarinda telah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, khususnya Kaltim. Menjadi salah satu item unggulan dan kerap mengikuti ajang pameran. Merupakan identitas tersendiri bagi warga Kota Tepian.

Namun, seiring berjalannya pandemi dan pengurangan aktivitas yang dapat menyebabkan kerumunan, meredupkan eksistensinya. Pemakaian kain tenun Samarinda lekat dengan pakaian yang kerap digunakan pejabat dalam menghadiri acara resmi, ajang bergengsi seperti fashion show maupun pameran. Hal inipun menggoreskan dilema tersendiri bagi pengrajin. Terutama bagi pengrajin kain tenun Samarinda.

Kunjungan Wisata Anjlok, Penjualan Hasil Tenun Pun Ikut Anjlok

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Wanita Sejahtera Padaidi Sarung Samarinda, Sumarni mengungkapkan, dalam sebulan biasanya KUB mampu menjual hingga 50 pcs sarung Samarinda. Namun, selama pandemi penjualan tersebut turun hingga 50 persen. Diakuinya, kini pihaknya hanya mampu menjual 20 sarung per bulan.

Pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi pengrajin. Di mana selama ini penjualan biasanya dilakukan secara tatap muka. Berasal dari wisatawan atau tamu yang kerap mengunjungi Kota Tepian.

Namun, lantaran kini ada pemberlakukan PPKM di Tanah Benua Etam, sebutan Kaltim, juga Samarinda. Menyebabkan pengrajin sarung tenun Samarinda pun turut terdampak. Lantaran adanya pembatasan bepergian yang menyebabkan turunnya angka kunjungan wisatawan dari luar daerah.

[irp]

Berbagai cara pun telah dilakukan, seperti penjualan secara online. Namun, pembaharuan tersebut dianggap tidak begitu maksimal dan mendongkrak penjualan. Sejatinya, hal itu memang lebih praktis. Para pengrajin hanya tinggal menyebarkan motif-motif sarung yang tersedia. Namun, mereka rindu adanya proses jual beli tatap muka seperti dulu kala.

Bertemu calon pembeli secara langsung. Disertai asas tawar menawar, kemudian langsung mendapatkan uang dari hasil penjualan. Disebutkan Sumarni, pernah dalam suatu pameran pihaknya membawa 100 sarung tenun dan berhasil menjual setengahnya. “Jadi uang penjualan tersebut bisa kami putarkan lagi, sebagai modal untuk membeli bahan,” ucapnya.

[irp]

Namun, apalah daya, lantaran negeri ini tengah berjuang melawan pandemi. Hal inipun menyebabkan dilema tersendiri bagi para penenun. Lantaran telah menjalani profesi ini selama puluhan tahun, ingin terus bertahan namun terhimpit pandemi dan didesak kebutuhan perekonomian.

Tuntutan Ekonomi, Satu Persatu Pengrajin Tenun Samarinda Tanggalkan Profesi

Dikatakannya, banyak di antara penenun memutuskan untuk meninggalkan profesi tersebut. Lantaran tak mampu menjual sarung yang dihasilkan. Sedangakan dapur menuntut untuk terus mengepul. Menyebabkan jumlah penenun sarung Samarinda kian tergerus zaman, yang sedari awal berjumlah 100 orang kini hanya tersisa 60 penenun aktif.

“Kami mau jual enggak ada yang beli. Barang kami kan banyak. Pemasarannya juga kurang. Dulu kami kan ada pameran. Tapi ini pekerjaan kami. Biar pandemi tetap kami jalankan, khawatir nanti kalau ada yang cari kan,” ucap Sumarni.

[irp]

Besar harapan pengrajin sarung Samarinda di Kampung Bugis itu, ada uluran tangan pemerintah dalam menggeliatkan penjualan salah satu produk lokal Samarinda ini. Seperti, menyediakan tempat penjualan khusus bagi sarung tenun Samarinda.

“Misalnya disediakan tempat bagi kami di Samping Islcamic Center, di tengah kota. Jadi di sana tidak hanya berjualan buah. Kalau di Citra Niaga itu kan mereka menjual berbagai macam hal. Bagusnya kalau dibuatkan khusus bagi penjualan sarung tenun. Bisa jadi destinasi wisata juga,” harapnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Digilas Pandemi Covid-19Kalimantan TimurKunjungan Wisawatanpembatasan sosialPengrajin Kain TenunanSamarindaTenunan Samarinda
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Harga Emas Antam Cetak Rekor, Naik Rp13.000 Jadi Rp2,589 Juta per Gram Hari Ini
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Cetak Rekor, Naik Rp13.000 Jadi Rp2,589 Juta per Gram Hari Ini

By
Wili Wili
Oknum Polisi “Smackdown” Mahasiswa Minta Maaf
HeadlineTrending

Oknum Polisi “Smackdown” Mahasiswa Minta Maaf

By
Devi Nila Sari
Siswa SD Viral yang Berangkat Sekolah Subuh-Subuh Naik KRL dari Tangerang ke Klender
PeristiwaTrending

Siswa SD Viral yang Berangkat Sekolah Subuh-Subuh Naik KRL dari Tangerang ke Klender

By
Wili Wili
gaji tk2d
Kabar PolitikTrending

Sikapi Gaji TK2D yang Kerap Lambat Dibayarkan, Mahyunadi: Berikan Kesempatan Saya Menyelesaikannya

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?