By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Penerapan PPKM Akhir Pekan Hanya Berlaku di Atas Kertas, Bontang Masih di Zona Merah
Trending

Penerapan PPKM Akhir Pekan Hanya Berlaku di Atas Kertas, Bontang Masih di Zona Merah

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 22, 2021 3:26 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Penerapan PPKM Akhir Pekan Hanya Berlaku di Atas Kertas, Bontang Masih di Zona Merah
Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase saat diwawancarai awak media perihal kebijakan PPKM. (Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
Penerapan PPKM Akhir Pekan Hanya Berlaku di Atas Kertas, Bontang Masih di Zona Merah
Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase saat diwawancarai awak media perihal kebijakan PPKM. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Penerapan PPKM akhir pekan hanya berlaku di atas kertas, Bontang masih di zona merah. Karena baik secara angka kasus Covid-19, Bontang masih terbilang cukup tinggi. Lalu dari sisi penerapan kebijakan, nyaris tidak memberikan efek apapun dalam menekan wabah tersebut.

Akurasi.id, Bontang – Penerapan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Bontang tampaknya tidak berjalan dengan begitu efektif. Terlebih kebijakan Bontang Steril di akhir pekan, yakni pada Sabtu-Minggu hanya sekadar di atas kertas.

Ada banyak acuan sehingga kebijakan PPKM di Bontang dinilai tidak berjalan optimal. Pertama, dari data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kaltim, kasus Covid-19 hingga dengan 22 Februari 2021 tercatat sebanyak 4.863. Dengan pasien meninggal sebanyak 82 orang dan sembuh 3.843 orang.

Bila merujuk data itu, artinya masih ada 1.020 warga Bontang yang positif Covid-19. Baik itu yang dirawat di RSUD Taman Husada Bontang maupun melakukan isolasi mandiri di rumah. Kedua, Bontang menjadi bagian dari zona merah penyebaran wabah tersebut.

Di sisi lain, kebijakan PPKM di Bontang dinilai tidak berjalan optimal, lantaran setiap akhir pekan khususnya, hampir semua pedagang tetap membuka gerai seperti pada hari-hari biasanya. Kondisi yang sama pun terjadi untuk semua pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Taman -sebutan Bontang.

Sementara jika merujuk Surat Edaran Wali Kota Bontang nomor 188.65/190/DINKES/2021 tentang Perpanjangan Kedua atas PPKM untuk Pengendalian Corona Virus, beberapa isinya mengatur jam operasional pasar tradisional dan para pelaku usaha setiap akhir pekan.

Antara lain pasar hanya boleh buka hingga pukul 12.00 Wita, pelaku usaha kuliner hanya boleh melayani pesan antar dan take away, sementara toko dan swalayan hanya diizinkan buka hingga pukul 20.00 Wita. Tetapi pada kenyataannya akhir pekan kemarin semua aktivitas warga seolah berjalan normal.

[irp]

Menyikapi hal itu, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya belum melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan stakeholder atas kebijakan tersebut.

Kendati demikian, Basri berujar, pemerintah tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat Bontang untuk disiplin akan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Kami belum ada koordinasi dengan Forkopimda, karena kebijakan PPKM tidak dari pemerintah saja, ada stakeholder lain juga yang terlibat, tetapi kami tetap memberikan imbauan masyarakat untuk tetap disiplin 5M, karena corona ini memang ada dan nyata jadi harus patuh protokol kesehatan,” tuturnya di hadapan awak media.

Basri menegaskan, PPKM merupakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 sehingga perlu dipahami bersama. “Pemerintah tidak ingin masyarakat Bontang terjangkit, sehingga PPKM itu salah satu cara antisipasi penyebarannya, PPKM diterapkan bukan untuk menghalang-halangi aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Bontang Masih Zona MerahHanya Berlaku di Atas KertasKasus Covid-19Pemkot BontangPenerapan PPKM Akhir PekanPPKM Bontang Tak OptimalRSUD Taman Husada Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Dominasi Ducati di MotoGP Mugello 2024: Bagnaia dan Bastianini Raih Podium 1-2 Di Home Race
OtomotifTrending

Dominasi Ducati di MotoGP Mugello 2024: Bagnaia dan Bastianini Raih Podium 1-2 Di Home Race

By
akurasi 2019
Posting Lagu Sabilulungan, Alya Nurshabrina Diserbu Warganet Filipina
Trending

Posting Lagu Sabilulungan, Alya Nurshabrina Diserbu Warganet Filipina

By
Devi Nila Sari
FAST Jual 15% Saham Jagonya Ayam Indonesia ke Shankara Fortuna Nusantara Senilai Rp54,44 M
PeristiwaTrending

FAST Jual 15% Saham Jagonya Ayam Indonesia ke Shankara Fortuna Nusantara Senilai Rp54,44 M

By
Wili Wili
Infografis

Rumah Sakit Umum Daerah Taman Husada Bontang Mengucapkan Selamat Hari Bidan Naional

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?