By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Pemkot Raih WTP, DPRD Beri Apresiasi
Birokrasi

Pemkot Raih WTP, DPRD Beri Apresiasi

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:35 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Suasana Rapat Paripurna DPRD Bontang dalam rangka penyampaian nota penjelasan Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Bontang 2018, Selasa (11/6). (Humas Pemkot Bontang For Akurasi.id)
SHARE

Rapat paripurna DPRD Bontang dalam rangka penyampaian nota penjelasan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bontang 2018. (Humas Pemkot Bontang for Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – DPRD Bontang mengapresiasi penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang beberapa waktu lalu. Penghargaan ini dinilai penting atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris, usai sidang paripurna, Selasa (11/6/19). “Dengan kembali disabetnya penghargaan WTP lima kali berturut-turut ini, pemerintah harusnya lebih memperbaiki kinerjanya. Jangan sampai predikat ini tidak diperoleh di tahun berikutnya,” saran Agus.

Dalam rapat paripurna yang membahas penyampaian nota penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bontang 2018 itu, Agus juga menyampaikan kepada Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) sebesar Rp 257,74 miliar.

“Seharusnya silpa ini tidak ada jika pemerintah lebih serius dalam pelaksanaan penganggaran. Tahun ini silpa lebih besar dibandingkan pada tahun sebelumnya,” jelas dia.

Dia menyarankan pada penganggaran selanjutnya, Pemkot Bontang dapat mengalokasikan anggaran secara maksimal. Hal itu bertujuan agar silpa tidak kembali muncul pada anggaran berikutnya.

Diketahui, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur telah memberikan penilaian opini WTP terhadap LKPD Pemkot Bontang tahun anggaran 2018.

Neni menjelaskan, kontribusi terbesar penerimaan pendapatan daerah bersumber dari penerimaan dana perimbangan keuangan. Terutama dari penerimaan bagi hasil bukan pajak sumber daya alam.

Sedangkan penerimaan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), kontribusinya secara umum dapat melampaui target. Walaupun belum dapat dijadikan sumber pendapatan utama dalam mendukung jalannya pembangunan.

“Berdasarkan hasil evaluasi target dan realisasi pendapatan daerah pada tahun 2018 dan hasil analisis potensi sumber-sumber penerimaan pendapatan daerah, maka dengan target Rp 1,19 triliun lebih, dapat direalisasi sebesar Rp 1,254 triliun lebih atau dengan presentase capaian 105,34 persen,” jelasnya.

Kemudian belanja modal telah dianggarkan Rp 391,53 miliar. Anggaran tersebut dapat terealisasi sebesar Rp 333,74 miliar atau 85,24 persen. Belanja modal meliputi belanja tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja gedung dan bangunan, belanja aset tetap lainnya, irigasi dan jaringan, belanja jalan, dan belanja aset lainnya.

Rincian anggaran belanja modal berupa belanja tanah senilai Rp 12,33 miliar dan realisasi sampai akhir 2018 sebesar Rp 4,32 miliar atau 35,08 persen. Belanja modal telah dianggarkan Rp 391,53 miliar. Namun yang terealisasi sebesar Rp 333,74 miliar atau 85,24 persen.

Berdasarkan hasil perhitungan selisih antara anggaran pembiayaan penerimaan daerah dan anggaran pembiayaan pengeluaran daerah, tercatat realisasi pembiayaan netto senilai Rp 189,35 miliar.

“Dengan demikian, memperhitungkan selisih realisasi surplus atau defisit dan pembiayaan netto, maka nilai silpa 2018 dapat ditentukan senilai Rp 257,74 miliar,” pungkasnya. (adv).

Penulis: Bambang Al-Fatih
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:DPRD BontangPemkot BontangPenghargaan Opini WTP
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kampung Dongeng DPK Bontang Ditargetkan Rampung 2021
Birokrasi

Kampung Dongeng DPK Bontang Ditargetkan Rampung 2021

By
akurasi 2019
Dari Sidak Pelabuhan Harapan Baru, Andi Harun: Jika Dikelola Baik, Ada Potensi PAD di Sana
Birokrasi

Dari Sidak Pelabuhan Harapan Baru, Andi Harun: Jika Dikelola Baik, Ada Potensi PAD di Sana

By
Devi Nila Sari
Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda Disdukcapil Bontang
Birokrasi

Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda Disdukcapil Bontang

By
akurasi 2019
DPRD Bersama Disnaker Bahas UU Cipta Kerja Omnibus Law dan Raperda Sistem Pengupahan
Kabar Politik

DPRD Bersama Disnaker Bahas UU Cipta Kerja Omnibus Law dan Raperda Sistem Pengupahan

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?