By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Pemerintah Segel Summarecon dan Gunung Geulis Golf, Tuding Jadi Penyebab Banjir Jabodetabek
PeristiwaTrending

Pemerintah Segel Summarecon dan Gunung Geulis Golf, Tuding Jadi Penyebab Banjir Jabodetabek

Wili Wili
Last updated: Maret 14, 2025 3:53 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Pemerintah Segel Summarecon dan Gunung Geulis Golf, Tuding Jadi Penyebab Banjir Jabodetabek
Pemerintah Segel Summarecon dan Gunung Geulis Golf, Tuding Jadi Penyebab Banjir Jabodetabek. Foto: Ist.
SHARE

Bogor, Akurasi.id – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan penyegelan terhadap kompleks perumahan Summarecon dan Gunung Geulis Golf di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Pengembang dua kawasan elite tersebut dinilai melakukan pelanggaran lingkungan berat yang menyebabkan banjir di Bekasi dan wilayah Bogor pada pekan lalu.

Menurut Zulkifli Hasan, sedimentasi yang tinggi di Kali Ciangsana dan Cileungsi merupakan dampak dari proyek cut and fill yang dilakukan di dua kompleks perumahan tersebut. “Ini pelanggaran berat, maka itu kami segel,” ujar Zulhas di Sukaraja, Bogor, Kamis (13/3). Ia menambahkan bahwa deforestasi akibat proyek ini juga meningkatkan risiko bencana seperti longsor dan pergerakan tanah bagi warga sekitar. Selain itu, perizinan lingkungan proyek tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, serta tidak memiliki kajian analisis dampak lingkungan (Amdal) yang spesifik.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2010, kawasan tersebut masih berupa hutan lindung dan area resapan air yang memiliki fungsi ekologis penting. Namun, pada 2022, lahan tersebut beralih fungsi menjadi kawasan perumahan. “Kami akan mengembalikan alih fungsi lahan ini menjadi hutan demi mengurangi potensi bencana banjir dari Bogor hingga Bekasi,” ujar Hanif. Ia menegaskan bahwa pemulihan lanskap di hulu, seperti Sungai Cikeas, serta di hilir, seperti Sungai Bekasi, menjadi prioritas agar banjir yang terjadi pada 2 Maret lalu tidak terulang.

Selain penyegelan di Summarecon dan Gunung Geulis Golf, pemerintah juga melakukan tindakan serupa di kawasan Sentul dan Puncak Bogor. Tim Gakkum Lingkungan Hidup memasang plang pengawasan dan menghentikan operasional di beberapa lokasi yang dianggap melanggar aturan lingkungan. Gunung Geulis Country Club menjadi lokasi pertama yang disidak oleh kedua menteri sebelum melanjutkan inspeksi ke kawasan Puncak Bogor.

Hanif Faisol menyoroti perubahan signifikan tata ruang di daerah aliran sungai (DAS) Bekasi yang memiliki luas total 145 ribu hektare, dengan segmen Puncak mencakup 28 ribu hektare. Dari total area tersebut, sekitar 12,5 ribu hektare telah berubah menjadi kawasan perumahan, pertanian, dan industri tambang, yang menjadikannya rawan bencana. “Saat ini, hanya tersisa 4 ribu hektare hutan, atau sekitar 3,35 persen dari total DAS, padahal minimal harus ada 30 persen,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Zulkifli Hasan menekankan bahwa ketahanan pangan sangat bergantung pada kondisi lingkungan, terutama di bagian hulu. “Jika kita ingin maju, semua aspek harus kita benahi, termasuk perizinan, tata ruang, dan pengelolaan lingkungan yang clean and clear,” ujarnya.

Dengan tindakan tegas ini, pemerintah berkomitmen untuk menegakkan aturan lingkungan demi mengurangi risiko bencana dan menjaga keseimbangan ekosistem.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:banjir bekasibanjir BogorDAS BekasideforestasiGunung Geulis GolfHanif FaisolKementerian Lingkungan Hiduplingkungan hiduppelanggaran lingkunganpenyegelan perumahanperizinan lingkunganPuncakSentulSummareconSwasembada Pangantata ruangZulkifli Hasan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pakai Ban Kapten Pelangi, Selebritis FC Klarifikasi Bantah Dukung LGBT
HeadlineTrending

Pakai Ban Kapten Pelangi, Selebritis FC Klarifikasi Bantah Dukung LGBT

By
akurasi 2019
Wajib Pakai ‘Dres Code’ Lokal, ASN Bogor Viral Bergaya OOTD
HeadlineTrending

Wajib Pakai ‘Dres Code’ Lokal, ASN Bogor Viral Bergaya OOTD

By
akurasi 2019
Polisi Dalami Situs Perakit Bom SMAN 72 Jakarta, Koordinasi dengan Komdigi untuk Blokir Akses
PeristiwaTrending

Polisi Dalami Situs Perakit Bom SMAN 72 Jakarta, Koordinasi dengan Komdigi untuk Blokir Akses

By
Wili Wili
Indonesia Dorong Millennials untuk Memahami Dialektika: Penguatan Pemahaman dan Kritis Berpikir
Trending

Indonesia Dorong Millennials untuk Memahami Dialektika: Penguatan Pemahaman dan Kritis Berpikir

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?