By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > PAD Menipis karena Pandemi, Komisi II DPRD Ajukan Beberapa Strategi
Kabar Politik

PAD Menipis karena Pandemi, Komisi II DPRD Ajukan Beberapa Strategi

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 3, 2021 8:06 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
PAD Menipis karena Pandemi, Komisi II DPRD Ajukan Beberapa Strategi
Ketua Komisi III DPRD Bontang, Rustam. (Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
PAD Menipis karena Pandemi, Komisi II DPRD Ajukan Beberapa Strategi
Ketua Komisi III DPRD Bontang, Rustam. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

PAD menipis karena pandemi, Komisi II DPRD ajukan beberapa strategi. Retribusi parkir salah satu sumber PAD yang dinilai belum maksimal. Lantaran pengelolaannya yang belum maksimal dalam menarik pajak parkir tersebut.

Akurasi.id, Bontang – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Rustam, PAD menipis karena pandemi. Dengan demikian, dia memberikan beberapa saran untuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yakni merevisi regulasi dari pajak retribusi itu sendiri.

“Menurun PAD Bontang selama pandemi ini, satu-satunya jalan untuk Bapenda selaku mitra kerja dari Komisi II agar maksimal retribusinya, yakni merevisi regulasi dari pajak daerah,” ucap Rustam saat ditemui media ini di ruangannya, Selasa (3/8/2021).

Salah satu contoh yang disebut Rustam yakni retribusi parkir yang dinilai belum maksimal dan masih rendah hingga saat ini. Lantaran pengelolaannya yang belum maksimal dalam menarik pajak parkir tersebut.

“Retribusi parkir, masih banyak yang rendah. Selain itu karena PPKM juga mobilitas masyarakat menurun, sehingga parkir jadi tidak maksimal lagi,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Bapenda berupaya agar perusahaan yang ada di Kota Bontang tidak membayar pajak ke pusat, melainkan langsung ke daerah saja.

“Seperti yang dilakukan oleh PT Badak NGL,” ucapnya.

[irp]

Karena dia menilai, selama pandemi ini, sektor pariwisata sangat berkurang lantaran beberapa tempat wisata ditutup di Kota Bontang.

“Beras Basah, mangrove, ditutup selama pandemi, hotel pun kurang pengunjung membuat drop. Memang agak susah karena Kota Bontang ini orang datang untuk bekerja, bukan berwisata,” tuturnya.

Selain itu Peraturan Daerah (Perda) masih pihaknya proses untuk pengelolaan retribusi pajak daerah. Dengan adanya Perda tersebut, dia berharap bisa menjadi kekuatan untuk OPD memungut pajak.

“Semoga Perda ini segera selesai, sehingga teman-teman OPD bisa maksimal dalam memungut retribusi pajak daerah,” harapnya.

[irp]

Sementara belum lama ini, Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam, meminta Pemkot menggunakan tapping box pajak untuk memantu dalam pengelolaan retribusi pajak.

Dia beranggapan hingga saat ini, pungutan pajak di Kota Bontang belum bisa maksimal, terlebih dengan sistem yang masih menggunakan pencatatan manual, Nursalam khawatir akan ada kebocoran di tempat retribusi pajak.

“Selama ini masih terjadi beberapa kebocoran di tempat retribusi pajak kita, Sekarang pemerintah dalam hal ini Bapenda belum menggunakan tapping box layaknya kota besar pada umumnya,” ucap Nursalam.

Tapping box adalah alat yang dipasang di restoran atau di tempat-tempat retribusi pajak untuk merekam catatan transaksi. Fungsinya, sebagai pembanding antara total transaksi yang ada dengan jumlah pajak daerah yang dibayarkan. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: redaksi

TAGGED:DPRD BontangnursalamPajakRustam
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Ratu Belanda Maxima di Istana Merdeka
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Ratu Belanda Maxima di Istana Merdeka

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Resmikan Enam Infrastruktur Strategis, Jembatan Kabanaran Jadi Simbol Penguatan Konektivitas Nasional
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Resmikan Enam Infrastruktur Strategis, Jembatan Kabanaran Jadi Simbol Penguatan Konektivitas Nasional

By
Wili Wili
Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar di Istana, Bahas Biaya Kuliah dan Kekurangan Dokter
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar di Istana, Bahas Biaya Kuliah dan Kekurangan Dokter

By
Wili Wili
Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran, Erdogan Tegaskan Ogah Dukung Swedia Masuk NATO
HeadlineKabar PolitikRagam

Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran, Erdogan Tegaskan Ogah Dukung Swedia Masuk NATO

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?