By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Operasi SAR Longsor Cibeunying Memasuki Hari Ketujuh, Cuaca Dimodifikasi untuk Ringankan Pencarian Korban
PeristiwaTrending

Operasi SAR Longsor Cibeunying Memasuki Hari Ketujuh, Cuaca Dimodifikasi untuk Ringankan Pencarian Korban

Wili Wili
Last updated: November 19, 2025 3:30 pm
By
Wili Wili
Share
4 Min Read
Operasi SAR Longsor Cibeunying Memasuki Hari Ketujuh, Cuaca Dimodifikasi untuk Ringankan Pencarian Korban
Operasi SAR Longsor Cibeunying Memasuki Hari Ketujuh, Cuaca Dimodifikasi untuk Ringankan Pencarian Korban. Foto: ANTARA.
SHARE

Akurasi.id – Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memasuki hari ketujuh pada Rabu (19/11/2025). Tim search and rescue (SAR) gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan memfokuskan operasi pada tiga sektor utama yang telah ditetapkan sejak awal.

Contents
  • Modifikasi Cuaca Diterapkan untuk Kurangi Hujan
  • Dampak Longsor

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa seluruh personel bergerak menuju lokasi sejak pukul 06.00 WIB. Hingga hari ketujuh ini, lima korban masih dinyatakan hilang.

Area pencarian dibagi menjadi tiga worksite yaitu A-1, B-1, dan B-2. Di Worksite A-1, satu korban masih dicari, sementara di Worksite B-1 ada tiga korban dan di Worksite B-2 satu korban. Pada operasi hari keenam, tim SAR berhasil mengevakuasi dua korban meninggal dunia, yakni Arumi Purnamasari dan Lili Safitri, beserta dua sepeda motor di Worksite B-2.

Berdasarkan temuan tersebut, Worksite B-2 kemudian dibagi lagi menjadi Subsektor B-2A dan B-2B untuk mempersempit area pencarian. Adapun fokus pencarian di Worksite B-1 berjarak sekitar 10 meter dari titik rumah korban, dengan penggalian sepanjang 10–15 meter dan lebar 10 meter. Hal ini dilakukan karena sebelumnya, pada hari ketiga operasi, tim menemukan satu korban meninggal dunia serta bagian tubuh manusia di lokasi tersebut.

Untuk mendukung operasi hari ketujuh, tim SAR gabungan mengerahkan kekuatan penuh berupa 21 ekskavator, sembilan anjing pelacak (K-9), mesin pompa air (alkon), serta drone untuk pemantauan udara. Evaluasi lanjutan akan dilakukan pada sore hari untuk menentukan apakah operasi perlu diperpanjang apabila seluruh korban belum ditemukan.

“Mohon doa semoga pencarian hari ketujuh ini dapat membuahkan hasil,” ujar Muhammad Abdullah.

Modifikasi Cuaca Diterapkan untuk Kurangi Hujan

Di sisi lain, upaya modifikasi cuaca terus dilakukan guna menekan intensitas hujan di wilayah terdampak longsor. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa pihaknya menambah armada pesawat modifikasi cuaca dari satu menjadi dua unit.

“Sejak awal kejadian kami menerbangkan satu pesawat, dan sejak kemarin menjadi dua pesawat,” ujar Faisal di lokasi bencana.

Modifikasi cuaca ini bertujuan mengurangi hujan sebesar 30–50 persen di wilayah Cilacap, Banjarnegara, dan daerah sekitarnya agar pencarian korban dapat berlangsung lebih efektif. Prioritas utama diarahkan pada sektor-sektor penyelamatan yang menjadi fokus utama tim SAR dan BNPB.

“Kami fokuskan pada lokasi penyelamatan dan pencarian korban agar pekerjaan tim SAR serta BNPB menjadi lebih ringan,” jelasnya.

BMKG menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca akan terus dilakukan sesuai kebutuhan lapangan dengan koordinasi intensif bersama BNPB.

Dampak Longsor

Bencana longsor yang terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB ini menimbun rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Peristiwa tersebut merusak 12 rumah, mengancam 16 rumah lainnya, serta memicu penurunan tanah sedalam 2 meter dan retakan sepanjang 25 meter di area seluas 6,5 hektare.

Hingga hari keenam operasi pencarian pada Selasa (18/11), total terdapat 46 korban terdampak, terdiri atas 23 selamat, 18 meninggal dunia, dan lima lainnya masih dalam pencarian.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:banjir dan longsorbencana alam Jawa Tengahberita jatengcilacap hari inilongsor cilacapmodifikasi cuaca bmkgoperasi SAR indonesiapencarian korban longsorSAR cibeunying
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar
  • www.binance.info注册 berkata:
    Juni 13, 2026 pukul 1:30 am

    Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kecelakaan Maut Libatkan Rombongan Penyanyi Cantika Davinca di Magetan, Dua Pemotor Tewas
PeristiwaTrending

Kecelakaan Maut Libatkan Rombongan Penyanyi Cantika Davinca di Magetan, Dua Pemotor Tewas

By
Wili Wili
PSSI Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Patrick Kluivert dan Tim Kepelatihan Timnas Indonesia
OlahragaTrending

PSSI Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Patrick Kluivert dan Tim Kepelatihan Timnas Indonesia

By
Wili Wili
Dilema Pengrajin Tenun Samarinda, Digilas Pandemi atau Menanggalkan Profesi Demi Lanjutkan Hidup
Trending

Dilema Pengrajin Tenun Samarinda, Digilas Pandemi atau Menanggalkan Profesi Demi Lanjutkan Hidup

By
Redaksi Akurasi.id
Pembongkaran Bangunan SKM
Trending

Dihadang Warga, Pembongkaran Rumah di Bantaran SKM Pasar Segiri Gagal Lagi, Negosiasi Harga Tak Ketemu

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?