By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Napi Kendalikan Bisnis Sabu 126 Kilogram, Lapas Bontang Sebut Kecolongan
News

Napi Kendalikan Bisnis Sabu 126 Kilogram, Lapas Bontang Sebut Kecolongan

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 4, 2021 12:54 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Napi Kendalikan Bisnis Sabu 126 Kilogram, Lapas Bontang Sebut Kecolongan
Kalapas Ronny Widiyatmoko saat menggelar konferensi pers, Selasa (10/08/2021) (Fajri/Akurasi.id)
SHARE
Napi Kendalikan Bisnis Sabu 126 Kilogram, Lapas Bontang Sebut Kecolongan
Kalapas Ronny Widiyatmoko saat menggelar konferensi pers, Selasa (10/08/2021) (Fajri/Akurasi.id)

Napi kendalikan bisnis sabu 126 kilogram, Lapas Bontang sebut kecolongan. Minimnya jumlah petugas penjagaan dan adanya kerusakan X-Ray menjadi alasan terjadinya penyeludupan ponsel di dalam lapas.

Akurasi.id, Bontang – Seorang warga binaan Lapas Kelas IIA Bontang terlibat kasus pengendalian sabu-sabu seberat 126 kilogram. Tersangka berinisial DK (46) kini telah diamankan pihak Polda Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepala Lapas Klas II A Bontang Ronny Widiyatmoko menyebut, hal ini merupakan catatan merah untuk Lapas Bontang. Ini akan menjadi pemacu agar pihak lapas lebih meningkat pengawasan.

“Catatan merah ini menjadi titik awal peningkatan penjagaan di lingkungan lapas,” sebutnya saat menggelar konferensi pers, Selasa (10/8/2021).

Meski demikian, Kalapas Ronny menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah rutin menjalankan patroli. Juga berbagai upaya pendekatan dilakukan ke warga binaan. Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran narkoba.

“Kami komitmen tegas terhadap peredaran narkoba. Setiap minggu kami rutin melakukan patroli,” tambahnya.

Sebelumnya, hari Selasa (3/8/2021) lalu, pihak Lapas Bontang mendapatkan informasi bahwa salah satu warga binaannya terindikasi terlibat dalam kasus narkoba di Kalimantan Utara. Disebut seorang napi kendalikan bisnis sabu.

[irp]

Usai menerima laporan, pihak lapas kemudian melakukan razia insidentil di kamar hunian tersangka DK. Dari hasil penggeledahan, petugas mendapati sebuah ponsel yang diduga digunakan pelaku sebagai alat komunikasi, untuk mengendalikan peredaran narkoba.

Ditanya mengenai dari mana asal ponsel milik DK, Kalapas mengatakan, alat komunikasi yang digunakan tersangka didapat dari warga binaan yang sudah keluar sebelumnya.

“Handphone itu dia terima dari warga binaan yang sudah bebas. Kami temukan saat penggeledahan badan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kaltim Jumadi, mengakui pihak Lapas kecolongan. Minimnya jumlah petugas penjagaan dan adanya kerusakan X-Ray (Security Scanner) ditengarai menjadi salah satu indikasi terjadinya penyeludupan ponsel.

[irp]

“Total napi 1.200 orang. Sedangkan petugas kami hanya sekitar 40 orang. Selain itu, X-Ray sudah rusak 1 tahun belakangan. Jadi untuk pengecekan barang masuk kami lakukan manual,” jelasnya.

Belakangan diketahui, tersangka DK mengaku sudah mengendalikan sabu dari balik jeruji sebanyak 3 kali. Sebelumnya tersangka juga tersandung kasus serupa, yakni penyalahgunaan narkoba. Dia divonis 11 tahun penjara.

“Dia napi pindahan dari Lapas Samarinda. Masuk pada 12 Agustus 2020 lalu. Harusnya tersangka sudah bebas 11 Januari 2022 mendatang,” tukasnya.

Kini DK beserta empat tersangka lainnya sudah diamankan ke Polda Kaltara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya mereka terancam Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama seumur hidup atau hukuman mati. (*)

Penulis : Fajri Sunaryo

Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Kasus KriminalKasus NarkotikaLapas BontangSabu
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Evaluasi Total SOP Pendakian Gunung Usai Tragedi Juliana di Rinjani, Kemenhut dan Basarnas Tegaskan Langkah Mitigasi
PeristiwaTrending

Evaluasi Total SOP Pendakian Gunung Usai Tragedi Juliana di Rinjani, Kemenhut dan Basarnas Tegaskan Langkah Mitigasi

By
Wili Wili
Tom Lembong Dapat Abolisi dari Presiden Prabowo, Anies Baswedan Langsung Menjenguk ke Rutan Cipinang
HeadlinePeristiwa

Tom Lembong Dapat Abolisi dari Presiden Prabowo, Anies Baswedan Langsung Menjenguk ke Rutan Cipinang

By
Wili Wili
Logo Resmi HUT ke-80 RI Dirilis: Simbol Persatuan, Kedaulatan, dan Harapan Indonesia Maju
HeadlinePeristiwa

Logo Resmi HUT ke-80 RI Dirilis: Simbol Persatuan, Kedaulatan, dan Harapan Indonesia Maju

By
Wili Wili
Asyik Rekap Togel, Dua Pejudi Muara Badak Ditangkap
News

Asyik Rekap Togel, Dua Pejudi Muara Badak Ditangkap

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?