By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Covered Story > Miris!! Warga Kecamatan Kaubun, Kutim, Hidup Tanpa Listrik PLN Sejak 1988
Covered StoryHeadline

Miris!! Warga Kecamatan Kaubun, Kutim, Hidup Tanpa Listrik PLN Sejak 1988

akurasi 2019
Last updated: Februari 8, 2022 10:10 pm
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
Miris, Sejak 1988, Warga Kecamatan Kaubun di Kutim Hidup Tanpa Setrum Listrik PLN
Listrik seolah menjadi barang mahal dan langka bagi warga yang ada di Kecamatan Kaubun, Kutim hingga saat ini. (Ilustrasi)
SHARE
Miris, Sejak 1988, Warga Kecamatan Kaubun di Kutim Hidup Tanpa Setrum Listrik PLN
Listrik seolah menjadi barang mahal dan langka bagi warga yang ada di Kecamatan Kaubun, Kutim hingga saat ini. (Ilustrasi)

Listrik menjadi barang mahal bagi warga Kecamatan Kaubun di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pasalnya, mereka sudah hidup tanpa listrik PLN sejak tahun 1988. Karenanya, bagi masyarakat Kaubun, hidup tanpa listrik PLN seolah sudah jadi hal lumrah. Seakan hidup tanpa listrik PLN sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Akurasi.id, Sangatta – Listrik seolah menjadi barang yang begitu mahal dan langkah bagi masyarakat yang ada di sejumlah desa di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Bagaimana tidak, sejak 1988, warga Kecamatan Kaubun telah hidup tanpa setrum listrik PT PLN.

baca juga: Miris, Empat Desa di Batu Ampar Kutim Hidup Tanpa Listrik Selama 28 Tahun

“Ketiadaan listrik (PLN) di desa kami sudah sejak tahun 1988 atau sejak awal program transmigrasi mulai masuk di Kutim,” demikian dikatakan Hari Slamet (48) salah seorang warga Desa Bumi Jaya, Kecamatan Kaubun kepada Akurasi.id.

Kepada media ini, Hari bercerita, listrik memang menjadi masalah klasik yang hingga dengan saat ini belum mampu diberikan pemerintah. Demi menyulam malam dari gulitanya malam, warga setempat hanya mengandal listrik dari mesin genset.

“Untuk sebagian warga, ada yang sudah menggunakan PLTS, pembangkit listrik tenaga surya. Tapi sebagian besar warga masih menggunakan mesin genset untuk dapatkan listrik,” kata dia saat media ini bertandang ke Desa Bumi Jaya belum lama ini.

Demi mendapatkan penerangan dari pukul 18.00 Wita hingga pukul 22.30 Wita, sebagian besar warga Kecamatan Kaubun, khususnya Desa Bumi Jaya, mesti merogok isi kantong dalam-dalam setiap bulannya. Ya, setidaknya warga harus mengeluarkan biaya antara Rp1-1,5 juta setiap bulannya.

“Untuk warga yang menggunakan mesin genset, setiap bulannya harus mengeluarkan uang minimal Rp1,5 juta. Karena harus membeli solar genset setiap harinya. Dalam sehari saja dibutuhkan sekitar 5 liter solar. Dan satu liter solar dijual Rp10 ribu,” ungkap Hari.

“Itu belum termasuk biaya untuk membeli oli dan beberapa kebutuhan lainnya. Pokoknya butuh biaya besar setiap bulannya kalau mau mendapatkan listrik,” sambung pria yang telah hidup berpuluh-puluh tahun di Desa Bumi Jaya tersebut.

Sumarno (41) yang juga warga Desa Bumi Jaya berujar, bahwa ketiadaan layanan listrik PLN di Kecamatan Kaubun sudah berlangsung sejak tahun 1988. Dalam medio itu, baru ada 2 kali listrik desa yang diupayakan bisa melayani kebutuhan setrum warga.

“Pada tahun 1990, sempat ada listrik dari koperasi desa. Tapi hanya jalan setahun. Kemudian mesinnya rusak. Selain itu, layanan listrik dihentikan, macet, karena biaya operasionalnya juga sangat besar,” tutur pria berkumis tebal tersebut.

Pada 2012 lalu, listrik desa sempat kembali diupayakan melayani kebutuhan setrum warga. Listrik desa ini sempat berjalan selama 1 tahun lamanya. Namun lagi-lagi gagal menerangi rumah warga dalam jangka waktu lama dikarenakan mesin genset desa kembali rusak.

“Masalahnya juga sama sih, biaya operasional yang dibutuhkan juga sangat besar. Makanya, layanan listrik yang ke rumah-rumah warga jadinya macet lagi. Sekarang kami memilih membeli genset pribadi, ya walau biaya yang kami keluarkan juga tidak sedikit,” imbuhnya.

Program Listrik PLN Baru Sebatas Pemasangan Gardu

Upaya pemasangan listrik dari PT PLN diakui warga setempat sudah sempat jalan dari medio 2017-2018 lalu. Antara lain, dengan dibangunnya sejumlah gardu listrik yang membentang di sepanjang Jalan Poros Kecamatan Kaubun yang telah dirampungkan pada tahun 2019 lalu.

Hanya saja, masyarakat belum tahu kapan pastinya layanan listrik itu akan bisa masuk ke rumah-rumah warga. Menurut Hari Slamet, pada akhir 2019 lalu, sempat tersiar kabar, jika pada awal 2020, layanan listrik PLN sudah bisa menyetrum ke rumah-rumah warga.

Hal itu sempat menjadi kabar yang cukup menggembirakan bagi warga setempat. Karena pasca kabar itu tersiar, ada sejumlah petugas PLN yang turun ke rumah-rumah warga untuk melakukan pemasangan instalasi listrik.

“Gardu listrik sudah rampung dibangun sejak 2019 lalu. Kemudian instalasi juga sudah dipasang di rumah-rumah. Tinggal listriknya saja lagi yang belum ada masuk ke rumah-rumah. Kami enggak tahu kapan bisa direalisasikan,” tutur Heri masih kepada wartawan media ini.

Pihak PLN, baik dari Rayon Sangatta, Bontang hingga Samarinda, menurut Heri telah berulang kali datang ke Kecamatan Kaubun dan bertemu warga. Dari pertemuan itu, PLN baru sebatas menjanjikan jika pemasangan instalasi listrik sudah mulai dapat dilaksanakan sejak akhir 2019 lalu.

“Sudah ada 3 desa yang telah melakukan pemasangan instalasi, Desa Bumi Etam, Bumi Rapak, dan Bumi Jaya. Cuman kapan listriknya akan bisa melayani rumah warga, ya kami juga belum tahun lagi. Dari pihak PLN juga belum ada berani menjanjikan,” imbuhnya.

Heri berkata, untuk pemasangan instalasi listrik, warga telah mengeluarkan biaya sebesar Rp2,5 juta, Uang itu sudah termasuk biaya penyambungan dan uang jaminan langganan (BPUJL). Dalam hal biaya ini sendiri, warga tidak ada yang keberatan karena besarnya keinginan mendapatkan layanan listrik memadai dari PLN.

“Dari PLN, sempat sih menyampaikan kalau sebelum Ramadan lalu, listrik sudah bisa menyala. Cuman hingga dengan sekarang, layanan listrik belum ada terealisasi. Ya, sejujurnya kami sangat berharap adanya layanan listrik,” katanya.

“Kami juga ingin merasakan rumah-rumah kami diterangi listrik seperti rumah warga yang ada di daerah perkotaan di Sangatta. Bila ada listrik 24 jam, pasti ada banyak usaha yang juga bisa kami kembangkan,” tandasnya. (*)

Penulis: Redaksi Akurasi.id
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:KaltimKecamatan KaubunKrisis ListrikKutai TimurPedalamanPemkab Kutimtanpa setrum listrik PLN
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Zelenskyy Kunjungi AS: Perkuat Stabilitas dan Pertahanan Ukraina
HeadlineKabar PolitikRagam

Zelenskyy Kunjungi AS: Perkuat Stabilitas dan Pertahanan Ukraina

By
Devi Nila Sari
Hanura Kaltim Berbenah Diri di Hari Jadi Ke-14, Yakin Bisa Ulang Sejarah Manis di Pemilu 2024
Kabar Politik

Hanura Kaltim Berbenah Diri di Hari Jadi Ke-14, Yakin Bisa Ulang Sejarah Manis di Pemilu 2024

By
akurasi 2019
Belajar Tatap Muka Sekolah Dimulai 2021, Komisi IV DPRD Kaltim Ingatkan Tidak Jadi Kewajiban
BirokrasiTrending

Belajar Tatap Muka Sekolah Dimulai 2021, Komisi IV DPRD Kaltim Ingatkan Tidak Jadi Kewajiban

By
akurasi 2019
Irwan Soroti Keuangan Kaltim, Perjuangkan DBH atau Menanti Kebangkrutan!
HeadlineRiwayat

Irwan Soroti Keuangan Kaltim, Perjuangkan DBH atau Menanti Kebangkrutan!

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?