By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Parlemen > Menteri Basuki Menyesal dan Menunda Kebijakan Tapera
HeadlineParlemen

Menteri Basuki Menyesal dan Menunda Kebijakan Tapera

akurasi 2019
Last updated: Juni 7, 2024 2:24 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Menteri Basuki Menyesal dan Menunda Kebijakan Tapera
Menteri Basuki Menyesal dan Menunda Kebijakan Tapera. Foto: Tribunnews.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) telah memicu kontroversi dan penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan penyesalannya atas pelaksanaan kebijakan ini. Setelah mendapat protes keras, Basuki memutuskan untuk menunda pelaksanaan Tapera hingga tahun 2027.

Contents
  • Apa Itu Tapera?
  • Penyesalan Menteri Basuki
  • Penundaan Kebijakan
  • Reaksi dari DPR dan Masyarakat
  • Tantangan kepada DPR
  • Alasan Penundaan Tapera
  • Langkah Selanjutnya

Apa Itu Tapera?

Tapera adalah program pemerintah yang diamanatkan oleh Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat yang disahkan pada tahun 2016. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat memiliki rumah dengan mengharuskan setiap pekerja, baik dari sektor ASN, swasta, maupun mandiri, menyisihkan 3% dari gajinya. Pembagian iuran adalah 0,5% dibayar oleh pengusaha dan 2,5% dipotong dari gaji pekerja.

Penyesalan Menteri Basuki

Menteri Basuki menyatakan penyesalannya atas pelaksanaan kebijakan Tapera. “Dengan kemarahan ini, saya pikir saya menyesal betul,” kata Basuki pada Kamis (6/6). Menurutnya, kebijakan ini ternyata menimbulkan reaksi negatif yang keras dari masyarakat, yang menganggap pemotongan 3% dari gaji mereka sebagai beban tambahan yang memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Penundaan Kebijakan

Basuki menyatakan bahwa ia dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sepakat untuk menunda pelaksanaan Tapera. Basuki menegaskan bahwa meskipun Tapera adalah amanat UU, pelaksanaannya harus menunggu kesiapan masyarakat agar tidak menimbulkan gejolak lebih lanjut.

Reaksi dari DPR dan Masyarakat

Penundaan pelaksanaan Tapera hingga tahun 2027 memberikan waktu bagi pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan persiapan lebih lanjut. Dedi Wahidi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengusulkan agar Tapera tidak diwajibkan untuk semua pekerja. Menurutnya, banyak ASN yang sudah tidak lagi memiliki Surat Keputusan (SK), dan pemotongan gaji untuk Tapera bisa mengganggu kondisi finansial mereka. Usulan ini menekankan bahwa Tapera sebaiknya bersifat anjuran, bukan kewajiban.

Tantangan kepada DPR

Basuki menantang DPR untuk merombak aturan Tapera jika diperlukan. Menurutnya, dasar hukum pelaksanaan Tapera adalah undang-undang, dan jika DPR mendesak pemerintah untuk menunda atau merubah aturan ini, ia dan Menteri Keuangan Sri Mulyani siap mengikuti. Basuki juga mengajak DPR untuk mempertimbangkan usulan bahwa Tapera tidak diwajibkan bagi semua pekerja, melainkan dianjurkan untuk yang berminat saja.

Alasan Penundaan Tapera

Penundaan pelaksanaan Tapera disebabkan oleh beberapa alasan utama:

  1. Belum Siap: Masyarakat dianggap belum siap dengan kebijakan ini.
  2. Beban Ekonomi: Pemotongan 3% gaji dianggap sebagai beban tambahan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
  3. Reaksi Negatif: Gelombang protes dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak diterima dengan baik.

Langkah Selanjutnya

Dengan penundaan pelaksanaan Tapera hingga tahun 2027, pemerintah memiliki waktu untuk mempersiapkan sosialisasi yang lebih baik dan memastikan bahwa masyarakat siap menerima kebijakan ini. Pemerintah juga perlu mendengarkan masukan dari berbagai pihak untuk mengembangkan kebijakan yang lebih baik dan dapat diterima oleh semua kalangan.

Penundaan kebijakan Tapera oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menunjukkan bahwa pemerintah mendengarkan suara rakyat dan berusaha mencari solusi terbaik. Penyesalan Basuki atas pelaksanaan kebijakan ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan penundaan ini, diharapkan kebijakan Tapera dapat diterima dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat di masa depan.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:ASNBasuki HadimuljonoDPREkonomi Indonesiakebijakan pemerintahPekerja SwastaPenundaan TaperaProtes MasyarakatSri MulyaniTabungan PerumahanTapera
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Puan Maharani Dukung Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
HeadlineKabar Politik

Puan Maharani Dukung Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

By
Wili Wili
Penjelasan KPU Jabar Terkait Pelantikan Nisya Ahmad ke DPRD Meski Tidak Lolos Pileg 2024
HeadlineKabar Politik

Penjelasan KPU Jabar Terkait Pelantikan Nisya Ahmad ke DPRD Meski Tidak Lolos Pileg 2024 Konten Artikel:

By
Wili Wili
Kuota Solar di Bontang Tahun Ini Turun, Padahal Kuota Sebelumnya Kurang
CorakHeadlineRagam

Kuota Solar di Bontang Tahun Ini Turun, Padahal Kuota Sebelumnya Kurang

By
Devi Nila Sari
Presiden Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Rakyat Banjarbaru
HeadlinePendidikan

Presiden Prabowo Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Rakyat Banjarbaru

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?