By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Mensos Gus Ipul Reaktivasi 106 Ribu PBI BPJS Kesehatan untuk Penderita Penyakit Katastropik
HeadlineKabar Politik

Mensos Gus Ipul Reaktivasi 106 Ribu PBI BPJS Kesehatan untuk Penderita Penyakit Katastropik

Wili Wili
Last updated: Februari 9, 2026 1:40 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Mensos Gus Ipul Reaktivasi 106 Ribu PBI BPJS Kesehatan untuk Penderita Penyakit Katastropik
Mensos Gus Ipul Reaktivasi 106 Ribu PBI BPJS Kesehatan untuk Penderita Penyakit Katastropik. Foto: Kompas.com.
SHARE

Akurasi.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan akan mereaktivasi lebih dari 100 ribu peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang sempat dinonaktifkan. Reaktivasi tersebut difokuskan bagi penerima manfaat dengan riwayat penyakit katastropik.

“Reaktivasi otomatis kepada 106.000 penderita penyakit katastropik atau kondisi kesehatan serius yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan jangka panjang, seperti penyakit jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal,” ujar Gus Ipul dalam Rapat Konsultasi bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).

Menurut Gus Ipul, kebijakan reaktivasi ini dilakukan agar masyarakat yang memang berhak tetap dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan. Ia menegaskan layanan kesehatan bagi kelompok rentan tidak boleh terganggu hanya karena persoalan administratif.

“Agar layanan kesehatan tidak terganggu dan penerima manfaat bisa kembali mendapatkan haknya, reaktivasi dilakukan secara menyusul,” katanya.

Di sisi lain, Gus Ipul juga mendorong pemerintah daerah agar lebih proaktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk dalam pengusulan dan reaktivasi bantuan sosial. Ia menekankan, data dari pemerintah daerah menjadi pijakan utama Kemensos dalam menentukan penerima jaminan sosial.

“Seluruh penerima bantuan iuran yang kami tanda tangani merupakan usulan dari bupati dan wali kota. Selanjutnya kami lakukan verifikasi dan validasi ulang sesuai alokasi yang tersedia,” jelasnya.

Gus Ipul mencontohkan, jika terdapat 100 ribu usulan dari kepala daerah sementara kuota hanya 50 ribu, maka Kemensos akan melakukan seleksi melalui proses verifikasi dan validasi untuk menentukan penerima yang paling layak.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga mengungkap persoalan serius terkait ketepatan sasaran BPJS PBI. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 54 juta penduduk miskin dan rentan dari kelompok Desil 1 hingga 5 justru belum menerima kepesertaan BPJS Kesehatan PBI. Sebaliknya, sekitar 15 juta orang dari kalangan menengah atas dan mampu masih tercatat sebagai penerima PBI.

“Berdasarkan DTKS, masih ada penduduk Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI JK, sementara sebagian Desil 6 sampai 10 masih tercatat sebagai penerima,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Gus Ipul, menunjukkan adanya ketimpangan dalam perlindungan jaminan kesehatan, di mana masyarakat mampu justru terlindungi, sementara kelompok rentan harus menunggu.

Ia mengakui bahwa data desil yang dimiliki Kemensos belum sepenuhnya sempurna. Sepanjang 2025, Kemensos baru mampu melakukan kroscek terhadap sekitar 12 juta kartu keluarga, dari total lebih dari 35 juta KK yang seharusnya diverifikasi.

“Maka kami bekerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Namun itu masih belum cukup, perlu upaya yang lebih nyata agar data kita dari tahun ke tahun semakin akurat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Kemensos telah melakukan pengalihan kepesertaan secara bertahap sejak Mei 2025 hingga Januari 2026. Langkah ini dinilai berhasil menurunkan tingkat inclusion error dan exclusion error secara signifikan dalam penyaluran BPJS PBI.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:bantuan sosialBPJS KesehatanBPJS PBI Salah SasaranData BansosDPR RIDTSENGus IpulkemensosPBI BPJSPenyakit Katastropik
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Naik Lagi! Ini Harga BBM Non Subsidi per September 2026

Akurasi.id - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi kembali mengalami penyesuaian.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Menpora: DBON Dirancang untuk Cetak Juara
HeadlineOlahragaRagam

Menpora: DBON Dirancang untuk Cetak Juara

By
Redaksi Akurasi.id
Mic Presiden Prabowo Sempat Mati saat Pidato di PBB, Ini Penjelasan Kemlu RI
HeadlineKabar Politik

Mic Presiden Prabowo Sempat Mati saat Pidato di PBB, Ini Penjelasan Kemlu RI

By
Wili Wili
Menkeu Purbaya Buka Opsi Efisiensi Program MBG Jika Harga Minyak Dunia Naik
HeadlineKabar Politik

Menkeu Purbaya Buka Opsi Efisiensi Program MBG Jika Harga Minyak Dunia Naik

By
Wili Wili
Perebutan Kursi Ketua DPRD Kaltim Kian Sengit, Nama Andi Harahap Ikut Menghangatkan
Kabar Politik

Perebutan Kursi Ketua DPRD Kaltim Kian Sengit, Nama Andi Harahap Ikut Menghangatkan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?