By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Mengurai Benang Kusut Intoleransi: Kasus Tangsel dan Harapan Persatuan
PeristiwaTrending

Mengurai Benang Kusut Intoleransi: Kasus Tangsel dan Harapan Persatuan

Yori Akurasi
Last updated: Mei 14, 2024 1:54 pm
By
Yori Akurasi
Share
3 Min Read
Mengurai Benang Kusut Intoleransi: Kasus Tangsel dan Harapan Persatuan
Mengurai Benang Kusut Intoleransi: Kasus Tangsel dan Harapan Persatuan. Foto: Kumparan.
SHARE

Akurasi.id – Kejadian memilukan yang berlangsung di Tangerang Selatan pada awal Mei 2024 telah menjadi sorotan nasional, menunjukkan sisi kelam dari ketidaktoleranan yang masih mendarah daging di beberapa komunitas di Indonesia. Pembubaran paksa kegiatan ibadah Doa Rosario oleh mahasiswa Katolik Universitas Pamulang (Unpam) oleh sejumlah warga lokal bukan hanya meninggalkan luka fisik, tapi juga luka yang lebih dalam terhadap kebhinekaan yang kita junjung tinggi.

Kasus ini berawal dari kegiatan ibadah yang seharusnya menjadi momen damai dan penuh kekhusyukan. Namun, ketenangan tersebut buyar ketika empat warga setempat, termasuk ketua RT, mendatangi lokasi dan dengan paksa membubarkan kumpulan tersebut. Keempat individu ini kini menghadapi tuntutan hukum atas perbuatan mereka, yang terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto, dalam tanggapannya mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghormati antar pemeluk agama. “Kita harus memiliki toleransi yang tinggi dan saling menghargai satu sama lain, terutama dalam sebuah negara bangsa seperti Indonesia,” ujar Hadi dalam sebuah wawancara. Tanggapan ini bukan hanya sebatas seruan moral, tetapi juga panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat fondasi kesatuan yang menjadi pilar negara kita.

Aparat kepolisian telah bergerak cepat dalam menangani kasus ini. Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ibnu Bagus Santoso, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi dan mengumpulkan bukti yang cukup untuk menetapkan status tersangka kepada empat pelaku. “Tindakan kami ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta melindungi hak setiap warga negara untuk beribadah,” terang Ibnu.

Pembubaran ibadah ini juga mengundang reaksi dari berbagai lembaga dan tokoh masyarakat. Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menyerukan agar kasus ini diusut tuntas. “Kami berharap ini menjadi pelajaran bahwa intoleransi, dalam bentuk apa pun, tidak memiliki tempat di Indonesia,” kata Billy Claudio, Ketua Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI.

Halili Hasan, Direktur SETARA Institute, menambahkan bahwa kejadian di Tangerang Selatan merupakan refleksi dari lemahnya ekosistem toleransi yang seharusnya melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan. “Ini adalah momen kritis bagi kita semua untuk mengevaluasi dan memperkuat mekanisme perlindungan terhadap minoritas dan kelompok rentan,” jelas Halili.

Dalam menjawab tantangan ini, perlu ada langkah konkret yang diambil baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Edukasi dan dialog antarimannya harus ditingkatkan untuk mengurangi kesalahpahaman dan membangun rasa saling pengertian. Selain itu, penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif penting untuk menegaskan komitmen negara terhadap keadilan dan kesetaraan.

Momen ini seharusnya menjadi titik balik untuk mengembalikan semangat toleransi dan kesatuan dalam keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia. Melalui kasus yang menyakitkan ini, harapan untuk Indonesia yang lebih inklusif dan hormat terhadap perbedaan semakin mendesak untuk direalisasikan.

Kasus di Tangerang Selatan ini bukan hanya sekedar berita, tapi juga pengingat bahwa jalan kita masih panjang dalam mewujudkan Indonesia yang benar-benar berbhineka tapi tetap satu.(*)

Penulis: Ivan
Editor: Ani

TAGGED:kebebasan beragamakekerasan komunalkesatuan nasionalMenko PolhukamTangerang Selatantoleransi antaragama
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Situs Misterius Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Yunani, Diperkirakan Bangunan Ritual Peradaban Minoa
Covered StoryTrending

Situs Misterius Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Yunani, Diperkirakan Bangunan Ritual Peradaban Minoa

By
Wili Wili
Takumi Minamino Sebut Arab Saudi dan Australia sebagai Lawan Sulit di Kualifikasi Piala Dunia 2026
OlahragaTrending

Takumi Minamino Sebut Arab Saudi dan Australia sebagai Lawan Sulit di Kualifikasi Piala Dunia 2026

By
Wili Wili
Presiden Jokowi Tidak Bantah Keinginan Bertemu Megawati, Dijembatani Sultan HBW
HeadlineTrending

Presiden Jokowi Tidak Bantah Keinginan Bertemu Megawati, Dijembatani Sultan HBW

By
akurasi 2019
Om Albert Resmi Melaporkan Kasus Pencemaran Nama Baik Kepada Pihak Berwajib
PeristiwaTrending

Om Albert Resmi Melaporkan Kasus Pencemaran Nama Baik Kepada Pihak Berwajib

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?