By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Catatan > Membentengi Lahan Pertanian, Menjaga Keamanan Pangan Etam
CatatanHeadline

Membentengi Lahan Pertanian, Menjaga Keamanan Pangan Etam

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Maret 6, 2022 3:43 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
5 Min Read
Membentengi Lahan Pertanian, Menjaga Keamanan Pangan Etam
Anggota Komite II DPD RI/MPR RI Aji Mirni Mawarni saat meninjau salah satu kawasan pertanian di Kaltim. (Redaksi Akurasi.id)
SHARE

Ditulis Oleh: Aji Mirni Mawarni

Samarinda, 20 November 2021

KITA SEMUA, masyarakat Indonesia, memiliki harapan kolektif agar ketahanan pangan, bahkan kedaulatan pangan, bisa terwujud di negeri ini. Namun berbagai tantangan masih panjang membentang, termasuk di Bumi Etam (dalam membentengi lahan pertanian).

Satu di antara permasalahan krusial adalah alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi pertambangan batu bara, perkebunan sawit, atau permukiman. Data tim akademisi Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Januari 2021), lahan pertanian di Kaltim hanya tersisa 38.000 hektare (Ha).

Penyempitan terus terjadi. Di Kutai Kartanegara, lahan sawah menyusut dari 17.000 Ha menjadi 6.000 Ha. Di Kelurahan Lempake-Samarinda, menyusut dari 8.800 Ha menjadi 800 Ha. Adapun potensi lahan sawah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebesar 16.000 Ha, namun yang bisa digarap hanya 8.000 Ha.

Pemprov Kaltim telah mengesahkan Perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), yang diperbarui tahun 2016. Namun regulasi itu belum bisa diberlakukan secara maksimal. Keterbatasan lahan pun membuat Kaltim batal ditetapkan menjadi lumbung pangan nasional tahun 2018.

Saya mengapresiasi diberlakukannya Perda PLP2B di Kabupaten Paser tanggal 15 April 2021 dan di Kota Samarinda tanggal 27 Oktober 2021. Dengan perda tersebut, ada “komitmen resmi” untuk melindungi ribuan hektar lahan pertanian (membentengi lahan pertanian). Demikian pula Kukar yang telah memiliki Perda PLP2B sejak tahun 2012.

Komitmen pemerintahan daerah, khususnya kepala daerah, sangatlah penting. Merekalah aktor kunci yang bisa mengantisipasi alih fungsi lahan pertanian. Pada sisi lain, dibutuhkan kesungguhan mewujudkan kesejahteraan bagi petani. Sehingga mereka tidak tergiur mengalihfungsikan lahannya.

[irp]

Tanpa kesejahteraan, tekad mempertahankan lahan seolah menjadi utopia. Kesejahteraan pun bukan melulu soal berapa rupiah pendapatan para petani setelah menjual hasil panennya, namun juga kesungguhan memfasilitasi para petani dalam menggarap sektor pangan.

Perhatikan kebutuhan riil mereka; mulai dari irigasi yang lancar, jalan usaha tani, alat mesin pertanian yang tepat guna, pasokan pupuk yang memadai, dukungan penyuluh, hingga mengatasi problem kesenjangan harga antara tengkulak dan petani.

Peralihan lahan untuk tambang maupun kebun sawit terkesan sangat mudah. Pasalnya, petani maupun pemilik lahan tak lagi bisa mengandalkan hasil pertanian mereka. Contohnya, 8.000 Ha lahan yang direncanakan untuk irigasi di Separi, sekarang beralih fungsi menjadi lahan tambang. Ada pula persoalan lahan tidur karena nutrisi tanah yang tak lagi subur.

[irp]

Faktor eksternal juga mempengaruhi. Secara faktual, masih ditemukan banyak perusahaan tambang yang tidak melakukan reklamasi dan reboisasi lahan pasca tambang, sehingga lahan tak dapat dimanfaatkan kembali, terutama untuk pertanian. Perlu biaya sangat besar melakukan kapurisasi.

Banyak pula lahan yang tidak produktif selama bertahun-tahun, namun tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh petani karena lahan tersebut masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) atau konsensi pertambangan. Perlu upaya serius memanfaatkan lahan potensial yang tersedia.

Urusan pangan merupakan urusan yang vital, penting, dan mendesak bagi daerah. Kaltim harus serius berbenah. Ketergantungan terhadap hasil pertanian dari luar wilayah Kaltim masih tinggi. Jika suatu saat mereka tak bisa memasok lagi, bagaimana ke depan pertanian Kaltim bisa menunjang ibu kota negara?

[irp]

Saya, melalui Komite II DPD RI, mendorong Kementerian Pertanian membuat program-program pertanian yang spesifik wilayah. Dalam hal penataan ruang, pusat dan pemda harus menertibkan IUP dan HGU di wilayah pertanian. Harus ada ketegasan dalam pemanfaatan wilayah agar tidak terjadi tumpang tindih lahan dan tidak merugikan sektor-sektor lain. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sekilas Penulis: Bagi kaum perempuan Kaltim, Aji Mirni Mawarni bukan jenawa yang asing. Perempuan kelahiran Samarinda, 21 Agustus 1976 itu, pernah menjabat sebagai Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur.

Tidak hanya itu, saat ini, Mawar begitu sapaan karibnya, juga diamanatkan masyarakat Tanah Benua Etam sebagai seorang legislator. Ya, Mawar kini duduk sebagai anggota MPR/DPD RI periode 2019-2024. Mawar bisa dikatakan sebagai salah satu inspirasi bagi banyak perempuan di Kaltim.

Di DPD RI, Mawar duduk di Komite II yang salah satunya membidangi masalah pembangunan. Dia juga dipercaya sebagai Sekretaris Divisi Penguatan Kelembagaan dan Capacity Building, Kaukus Perempuan Parlemen RI (KPPRI).

TAGGED:DPD RIKaltimKeamanan PanganLahan PertanianPertanian IndonesiaPertanian Kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Demo 50.000 Buruh di Jakarta 24 September 2026: Hindari 5 Rute Ini, Cek Jalur Alternatif

Akurasi.id, Jakarta - Hari ini, Rabu (24/9/2026), Jakarta bakal macet total. Sekitar…

Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Peringkat 23, Bulu Tangkis Harapan Emas Pertama

Akurasi.id, Jakarta - Kabar terbaru dari kontingen Indonesia di Asian Games 2026…

Adu Ganas! Perbedaan iPhone 18 Pro Max vs 17, 16, 15 Pro Max, Mana Paling Worth It?

Akurasi.id, Jakarta - iPhone 18 Pro Max baru rilis di Singapura 18…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Wapres Gibran Rakabuming Raka Hadiri Upacara HUT ke-80 RI, Kompak Kenakan Pakaian Adat
HeadlinePeristiwa

Wapres Gibran Rakabuming Raka Hadiri Upacara HUT ke-80 RI, Kompak Kenakan Pakaian Adat

By
Wili Wili
Selain TNI, Keturunan PKI Bisa Jadi PNS dan Masuk Politik
HeadlineTrending

Selain TNI, Keturunan PKI Bisa Jadi PNS dan Masuk Politik

By
akurasi 2019
PDPR Parkir Bontang Minim, Wacanakan E-Parkir di Setiap
CorakRagam

PDPR Parkir Bontang Minim, Wacanakan E-Parkir di Setiap Pasar

By
Devi Nila Sari
Purbaya Yudhi Sadewa Sambut Baik Negosiasi Utang Whoosh Tanpa Keterlibatan Kemenkeu
HeadlinePeristiwa

Purbaya Yudhi Sadewa Sambut Baik Negosiasi Utang Whoosh Tanpa Keterlibatan Kemenkeu

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?