By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Jokowi Enggan Menanggapi Kritikan Keras Megawati Terkait Pemerintahan Saat Ini
Headline

Jokowi Enggan Menanggapi Kritikan Keras Megawati Terkait Pemerintahan Saat Ini

akurasi 2019
Last updated: November 29, 2023 3:38 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Jokowi Enggan Menanggapi Kritikan Keras Megawati Terkait Pemerintahan Saat Ini
Jokowi Enggan Menanggapi Kritikan Keras Megawati Terkait Pemerintahan Saat Ini. (Foto: Ist)
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta, 29 November 2023 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih untuk tidak memberikan tanggapan terhadap kritikan keras yang disampaikan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terkait pemerintahan saat ini. Megawati dalam pidatonya pada Rapat Koordinasi Nasional Relawan Ganjar-Mahfud beberapa hari yang lalu menyebut bahwa penguasa saat ini ingin bertindak seperti pada era Orde Baru (Orba).

Pada Rabu (29/11/2023), usai menghadiri acara gerakan tanam pohon di Hutan Kota JIEP, kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jokowi dihadapkan pada pertanyaan wartawan mengenai tanggapan atas pernyataan kontroversial Megawati. Dengan senyum kecil, Jokowi menyatakan, “Saya tidak ingin memberi tanggapan.” Pernyataan singkat tersebut mencerminkan sikap pemimpin yang memilih untuk menjaga ketenangan dan tidak terlibat dalam polemik publik.

Megawati Soekarnoputri sebelumnya menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintahan saat ini, menganggapnya tidak berbeda dengan zaman Orde Baru. Dia menyoroti beberapa aksi yang dinilainya sewenang-wenang, seperti intimidasi dan intervensi terhadap masyarakat. Pernyataan ini diucapkannya dengan penuh emosi di hadapan ribuan relawan pendukung Ganjar-Mahfud.

Dalam suasana yang memanas, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka turut memberikan tanggapan. Sekretaris TKN, Nusron Wahid, membela pemerintahan Jokowi, menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda praktik Orde Baru dalam kepemimpinan saat ini. Menurutnya, ciri khas rezim Orde Baru yang melibatkan pembungkaman terhadap kritikus tidak terlihat pada rezim Jokowi.

“Kami melihat tidak ada tanda-tanda nyata bahwa kekuasaan hari ini yang dipimpin oleh Pak Jokowi ini mengarah pada praktik Orde Baru karena syarat-syarat itu tidak ada,” kata Nusron kepada wartawan di Media Center TKN, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/11/2023). Dia menambahkan bahwa pemerintah membiarkan Megawati menyuarakan kritik tanpa adanya tindakan keras, yang menurutnya merupakan bukti bahwa tidak ada pembungkaman terhadap kritik seperti pada era Orde Baru.

Nusron juga menyoroti fakta bahwa orang-orang yang terbukti menghina Presiden Jokowi tidak ditangkap, menunjukkan bahwa pemerintahan Jokowi tidak mengikuti praktik Orde Baru yang cenderung represif terhadap kritikus.

Namun, respons Nusron juga menciptakan kontroversi di kalangan masyarakat. Beberapa pihak menilai bahwa penilaian TKN tidak mencerminkan sepenuhnya realitas yang terjadi di lapangan. Ada yang berpendapat bahwa kebijakan dan tindakan tertentu masih dapat diartikan sebagai bentuk intimidasi terhadap kritikus.

Pada sisi lain, sebagian besar politisi dan tokoh masyarakat mengajak untuk menjaga stabilitas dan tidak memperkeruh suasana politik. Mereka menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi dan bahwa dialog konstruktif harus diutamakan dalam membangun negara yang demokratis.

Seiring berjalannya waktu, pertanyaan mengenai kritikan Megawati dan sikap Jokowi yang tidak memberikan tanggapan menjadi pusat perbincangan di berbagai lapisan masyarakat. Beberapa pihak berharap agar isu ini dapat diselesaikan secara dewasa melalui dialog terbuka, sementara yang lain menginginkan adanya klarifikasi lebih lanjut dari pemerintahan Jokowi mengenai kritikan tersebut.

Dalam suasana politik yang semakin dinamis, masyarakat menanti perkembangan lebih lanjut terkait isu ini, sambil berharap agar semua pihak dapat menjaga kerukunan dan kestabilan dalam bingkai demokrasi.(*)

Editor: Ani

TAGGED:JokowiMegawati
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar
  • coretanrakyat.com berkata:
    Desember 1, 2023 pukul 4:08 am

    Salam Satu Redaksi

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Penghasilan dan Lapangan Kerja Dorong Optimisme Masyarakat Akan Kondisi Ekonomi Kaltim
EkonomiHeadlineRagam

Penghasilan dan Lapangan Kerja Dorong Optimisme Masyarakat Akan Kondisi Ekonomi Kaltim

By
Devi Nila Sari
Kuasa Hukum Tom Lembong Klaim Penetapan Tersangka Korupsi Impor Gula Tidak Sah, Kejagung Bantah Tuduhan
HeadlinePeristiwa

Kuasa Hukum Tom Lembong Klaim Penetapan Tersangka Korupsi Impor Gula Tidak Sah, Kejagung Bantah Tuduhan

By
Wili Wili
BI Kaltim Sediakan Rp4,02 Triliun untuk Penukaran Uang Jelang Idul Fitri
EkonomiHeadline

BI Kaltim Siapkan Rp4,02 Triliun untuk Penukaran Uang Jelang Idul Fitri

By
Devi Nila Sari
Keteguhan Netanyahu dalam Serangan Rafah Analisis dan Implikasi bagi Perdamaian di Timur Tengah
Covered StoryHeadline

Keteguhan Netanyahu dalam Serangan Rafah Analisis dan Implikasi bagi Perdamaian di Timur Tengah

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?