By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Program Makan Siang Gratis Prabowo Digodok di Kabinet Jokowi: Antara Harapan dan Realitas
HeadlineTrending

Program Makan Siang Gratis Prabowo Digodok di Kabinet Jokowi: Antara Harapan dan Realitas

akurasi 2019
Last updated: Februari 27, 2024 3:36 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Program Makan Siang Gratis Prabowo Digodok di Kabinet Jokowi: Antara Harapan dan Realitas
Program Makan Siang Gratis Prabowo Digodok di Kabinet Jokowi: Antara Harapan dan Realitas. Foto: Kompas.
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta, Indonesia – Dalam sebuah langkah yang menandai kolaborasi antar pemerintahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, program makan siang gratis yang diusung oleh calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, sedang dibahas dalam rapat kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. Inisiatif ini, yang merupakan bagian dari janji kampanye Prabowo-Gibran, mendapatkan sorotan khusus karena diangkat dalam diskusi perencanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2025.

Program makan siang gratis ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan siswa di seluruh Indonesia, memastikan bahwa mereka menerima nutrisi yang cukup untuk mendukung proses belajar mereka di sekolah. Menurut Prabowo, program ini adalah investasi dalam sumber daya manusia Indonesia yang akan berdampak jangka panjang pada kesehatan dan pendidikan.

Namun, penanganan program ini oleh pemerintahan Jokowi menimbulkan perdebatan. Mahfud MD, calon wakil presiden nomor urut 3, menganggap tidak tepat jika anggaran untuk program tersebut dimasukkan dalam RAPBN 2025 karena disusun berdasarkan program pemerintahan saat ini, bukan pemerintahan yang akan datang. Sebagai solusi, Mahfud menyarankan agar program ini dimasukkan dalam APBN Perubahan 2025 yang akan dibahas pada pertengahan tahun setelah pergantian pemerintahan.

Di sisi lain, pemerintah Jokowi berargumentasi bahwa pembahasan program makan siang gratis dalam RKP dan RAPBN 2025 adalah bentuk antisipasi dan sumbangan pemikiran untuk kelancaran transisi kebijakan antar pemerintahan. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menekankan pentingnya memasukkan program-program ikonik dari presiden terpilih untuk memastikan keberlanjutan pembangunan.

Debat ini mencerminkan dinamika politik yang unik menjelang pemilihan presiden, di mana program dari calon presiden bisa dibahas oleh pemerintahan yang sedang berkuasa. Hal ini menunjukkan upaya untuk menjembatani perbedaan politik demi kepentingan nasional yang lebih besar.

Meski terdapat perbedaan pendapat, kedua belah pihak tampaknya sepakat tentang pentingnya program makan siang gratis untuk masa depan Indonesia. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menambahkan bahwa pemerintah sedang fokus pada penentuan pagu indikatif dan program prioritas, termasuk makan siang gratis, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap program ini.

Pembahasan program makan siang gratis di kabinet Jokowi menjadi simbol dari politik kebijakan yang matang, di mana kepentingan rakyat diutamakan di atas segalanya. Meski masih perlu waktu untuk melihat bagaimana program ini akan diimplementasikan, harapan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa di Indonesia semakin terlihat di cakrawala.

Pembahasan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan komunikasi antar pemerintahan, agar transisi kebijakan dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu kelanjutan pembangunan nasional. Dengan mata tertuju pada pemilihan presiden mendatang, rakyat Indonesia menantikan realisasi janji kampanye yang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup mereka tetapi juga memperkuat fondasi bangsa untuk generasi yang akan datang.(*)

Editor: Ani

TAGGED:JokowiMakan siangPrabowo
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

santri magetan
Trending

2 Santri Magetan Ditetapkan PDP di Balikpapan, Samarinda Proses Tracking

By
akurasi 2019
Nama Airlangga dan Luhut Tercantum di Laporan Pandora Papers
Trending

Nama Airlangga dan Luhut Tercantum di Laporan Pandora Papers

By
Devi Nila Sari
Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Soetta, Kapasitas Hingga 94 Juta Penumpang per Tahun
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Soetta, Kapasitas Hingga 94 Juta Penumpang per Tahun

By
Wili Wili
Pemprov DKI Terapkan WFH dan PJJ hingga 28 Januari 2026 Imbas Cuaca Ekstrem dan Banjir
HeadlinePeristiwa

Pemprov DKI Terapkan WFH dan PJJ hingga 28 Januari 2026 Imbas Cuaca Ekstrem dan Banjir

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?