By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > Mafia Tambang Ilegal di Kukar Menggila, Gubernur dan Bupati Dianggap Masa Bodoh, Kepolisian Diminta Tak Diam
Trending

Mafia Tambang Ilegal di Kukar Menggila, Gubernur dan Bupati Dianggap Masa Bodoh, Kepolisian Diminta Tak Diam

Devi Nila Sari
Last updated: Mei 18, 2021 12:24 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Mafia Tambang Ilegal di Kukar Menggila, Gubernur dan Bupati Dianggap Masa Bodoh, Kepolisian Diminta Tak Diam
Kegiatan penambangan ilegal yang terjadi di Kukar hingga aksi kekerasan terhadap Camat Tenggarong dianggap bukti masifnya mafia tambang. (Dok Akurasi.id)
SHARE
Mafia Tambang Ilegal di Kukar Menggila, Gubernur dan Bupati Dianggap Masa Bodoh, Kepolisian Diminta Tak Diam
Kegiatan penambangan ilegal yang terjadi di Kukar hingga aksi kekerasan terhadap Camat Tenggarong dianggap bukti masifnya mafia tambang. (Dok Akurasi.id)

Mafia Tambang Ilegal di Kukar Menggila, Gubernur dan Bupati Dianggap Masa Bodoh, Kepolisian Diminta Tak Diam. Peristiwa pemukulan yang dialami Camat Tenggarong Arfan Boma adalah aib atas ketiadaan penegakan hukum. Masyarakat kini menjadi tumbal di balik brutalnya mafia tambang.

Akurasi.id, Samarinda – Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu, 9 Mei 2021, kasus dugaan kekerasan kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Aparat Sipil Negara (ASN). Tindak kekerasan tersebut dialami Camat Tenggarong; Arfan Boma setelah dia berupaya mengusir aksi mafia tambang yang membongkar tanah. Serta merusak lingkungan warga tepatnya di RT 17, Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong.

Melalui video berdurasi 54 detik yang Jatam Kaltim terima dari masyarakat, nampak Arfan Boma memerintahkan kepada sejumlah orang yang membongkar tanah diwilayahnya untuk segera menghentikan kegiatan mereka serta angkat kaki dari wilayah tersebut.

Terlihat sekali di video tersebut tidak ada jajaran kepolisian bahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang turut serta bersama Arfan Boma dalam menghentikan dan mengusir aksi mafia tambang tersebut.

Maraknya kejahatan lingkungan ini diduga karena sikap Pemerintah Kaltim serta Pemkab Kukar yang acuh tak acuh terhadap menjamurnya aktivitas tambang ilegal. Bukannya memerintahkan jajaran perangkat dibawahnya untuk menghentikan justru sebaliknya, respons negatif yang hadir.

“Publik masih ingat statemen Edi Damansyah di debat kandidat Pilkada Bupati Kukar tempo hari (2020), apa yang Edy Damansyah ucapkan seolah-olah mendorong praktik-praktik mafia tambang di Kukar (debat cakada 2020) yang ke depan akan menjelma menjadi tambang legal,” tutur Herdiansyah Hamzah, Akademisi dari Universitas Mulawarman.

Aparat hukum tidak hadir di saat rakyat membutuhkan perlindungan dan keselamatan. Tindakan Camat Arfan Boma adalah bukti nyata ketidak hadiran aparat hukum di lapangan kata Pradarma Rupang dari Jatam Kaltim.

[irp]

Abdi Negara menghentikan aktivitas tambang ilegal seperti yang dilakukan oleh Arfan Boma bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya di bulan Februari 2018, staf Kecamatan Tenggarong Seberang bernama Mardi menghentikan iring-iringan truk tambang ilegal yang melintasi jalan di depan kantornya.

Aksi dari gerombolan mafia tambang ini mengakibatkan lingkungan desa di Tenggarong Seberang serta fasilitas jalan umum mengalami kerusakan yang parah. Tindakan Mardi dalam menghentikan iring-iringan truk tersebut sebagai bentuk protesnya atas brutalnya aksi mafia-mafia tambang ilegal ini.

Tahun 2020, tepatnya akhir Maret, Kades Karya Jaya memimpin lebih dari 50 warganya melakukan penghentian kegiatan tambang ilegal yang telah merusak lingkungan desa, khususnya Waduk Samboja yang menjadi sumber utama air baku bagi kebutuhan pertanian serta kebutuhan sehari-hari warga.

Kesal laporan mereka sejak tahun 2018 tidak direspons Gubernur Kaltim serta pihak kepolisian, maka menghentikan secara langsung bersama adalah tindakan terakhir yang bisa Kades Karya Jaya dan warga lakukan.

Jatam Kaltim mencatat respons pemerintah khsususnya Gubernur Kaltim Isran Noor terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin di Kaltim justru paling buruk. Bila dibandingkan dengan gubernur sebelumnya. Banyaknya kasus tambang ilegal selama masa pandemi tidak segera di tindak bahkan hingga kini masih berlangsung.

Contohnya saja sejumlah aktivitas tambang ilegal di wilayah hutan negara. Antara lain tambang di Sungai Merdeka yang masuk dalam Tahura Bukit Soeharto, juga tambang ilegal yang berada di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu. Serta di Desa Sumber Sari dan Sebulu Modern Kecamatan Sebulu.

“Ketiga wilayah tersebut berada di Kawasan Hutan Produksi. Namun nasibnya tidak mendapatkan perlindungan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim maupun pihak Kepolisian,” ketus Pradarma Rupang.

[irp]

Menurut Pradarma Rupang, prioritas yang harus dilakukan pemerintah serta Polda Kaltim. Yakni menindak pelaku tambang ilegal baik dalam situasi sulit seperti pandemi sekalipun. Bagi Jatam Kaltim, justru modus kejahatan yang dilakukan para bandit-bandit tersebut beraksi disaat-saat kondisi pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Herdiansyah Hamzah yang karib disapa Castro berharap, pemerintah lebih berani bertindak untuk mendorong aparat mengusut tambang ilegal. Senada apa yang di sampaikan Castro, Rupang mengingatkan kepada aparat hukum agar tidak berpangku tangan.

“Publik menantikan tindakan nyata penegak hukum dengan menyeret pelaku tambang ilegal di Kukar dan seluruh wilayah Kaltim. Kami juga mendesak aparat untuk mengusut pemukulan yang dialami camat Arfan Boma,” tegas Rupang. (*)

Penulis: Redaksi
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Bupati KukarGubernur KaltimKasus Tambang IlegalKepolisian Diminta Tak DiamKutai KartanegaraMafia Tambang IlegalTambang Ilegal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Sambung Kemeriahan Imlek, Aston Lanjutkan Promo Chinese Shanghai Night
PariwaraTrending

Sambung Kemeriahan Imlek, Aston Lanjutkan Promo Chinese Shanghai Night

By
akurasi 2019
Raffi Ahmad Beri Kesempatan Kerja untuk Tubagus Joddy, Mantan Sopir Vanessa Angel: "Atas Nama Kemanusiaan"
SelebritisTrending

Raffi Ahmad Beri Kesempatan Kerja untuk Tubagus Joddy, Mantan Sopir Vanessa Angel: “Atas Nama Kemanusiaan”

By
Wili Wili
Ramai-ramai Klaim Menang, Castro: Jangan Percaya Data Selain Dari KPU
Trending

Ramai-ramai Klaim Menang, Castro: Jangan Percaya Data Selain Dari KPU

By
akurasi 2019
buka puasa senin kamis
CorakTrending

Menilik Berbuka Puasa Senin–Kamis di Masjid Baiturrahman, Siapapun Boleh Datang!

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?