By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Luhut Klaim Defisit APBN Rp600 Triliun ke Prabowo untuk Program Pembangunan dan Makan Bergizi
HeadlineKabar Politik

Luhut Klaim Defisit APBN Rp600 Triliun ke Prabowo untuk Program Pembangunan dan Makan Bergizi

Wili Wili
Last updated: Juni 6, 2024 2:43 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Luhut Klaim Defisit APBN Rp600 Triliun ke Prabowo untuk Program Pembangunan dan Makan Bergizi
Luhut Klaim Defisit APBN Rp600 Triliun ke Prabowo untuk Program Pembangunan dan Makan Bergizi. Foto: Ist.
SHARE

Jakarta, Akurasi.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa perluasan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp600 triliun untuk pemerintahan Prabowo Subianto akan memungkinkan pelaksanaan sejumlah program unggulan. Klaim ini berdasarkan pemodelan yang dilakukan oleh tim di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

“Dengan pemerintahan yang akan datang bisa mendapatkan tambahan sekitar Rp600 triliun, pembangunan Jalan Tol Sumatera akan tetap dilaksanakan,” ujar Luhut dalam rapat Badan Anggaran DPR RI pada Rabu (5/6).

Lebih lanjut, Luhut menyatakan bahwa proyek Ibu Kota Negara (IKN) dan berbagai proyek lainnya tidak akan terkendala dengan adanya tambahan anggaran ini. Selain itu, tambahan anggaran dari defisit ini juga memungkinkan Prabowo untuk merealisasikan program makan bergizi dan membangun 20 Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan di Indonesia.

“Termasuk makan bergizi dengan rencana presiden terpilih membangun 20 sekolah SMA unggul di Indonesia,” tambah Luhut.

Namun, klaim ini mendapatkan tanggapan kritis dari Anggota Badan Anggaran Fraksi PDIP, Dolfie OFP. Dolfie menuding bahwa defisit APBN senilai Rp600 triliun di era transisi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Prabowo merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah transisi pemerintahan di Indonesia.

Menurut Dolfie, defisit ini sesuai dengan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) APBN 2025, di mana defisit APBN tahun depan dirancang sebesar 2,45 persen hingga 2,82 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Defisitnya hampir 3 persen. Pakai batas minimum saja sudah Rp600 triliun. Setiap pergantian pemerintahan kita punya preseden defisit. Nah, defisit transisi ini adalah yang paling tinggi dari proses transisi yang pernah ada,” ujarnya dalam rapat Badan Anggaran, Selasa (4/6).

Dolfie mempertanyakan alokasi dari defisit sebesar itu dan siapa yang akan diuntungkan. “Presidennya belum kerja anggarannya sudah defisit lebih dari Rp600 triliun. Ini untuk membiayai program siapa?” tanyanya.

Dolfie juga terkejut dengan belanja APBN tahun pertama Prabowo yang mencapai Rp3.500 triliun. Ia heran dengan pemaparan yang disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dan mempertanyakan postur APBN 2025 yang seolah tidak mencerminkan APBN transisi.

“Jadi, di 2025 ini kalau kita lihat dari arah kebijakan fiskal yang tercermin di postur APBN, belanja negara akan didesain di angka kira-kira Rp3.500 triliun lebih. Pertanyaannya, ini belanjanya siapa pak?” ucapnya.

Dolfie menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi seharusnya berkomitmen dalam menyusun APBN transisi untuk presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto. Ia mendesak pemerintah untuk memberikan ruang fiskal yang cukup agar Prabowo dan jajarannya dapat menyesuaikan kebijakan fiskal di kemudian hari.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:APBN 2025defisit APBNkebijakan fiskal.Kemenko MarvesLuhut Binsar Pandjaitanpembangunan infrastrukturPrabowo Subiantoprogram makan bergizisekolah unggulantransisi pemerintahan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Naik Lagi! Ini Harga BBM Non Subsidi per September 2026

Akurasi.id - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi kembali mengalami penyesuaian.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kehadiran NasDem di Pemerintahan Membuat Koalisi Perubahan di Ujung Tanduk
HeadlineKabar Politik

Kehadiran NasDem di Pemerintahan Membuat Koalisi Perubahan di Ujung Tanduk

By
Yori Akurasi
Dea OnlyFans Bikin Pengakuan Mengejutkan: Hamil 5 Bulan-Pernah Coba Bunuh Diri
HeadlineTrending

Dea OnlyFans Bikin Pengakuan Mengejutkan: Hamil 5 Bulan-Pernah Coba Bunuh Diri

By
akurasi 2019
Pramono Belum Putuskan Ganjil Genap di TB Simatupang, Pemprov DKI Tambah 14 Bus Transjakarta
HeadlinePeristiwa

Pramono Belum Putuskan Ganjil Genap di TB Simatupang, Pemprov DKI Tambah 14 Bus Transjakarta

By
Wili Wili
Sudah Bisa Dicek, DPT Pilkada Kukar Sudah Dipasang KPU di Setiap PPS Desa dan Kelurahan
Kabar Politik

Sudah Bisa Dicek, DPT Pilkada Kukar Sudah Dipasang KPU di Setiap PPS Desa dan Kelurahan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?