By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Lahan Pertanian Tak Meningkat, Kutim Sulit Swasembada
News

Lahan Pertanian Tak Meningkat, Kutim Sulit Swasembada

akurasi 2019
Last updated: Juni 15, 2019 10:52 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Sugiono (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
Sugiono (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Luas lahan pertanian di Kutai Timur (Kutim) hanya 7.000 hektare. Ini membuktikan belum ada perluasan lahan pertanian dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan untuk menuju swasembada mandiri, setiap daerah membutuhkan lahan sekitar 20.000 hektare.

Perluasan lahan pertanian terhambat karena sebagian wilayah Kutim terhampar rawa yang cukup luas. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutim, Sugiono mengungkapkan, jika daerah ingin menambah luasan lahan, maka pemerintah daerah (pemda) harus segera menjalankan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dari Kementerian Pertanian (Kementan).

“Jika lahan tidur (rawa) dikelola dengan benar, menjalankan program dari Kementan RI, maka luas lahan pertanian di Kutim akan bertambah dan para petani pun bisa sejahtera. Sebab lahan rawa cocok untuk menanam padi sawah,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (14/6/19).

Program Serasi dirasa sangat cocok bagi Kutim yang memiliki banyak lahan rawa pasang surut (LRPS) dan lahan rawa lebak (LRL). Lahan itu dapat digunakan untuk tanaman padi dan tanaman hortikultura.

Selain itu, dikatakan Sugiono, tak adanya penambahan luasan lahan pertanian disebabkan faktor eksploitasi sumber daya alam. Kendati demikian, hal itu tak berpangaruh secara signifikan.

“Meskipun ada faktor eksploitasi SDA, pertanian masih tetap bisa berproduksi. Walaupun tidak begitu berpengaruh besar, namun tetap harus diwaspadai menjaga swasembada beberapa komoditas seperti beras,” tandasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Lahan PertanianSwasembada Mandiri
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Daftar 23 Pemain

Akurasi.id, Jakarta - Timnas Indonesia akan memulai perjuangan di ajang perdana FIFA…

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan, Dananya Pakai Uang Koruptor

Akurasi.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan baru di sektor pendidikan.…

Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025 untuk Kurangi Kemacetan
HeadlinePeristiwa

Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025 untuk Kurangi Kemacetan

By
Wili Wili
Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap
HeadlinePeristiwa

Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026 Resmi Ditetapkan, Ini Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap

By
Wili Wili
CFD di Jakarta dan Depok Ditiadakan pada 17 Agustus, Fokus pada Upacara HUT ke-80 RI
PeristiwaTrending

CFD di Jakarta dan Depok Ditiadakan pada 17 Agustus, Fokus pada Upacara HUT ke-80 RI

By
Wili Wili
Titiek Soeharto Rayakan Ulang Tahun ke-66, Potong Tumpeng untuk Prabowo Subianto
HeadlinePeristiwa

Titiek Soeharto Rayakan Ulang Tahun ke-66, Potong Tumpeng untuk Prabowo Subianto

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?