
Kronologis kecelakaan yang menewaskan remaja 16 tahun di Bontang usai menghantam pohon. Korban menghembuskan nafas terakhirnya lantaran mendapatkan luka berat di bagian dada dan kepalanya, sesaat setelah dilarikan ke rumah sakit.
Akurasi.id, Bontang – Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal sepeda motor yang terjadi di Jalan MT Haryono, Bontang Utara, Kota Bontang, Jumat malam (18/12/2020). Pengendara sepeda motor tersebut merupakan salah satu warga Bontang Utara.
Remaja laki-laki berusia 16 tahun itu, menghembuskan nafas terakhirnya sesaat setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat, Jumat (18/12/2020) sekitar pukul 22.45 Wita.
[irp]
“Kecelakaannya di depan Rudal, waktu hujan deras, korbannya meninggal saat perawatan di rumah sakit,” terang Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bontang AKP Imam Syafi’i saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (19/12/2020).
Kecelakaan tunggal itu murni terjadi karena korban mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Terlebih pada saat kejadian itu sedang hujan deras yang membuat jarak penglihatan pengendara tersebut sangat terbatas.
“Menurut keterangan dari pihak rumah sakit, tidak ada indikasi korban mengonsumsi minuman beralkohol. Dari pemeriksaan, dada dan kepalanya mengalami luka terhantam batang pohon mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, AKP Imam pun mengimbau kepada setiap orangtua, apabila anak belum cukup umur, kiranya tidak membiarkan anaknya membawa kendaraan sendiri. Kasus kecelakaan itu bisa menjadi cermin betapa berbahayanya membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan sendiri.
[irp]
“Orangtua harusnya melarang anaknya yang di bawah umur untuk menggunakan kendaraan, agar menghindari adanya kecelakaan,” imbaunya.
Ia juga berpesan kepada pengendara untuk lebih berhati-hati ketika hujan. Selain jarak pandang terbatas, jalanan juga licin.
“Kepada seluruh masyarakat, diharapkan agar selalu menerapkan TRI SIAP. Yakni, siap kondisi fisik, siap kondisi kendaraan, serta siap mematuhi peraturan berlalu lintas. Karena kecelakaan berawal dari pelanggaran lalu lintas,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin
