By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Kronologis di Balik Kasus Dugaan Hilangnya Bocah 4 Tahun di Sangatta
News

Kronologis di Balik Kasus Dugaan Hilangnya Bocah 4 Tahun di Sangatta

akurasi 2019
Last updated: Agustus 28, 2019 8:00 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Bocah bernama Nisa (4) asal Sangatta Utara, Kutim, ini sempat dikabarkan menghilang pada Selasa (27/8/19). (Istimewa)
SHARE
Bocah bernama Nisa (4) asal Sangatta Utara, Kutim, ini sempat dikabarkan menghilang pada Selasa (27/8/19). (Istimewa)

Akurasi.id, Sangatta – Lini masa media sosial (medsos) di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Selasa (27/8/19) lalu. Musababnya, seorang bocah berusia 4 tahun 6 bulan dikabarkan telah menghilang di Sekolah Dasar (SD) 006, Sangatta Utara, Bukit Pelanggi. Bocah perempuan itu diketahui bernama Nisa.

Beredarnya informasi di lini Facebook itu tak pelak ramai-ramai mendapatkan respons dari warga medsos. Ratusan komentar membanjiri lini medsos. Bahkan sejumlah grup warga dunia maya di Sangatta pun meluapi postingan tersebut.

Sedangkan pihak kepolisian yang mendapatkan warta tersebut cepat-cepat mengambil langkah. Dalam waktu semalam, kepolisian menelusuri jejak keberadaan Nisa. Alhasil, Nisa pun berhasil ditemukan warga di Masjid Al Falah, Perumahan Munthe, Sangatta Utara sekira pukul 05.00 Wita, Rabu (28/8/19).

Kepada Akurasi.id, Nasla, ibu dari bocah tersebut menceritakan, awalnya anak perempuannya pergi bermain di sekitar SD 006 Sangatta Utara. Berselang beberapa jam, Nasla pun dibuat kaget karena mendapati anaknya sudah tidak berada di tempat dia bermain.

Pontang panting Nasla mencari buah hatinya. Satu persatu warga di sekitar tempat anaknya bermain tidak luput ditanyakan. Namun Nasla tidak sedikit pun menemukan anaknya. Khawatir terjadi apa-apa dengan anaknya, dia pun langsung menginformasikan kepada keluarga besarnya.

“Keluarga saya yang cepat membagikan kabar (kehilangan anak saya) ke media sosial. Kami juga langsung melaporkan kehilangan Nisa kepada petugas kepolisian. Alhamdulillah polisi maupun netizen sangat membantu,” sebut dia.

Nasla berujar, anaknya ditemukan di Masjid Al Falah saat jamaag masjid baru saja menyelasaikan salat subuh. Ketika itu, anaknya didapati saat hendak membuka pintu masjid. “Sepertinya ada yang membawa (anak saya) ke masjid,” ucapnya. Namun siapa yang membawa anaknya ke masjid, Nasla mengaku belum tahu. “Semuanya masih terus ditelusuri pihak kepolisian. Saya bersyukur karena anak saya bisa kembali dengan selamat,” kata dia.

Atas kejadian itu, Nasla mengaku kapok membiarkan anaknya bermain sendiri di luar rumah. Selain itu, dia pun berpesan agar para orang tua ekstra ketat mengawasi anak-anaknya saat bermain di luar rumah. “Kita tidak ada yang tahu apa yang bisa terjadi di sekeliling kita. Ini pelajaran untuk saya agar tak lalai mengawasi anak,” tandasnya.

Orang Tua Wajib Perhatikan Lingkungan Bermain Anak

Psikolog anak, Darma Shanti mengatakan, setiap pelaku penculikan bisa membuat anak-anak nyaman dengan berbagai cara. Sifat anak yang terbiasa dekat dengan siapapun orang di dekatnya juga menjadi faktor pendukung.

“Jadi biasanya, para penculik itu ngerti psikologi anak, jadi mereka memberikan sesuatu yang menyenangkan, kaya mainan atau makanan. Nah, kalau di bawah 5 tahun, emang belum bisa memberontak, tapi rata-rata kalau dia nyaman apalagi dikasih omongan kaya ‘iya nanti, ibu lagi pergi, nanti kita ketemu’ itu udah selesai,” ujar Shanti.

Pengawasan dan kedekatan terhadap anak sangatlah penting. Karenanya, Shanti a meminta para orang tua agar menjaga dan memperhatikan lingkungan sang anak. “Sebenarnya bukan sama siapanya, tapi parenting-nya gimana, jalan enggak, kaya pengawasan dan penjagaan. Saya kira bagian dari parenting memang harus sempurna, paling rentan anak di bawah 5 tahun,” tandasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Anak HilangMedsosViral anak hilang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bangkai Paus Sperma Membusuk di Pantai Sletreng Situbondo, Dikubur untuk Cegah Pencemaran
PeristiwaTrending

Bangkai Paus Sperma Membusuk di Pantai Sletreng Situbondo, Dikubur untuk Cegah Pencemaran

By
Wili Wili
Teguran Keras Kemenag terhadap Garuda Indonesia Setelah Insiden Mesin Pesawat Jemaah Haji
HeadlinePeristiwa

Teguran Keras Kemenag terhadap Garuda Indonesia Setelah Insiden Mesin Pesawat Jemaah Haji

By
akurasi 2019
Wanita 36 Tahun Ditemukan Gantung Diri, Tinggalkan Pesan Minta Dikubur Samping Makam Orang Tuanya
Hukum & KriminalNews

Wanita 36 Tahun Ditemukan Gantung Diri, Tinggalkan Pesan Minta Dikubur Samping Makam Orang Tuanya

By
Devi Nila Sari
Gara-Gara Lupa Dikasih Obat
News

Gara-Gara Lupa Dikasih Obat, ODGJ Malah Curi Motor yang Sedang Terpakir di Pinggir Jalan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?