By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Kontroversi Wacana Penambahan Jumlah Kementerian di Kabinet Prabowo-Gibran Efisiensi versus Ekspansi
HeadlineKabar Politik

Kontroversi Wacana Penambahan Jumlah Kementerian di Kabinet Prabowo-Gibran Efisiensi versus Ekspansi

akurasi 2019
Last updated: Mei 8, 2024 10:46 am
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Kontroversi Wacana Penambahan Jumlah Kementerian di Kabinet Prabowo-Gibran Efisiensi versus Ekspansi
Kontroversi Wacana Penambahan Jumlah Kementerian di Kabinet Prabowo-Gibran Efisiensi versus Ekspansi. Foto: RRI.
SHARE

Akurasi.id. Jakarta – Isu penambahan jumlah kementerian dalam kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah memicu perdebatan di kalangan elit politik dan pakar hukum. Wacana ini tidak hanya mencerminkan divergensi pandangan dalam manajemen pemerintahan tetapi juga mempertanyakan efektivitas birokrasi dan alokasi anggaran negara.

Habiburokhman dari Partai Gerindra menyampaikan pandangan bahwa Indonesia, sebagai negara besar dengan tantangan yang luas, memerlukan lebih banyak kementerian untuk menjamin pelayanan publik yang lebih efektif. “Negara kita membutuhkan struktur yang besar untuk mengatasi tantangan besar,” ujarnya dalam wawancara di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan.

Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden terpilih, menekankan bahwa kabinet yang efektif memerlukan dukungan sumber daya yang memadai, termasuk anggaran dan infrastruktur, untuk menangani program-program besar seperti makan siang gratis bagi rakyat yang masih dibahas lebih lanjut.

Sementara itu, pakar hukum tata negara, Feri Amsari, menilai rencana ini sebagai langkah yang berpotensi memboroskan anggaran negara. “Penambahan kementerian membutuhkan pembaharuan undang-undang dan penyesuaian infrastruktur yang tidak murah,” kata Feri di sebuah diskusi publik di Jakarta.

Komentar serupa juga datang dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang masing-masing menyatakan bahwa keputusan tentang struktur kabinet harus ditentukan oleh presiden terpilih dengan pertimbangan efektivitas dan efisiensi.

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo memberikan perspektif yang berbeda. Anies menyebutkan selama keputusan tersebut sesuai dengan undang-undang, tidak ada masalah. Namun, Ganjar menyatakan kekhawatiran bahwa penambahan ini bisa berarti pembagian kekuasaan yang tidak tepat, suatu bentuk “bagi-bagi kue”.

Di sisi lain, Jusuf Kalla, menekankan bahwa perubahan dalam jumlah kementerian harus didahului dengan perubahan dalam undang-undang yang mengatur struktur kementerian.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:Gibran Rakabuming RakaKabinet IndonesiaKementerian Barupolitik indonesiaPrabowo Subiantoreformasi birokrasiStruktur Pemerintahan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

survei lsi
Kabar Politik

Hasil Survei LSI, Neni Ungguli Adi Darma

By
akurasi 2019
Larangan Pengembangan Produksi Boeing 737 MAX oleh FAA Akibat Insiden Jendela Pesawat Copot
EkonomiHeadline

Larangan Pengembangan Produksi Boeing 737 MAX oleh FAA Akibat Insiden Jendela Pesawat Copot

By
Wili Wili
Seskab Teddy Ungkap Alasan Pasar Murah Monas Digelar: Presiden Ingin Berbagi Kebahagiaan Sekaligus Menghidupkan UMKM
HeadlinePeristiwa

Seskab Teddy Ungkap Alasan Pasar Murah Monas Digelar: Presiden Ingin Berbagi Kebahagiaan Sekaligus Menghidupkan UMKM

By
Wili Wili
AHY Bentuk Satgas Penanganan Sampah Nasional atas Instruksi Presiden Prabowo
HeadlineKabar Politik

AHY Bentuk Satgas Penanganan Sampah Nasional atas Instruksi Presiden Prabowo

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?