By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Kisah Pilu Pasutri Asal Samarinda Harus Hidup di Gerobak dengan Bayinya Lantaran Tak Bisa Bayar Rumah Kontrakan
Trending

Kisah Pilu Pasutri Asal Samarinda Harus Hidup di Gerobak dengan Bayinya Lantaran Tak Bisa Bayar Rumah Kontrakan

akurasi 2019
Last updated: September 4, 2020 11:37 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Kisah Pilu Pasutri Asal Samarinda Harus Hidup di Gerobak dengan Bayinya Lantaran Tak Bisa Bayar Rumah Kontrakan
Andika dan keluarga kecilnya saat ditemui awak media di rumah singgah setelah medapatkan pertolongan dari dermawan. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Kisah Pilu Pasutri Asal Samarinda Harus Hidup di Gerobak dengan Bayinya Lantaran Tak Bisa Bayar Rumah Kontrakan
Andika dan keluarga kecilnya saat ditemui awak media di rumah singgah setelah medapatkan pertolongan dari dermawan. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Sungguh miris apa yang menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang satu ini. Mereka adalah Andika dan Yanti. Sejak tanggal 21 Agustus 2020, dia dan istrinya harus tinggal di gerobak lantaran tidak mempunyai uang untuk membayar sewa rumah kontrakan.

Baca juga: Diduga Terjatuh di Anak Sungai SKM, Bocah 3 Tahun Hilang, Pencarian Masih Dilakukan

Hal yang cukup menyayat perasaan adalah, Andika dan Yanti juga harus hidup di gerobak bersama anak mereka yang masih balita berusia 1 bulan. Hal itu disebabkan lantaran Andika tak mampu membayar tunggakan rumah indekos sebesar Rp350 ribu, dan terpaksa menjadi gelandangan di jalanan.

“Saya cuma telat bayar 10 hari, tapi pintu rumah (sewa) langsung digembok. Makanya kami tinggal di gerobak,” cerita pria 35 tahun tersebut, ditemui Akurasi.id di Rumah Singgah, Jalan Dr Soetomo, Gang 4A, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (3/9/2020).

Istri Andika bernama Yanti, diketahui baru saja melahirkan anak pertama mereka bernama Aditya Pratama yang berumur satu bulan. Sudah 14 hari keluarga kecil tersebut tinggal di Jalan Belatuk, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Hanya berlindung diri dari dalam gerobak. Berselimutkan kardus. Tanpa harta apapun lantaran semua barang-barang ditinggal di rumah sewa.

Beruntungnya kisah pilu Andika dan keluarganya, terdengar oleh sukarelawan dari Sedekah Mandiri Samarinda. Kamis dini hari, 3 September 2020, mereka dijemput dan dibawa ke rumah singgah, Jalan Dr Soetomo Samarinda.

Selanjutnya bayi Andika, Aditya Pratama yang berumur 1 bulan langsung dibawa ke dokter dan diperiksa. Keterangan medis diperoleh, tak ada penyakit dalam tubuh sang bayi. Hanya ruam-ruam di bagian leher. Iritasi kulit yang lazim terjadi kepada bayi.

“Kami sekeluarga begitu terbantu. Saya ucapkan terima kasih,” kata Andika dengan nada suara yang memberat dan wajah tertunduk.

Arisna Setiawati, koordinator Komunitas Sedekah Mandiri Samarinda, semula menerima informasi mengenai Andika dan keluarganya dari Grup Facebook Busam, salah satu forum warga Samarinda di media sosial. Setelahnya, dia bersama-sama komunitas, memastikan keberadaan Andika. Benar saja, keluarga kecilnya tinggal dalam gerobak sampah. Hanya muat dua orang.

Oleh komunitas ini, biaya persalinan sebesar Rp2 juta lebih sudah dilunasi. Dalam waktu dekat ongkos rumah sewa juga bakal dibayar. “Alhamdulillah banyak sukarelawan yang membantu. Untuk sementara mereka tinggal di Rumah Singgah ini, sampai Andika dapat pekerjaan baru,” sebut Arisna.

Andika dan keluarganya begitu bersyukur atas pertolongan yang diberikan. Untuk sementara juga bisa tinggal di Rumah Singgah. Pun dengan ponselnya telah ditebus. Besar harapannya bisa memperoleh pekerjaan. Agar anak dan istrinya bisa makan. “Jadi sopir pun sudah syukur. Yang penting ada,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kutniawan
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:orang pinggiranPasutri Asal Samarindatinggal di gerobak
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

OTT KPK Bupati Ismunandar
Trending

Usai Tersandung OTT KPK, Nasib Pencalonan Ismunandar Jadi Bupati di Ujung Tanduk

By
akurasi 2019
Hilal Tak Terlihat, NU Umumkan Awal Rajab 1443 H Kamis 3 Februari
HeadlineTrending

Hilal Tak Terlihat, NU Umumkan Awal Rajab 1443 H Kamis 3 Februari 2022

By
akurasi 2019
Pembubaran Diskusi Diaspora di Jakarta: Dua Tersangka Dikenakan Pasal Pengeroyokan
Hukum & KriminalTrending

Pembubaran Diskusi Diaspora di Jakarta: Dua Tersangka Dikenakan Pasal Pengeroyokan

By
Wili Wili
Bukannya Silaturahmi Saat Idulfitri, Pria di Balikpapan Malah Rusak Fasilitas Masjid
Trending

Bukannya Silaturahmi Saat Idulfitri, Pria di Balikpapan Malah Rusak Fasilitas Masjid

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?