By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Corak > Kisah Pernikahan Saat Wabah Covid-19, Dilarang Ketua RT Hingga Persiapan Amburadul
Corak

Kisah Pernikahan Saat Wabah Covid-19, Dilarang Ketua RT Hingga Persiapan Amburadul

akurasi 2019
Last updated: April 12, 2020 7:37 pm
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
pernikahan covid-19
Proses akad nikah Kiki dan Oyied, penghulu menggunakan masker dan sarung tangan. (istimewa)
SHARE
pernikahan covid-19
Proses akad nikah Kiki dan Oyied, penghulu menggunakan masker dan sarung tangan. (istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Padi ditanam tumbuh ilalang. Ketika harapan tak sesuai dengan kenyataan, inilah yang dirasakan Kiki Seprianti. Dirinya harus berbesar hati menunda acara pernikahan impian yang sudah direncanakan matang. Semua itu karena corona virus disease 2019 (Covid-19) yang melanda negeri ini.

baca juga: 45 Pengantin Tetap Gelar Akad di Tengah Wabah Covid-19

19 Februari 2020. Perempuan yang akrab disapa Kiki ini ketika mendaftarkan pernikahan bersama calon suaminya, Abdul Rasyid, di Kantor Urusan Agama (KUA) Bontang Utara.

Masih teringat jelas dalam memori Kiki bersama kekasih usai melalui perjalanan panjang dengan hubungan berstatus pacaran. Bermula dari berkenalan melalui BlackBerry Messenger (BBM), dia ingat Maret 2016 silam saat dirinya diajak Oyied –panggilan akrab Abdul Rasyid- bersama kawannya menghadiri konser Michael Learns to Rock (MLTR) di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). 2 bulan kemudian sejak saat itu Kiki mengaku hubungannya semakin serius.

Hingga Mei 2019 Kiki dan Oyied pun akhirnya merencanakan pernikahannya. Hari demi hari mereka lalui sembari menabung hasil jerih payah bekerja di perantauan, Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Kiki bekerja Kerja di PT NPN Sangatta, sedangkan Oyied security di PT PAMA.

Usai tabungan terkumpul, Oyied langsung melamar Kiki pada Februari 2020. Lamaran pun berjalan lancar. Kemudian mereka menyiapkan berkas untuk mendaftar pernikahan. Kiki mengaku saat mengumpulkan berkas dirinya harus mencuri waktu luang disela kesibukannya bekerja. Perempuan kelahiran 11 September 1995 pun rela pulang pergi (PP) dari Sangatta ke Kota Taman –sebutan Bontang.

“Ada sedikit kendala yang tidak bisa saya sebutkan. Dan saat itu saya harus bolak-balik PP Sangatta-Bontang dan hujan-hujanan. Lagi sensitif jadinya saya nangis, hampir patah semangat,” akunya kepada Akurasi.id belum lama ini.

pernikahan covid-19
Undangan yang belum disebarkan masih disimpan di rumah Kiki. (istimewa)

Segala kebutuhan booking salon untuk rias pengantin, dekorasi, fotografer, hingga cetak undangan mulai dipersiapkan. Kiki mengaku kertas undangan sudah dicetak sekira 400 lembar. Dalam undangan tertera akad pernikahan diadakan siang hari di kediaman Kiki di kawasan Tanjung Limau, Bontang Utara. Sedangkan resepsinya pada malam hari di kediaman Oyied, di Berbas Pantai, Bontang Selatan. Menjelang pernikahan dirinya sempat membagikan sekira 50 undangan.

“Jadi masih ada 350 undangan yang belum saya bagikan. Itu pun belum ditempel stiker namanya,” terangnya.

Tibalah Maret 2020, 12 hari menjelang pernikahan Kiki kaget bukan kepalang. Pemkot Bontang menetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) usai ditemukan kasus pasien Covid-19 positif di Kota Taman. Bahkan KUA melalui Kementerian Agama (Kemenag) Bontang mengimbau agar menunda peringatan acara yang mengumpulkan massa. Salah satunya acara pernikahan. Keluarga dan kerabat yang mengetahui hal tersebut, tak sedikit yang menanyakan kelanjutan pernikahan Kiki. Segala persiapan acara pernikahan akhirnya ditunda.

“Saya sempat stres, sedih banget. Apa yang direncanakan amburadul,” ungkapnya.

Lantaran panik pernikahan ditakutkan batal, Kiki pun mencoba izin dengan ketua RT setempat. Meski dilarang mengundang banyak orang, dirinya berharap tetap dapat mengundang keluarga saja. Dia pun juga berharap tetap bisa mengadakan acara adat mappacci malam hari sebelum akad. Namun untuk sekadar memasang dekor pernikahan di rumahnya saja tak mendapat izin dari ketua RT.

“Katanya nanti kalau ada patroli terus lewat dan lihat ada keramaian pasti acara kami dibubarkan. Dan kami jadi malu,” akunya.

Kiki menuturkan pihaknya memutuskan tidak memakai dekorasi pernikahan di rumah. Namun tetap menyewa kebaya dan rias pengantin serta jasa fotografer. Biaya yang dikeluarkan hingga akad nikah hanya sekira Rp 7,6 juta.

“Biar ada kenangan kalau kami sudah akad nikah,” ujarnya.

pernikahan covid-19
Resmi sudah Kiki dan Oyied menjadi pasangan halal (istimewa)

Tetap Hadapi Kenyataan dengan Menunda Resepsi

Akhirnya pernikahan Kiki dan Oyied tetap digelar meski hanya akad nikah di KUA Bontang Utara. Selama akad nikah semua petugas KUA, penghulu, pengantin hingga pengiringnya diwajibkan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk ruangan. Di dalam ruangan tersebut pun dibatasi hanya 10 orang saja. Sehingga ada 2-3 orang keluarga Kiki dan Oyied yang terpaksa menunggu di luar.

Awalnya Kiki dan Oyied menggunakan masker saat tiba di KUA. Namun saat mengabadikan momen oleh fotografer, mereka terpaksa melepaskannya. Bahkan saat proses ijab kabul yang diwakili penghulu KUA Bontang Utara, Ahmad Suda’i bersalaman dengan Oyied dengan menggunakan sarung tangan latex.

“Alhamdulillah setelah akad saya jadi lebih tenang. Kami memutuskan menunda resepsi pernikahan sampai pandemi berakhir,” papar anak sulung dari pasangan Gusmail dan Rosmini ini.

Menikah di tengah wabah Covid-19, Kiki mengaku tidak dapat melupakan momen tersebut. Menurutnya, pandemi tersebut menjadi salah satu ujian besar yang mampu dia hadapi saat pernikahannya. Bahkan ujian itu masih terus berlangsung usai melaksanakan akad nikah. Kata Kiki, saat dirinya memposting foto pernikahannya di akun Facebook-nya, banyak temannya yang mempertanyakan undangan pernikahan mereka lantaran belum memahami kondisi yang tengah dihadapinya. Dengan sabar dia menjelaskan bahwa resepsi pernikahan akan digelar sampai pandemi Covid-19 berakhir.

“Katanya kan kalau mau nikah banyak cobaannya. Saya rasa ini cobaan paling berat selain beratnya ujian sebelumnya. Kesabaran saya lagi diuji, bagaimana cara saya menghadapi masalah seperti ini untuk tetap tenang,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Covid-19feuturepernikahan
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

tim relawan mahyunadi
CorakTrending

Cegah Wabah Corona di Kutim, Tim Relawan Mahyunadi Semprotkan 600 Liter Cairan Disinfektan

By
akurasi 2019
1.524 warga bontang
Trending

BREAKING NEWS: Sebanyak 1.524 Warga Bontang Masuk Monitoring Wabah Virus Corona

By
akurasi 2019
Sosok Mendiang Siswadi di Mata Rusmadi: Kawan yang Baik, Dicintai Masyarakat, 4 Kali Jadi Anggota DPRD Sebagai Buktinya
Corak

Sosok Mendiang Siswadi di Mata Rusmadi: Kawan yang Baik, Dicintai Masyarakat, 4 Kali Jadi Anggota DPRD Sebagai Buktinya

By
akurasi 2019
Kasus Covid-19 Meningkat, Abdul Haris: Pemerintah Jangan Hanya Buat Aturan
RagamTrending

Kasus Covid-19 Meningkat, Abdul Haris: Pemerintah Jangan Hanya Buat Aturan

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?