By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kasus Covid-19 Meningkat, Abdul Haris: Pemerintah Jangan Hanya Buat Aturan
RagamTrending

Kasus Covid-19 Meningkat, Abdul Haris: Pemerintah Jangan Hanya Buat Aturan

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 22, 2021 3:27 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Kasus Covid-19 Meningkat, Abdul Haris: Pemerintah Jangan Hanya Buat Aturan
Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kota Bontang ketika menggelar operasi yustisi dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bontang, di malam tahun baru lalu. (Polres Bontang)
SHARE
Kasus Covid-19 Meningkat, Abdul Haris: Pemerintah Jangan Hanya Buat Aturan
Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kota Bontang ketika menggelar operasi yustisi dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bontang, di malam tahun baru lalu. (Polres Bontang)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang angkat bicara terkait semakin terbatasnya ruang isolasi di Kota Bontang. Hal ini menyusul makin banyaknya kasus Covid-19 di Kota Taman.

Akurasi.id, Bontang – Masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bontang kian hari makin bertambah, hal ini dibuktikan dengan kunjungan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang mulai penuh.

Menyinggapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang angkat bicara. Abdul Haris yang merupakan Anggota Komisi I DPRD Bontang berpendapat, untuk mengurangi penyebaran Covid-19 semakin meluas semua pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat harus sama-sama memahami bahayanya wabah Covid-19. Selain itu, pemerintah dan masyarakat harus benar-benar menaati protokol kesehatan. Jangan sampai pemerintah yang membuat aturan, namun tidak diimbangi dengan tindakan.

[irp]

“Pemerintah jangan hanya sekedar membuat aturan, tetapi betul-betul harus mampu mengawasi, mengimplementasikan dengan baik aturan tersebut. Jangan ada diskriminasi terkait aturan itu,” tegasnya ketika dihubungi, Kamis (7/1/2021).

Dirinya memberi contoh, pemerintah harus tegas dan benar-benar mengawasi lokasi-lokasi keramaian.

“Jika aturan tersebut berbunyi untuk menjaga jarak, semua pelaku ekonomi seperti toko, kafe, restoran dan lain sebagainya, harus benar-benar mengikuti protokol tersebut, dan itu harus benar-benar diawasi pemerintah, dalam hal ini Gugus Tugas Covid-19,” ujarnya,

Ketika ditanya apa yang harus dilakukan jika Bontang terlanjur masuk zona hitam? Haris berharap Pemerintah Kota Bontang tak menerapkan lockdown atau karantina wilayah. Karena hal ini menurutnya dapat mematikan ekonomi masyarakat Bontang.

“Semisal, seandainya, di Bontang sudah makin banyak yang terkonfirmasi positif, bisa jadi ada pemberlakuan ketat. Katakan saja kafe hanya buka sampai jam 8 malam, dan pengunjung dibatasi maksimal 1 jam di tempat tersebut. Karena tidak bisa ditutup kafenya, ini juga untuk menjaga ekonomi masyarakat,” jelas Abdul Haris.

[irp]

Sementara itu Anggota Komisi I DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang menyebut, fasilitas kesehatan untuk kasus Covid-19 di Kota Taman masih sangat terbatas, termasuk pada ruang isolasi. Ditambah lagi penyebaran Covid-19 tidak ada hentinya, yang membuat hampir setiap hari kasus semakin meningkat.

“Seharusnya pemerintah juga bekerja sama dengan perusahaan yang ada di Kota Bontang, libatkan BUMN. Karena untuk sekarang ini bukan lagi mencegah, tetapi menindak. Ini harus dibicarakan dengan forum CSR perusahaan,” tegas pria yang karib disapa BW ini, saat dihubungi Akurasi.id Kamis (7/1/2021).

Senada dengan Abdul Haris, untuk lockdown di Bontang, dirinya tak menyarankan hal tersebut. Karena dapat menjatuhkan ekonomi masyarakat. Solusi lain kata dia, yakni memperketat protokol kesehatan, agar bersama-sama mengurangi penyebaran Covid-19 semakin meluas.

“Masyarakat harus sadar dengan protokol kesehatan. Ini merupakan langkah awal agar penyebaran tidak makin meluas. Dan tentu harapan kita semoga keadaan semakin membaik kedepannya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

 

TAGGED:Abdul HarisBakhtiar WakkangCovid-19DRPD BontangKasus Covid-19 MeningkatlockdownProtokol KesehatanRSUD Taman Husada Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Direksi Terpilih Perusda Kaltim Bakal Dipanggil Komisi II DPRD Kaltim Usai Melaksanakan Reses
Kabar Politik

Direksi Terpilih Perusda Kaltim Bakal Dipanggil Komisi II DPRD Kaltim Usai Melaksanakan Reses

By
Redaksi Akurasi.id
Sikapi Pencopotan Makmur HAPK, Kader Muda Partai Golkar Minta Pengurus Jaga Soliditas Partai
Kabar Politik

Sikapi Pencopotan Makmur HAPK, Kader Muda Partai Golkar Minta Pengurus Jaga Soliditas Partai

By
Devi Nila Sari
Kabar Gembira, Pemkot Bontang Kucurkan Rp3 Miliar Bantu Pedagang Pasar Citra Mas yang Terbakar
Trending

Kabar Gembira, Pemkot Bontang Kucurkan Rp3 Miliar Bantu Pedagang Pasar Citra Mas yang Terbakar

By
Devi Nila Sari
Jackson Wang dan Nagita Slavina Masak Takjil dan Ngabuburit Bareng, Seru dan Penuh Tawa
SelebritisTrending

Jackson Wang dan Nagita Slavina Masak Takjil dan Ngabuburit Bareng, Seru dan Penuh Tawa

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?