By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Yaqut: Kemenag Itu Hadiah untuk NU, Bukan Umat Islam Umum
HeadlineTrending

Yaqut: Kemenag Itu Hadiah untuk NU, Bukan Umat Islam Umum

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 25, 2021 4:19 pm
By
Devi Nila Sari
Share
6 Min Read
Yaqut: Kemenag Itu Hadiah untuk NU, Bukan Umat Islam Umum
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi bahwa pernyataannya soal Kementerian Agama hadiah untuk NU disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU. (Arsip Humas Kemenag)
SHARE
Yaqut: Kemenag Itu Hadiah untuk NU, Bukan Umat Islam Umum
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi bahwa pernyataannya soal Kementerian Agama hadiah untuk NU disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU. (Arsip Humas Kemenag)

Akurasi.id — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum. Hal tersebut diungkap Yaqut dalam agenda Webinar digelar RMI-PBNU yang diunggah oleh kanal YouTube TVNU Rabu (20/10).

Awalnya, Yaqut bercerita bahwa ada perdebatan kecil di internal Kemenag terkait asal-usul pendirian Kemenag. Perdebatan itu terjadi lantaran Yaqut berencana ingin mengganti slogan Kemenag yakni ‘Ikhlas Beramal’.

“Ada perdebatan kecil di kementerian ketika mendiskusikan Kemenag. Saya mau ubah tagline atau logo Kemenag. Tagline kemenag itu kan ikhlas Beramal. Saya rasa enggak ada ikhlas itu ditulis. Ikhlas itu kan di hati. Enggak ada ikhlas ditulis. Ikhlas beramal itu enggak pas,” kata Yaqut di acara tersebut.

Namun, ia mengatakan bahwa perdebatan itu lantas menjurus ke arah asal usul berdirinya Kemenag. Ia bercerita terdapat staf Kemenag yang mengatakan bahwa Kemenag dibentuk sebagai hadiah untuk umat Islam. Yaqut lantas membantah hal tersebut. Baginya, Kemenag itu hadiah bagi NU. Sehingga wajar bila NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag sampai saat ini.

“Saya bantah. Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum. Tapi spesifik untuk NU. Saya rasa wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag karena hadiahnya untuk NU,” ujar Yaqut. Yaqut lantas menjelaskan secara historis soal pendirian Kemenag. Kemenag, kata dia muncul karena pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta.

Tujuh kata itu yakni ‘Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya’. Baginya, tokoh-tokoh NU kala itu memiliki peran penting sebagai juru damai usai tujuh kata itu dihapus dari Piagam Jakarta.

“Kenapa begitu? Kemenag muncul karena pencoretan 7 kata dalam piagam jakarta . Yang usulkan itu jadi juru damai atas pencoretan itu mbah Wahab Chasbullah. Kemudian lahir Kemenag karena itu,” ujar Yaqut

[irp]

“Nah wajar kalau kita minta Dirjen Pesantren dan kita banyak afirmasi pesantren dan santri jamiyah NU. Saya kira rasa wajar saja. Tak ada yang salah,” tambah dia. Lebih lanjut, Yaqut mengatakan ada yang memprotes pernyataannya tersebut. Karena di Kemenag turut melakukan afirmasi bagi agama Kristen, Katolik, Hindu, Budha hingga Konghucu. Menjawab itu, Yaqut menekankan jemaah NU yang besar tetap ingin melindungi semua yang kecil.

“Eh NU itu besar dan jamaahnya besar. Fisik badannya besar. Orang yang besar itu melindungi yang kecil. NU itu ingin melindungi yang kecil,” kata dia.

“Nah kalau sekarang Kemenag jadi kementerian semua agama, bukan menghilangkan ke NU-annya. Tapi justru menegaskan NU. NU terkenal toleran dan moderat. Saya rasa enggak ada yang salah,” tambah Yaqut.

Kontroversi Ucapan Yaqut Berujung Usul Pembubaran Kemenag

Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU) mengundang banyak protes dari tokoh agama. Protes muncul bahkan meminta lebih baik Kemenag dibubarkan.

[irp]

Selang beberapa waktu setelah Yaqut menyebut Kemenag hadiah untuk NU, bantahan dan protes dari beberapa tokoh agama berdatangan.

PBNU misalnya, membantah Kemenag didirikan sebagai hadiah untuk NU. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengatakan Kemenag bukan hanya untuk NU atau umat Islam, melainkan untuk semua agama.

Menurut Helmy, semua pihak bisa menjadi pemimpin Kemenag dengan catatan bertujuan menciptakan kemaslahatan dan kesejahteraan.

“Kemenag hadiah negara untuk semua agama, bukan hanya untuk NU atau hanya untuk umat Islam,” kata Helmy dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10). Helmy mengakui bahwa Yaqut memiliki hak untuk berpandangan demikian, menurutnya pernyataan itu tidak bijaksana dan tidak tepat dalam perspektif kenegarawanan yang membangun.

[irp]

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan sejarah pendirian Kemenag yang ia ketahui berbeda dengan versi Yaqut. Meski demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut perbedaan tersebut. Mu’ti meminta agar sebagai Menteri agama, Yaqut bersikap adil kepada semua agama dan organisasi.

“Seharusnya menteri agama bersikap adil kepada semua agama dan organisasi,” kata Mu’ti. Sementara itu, salah satu tokoh agama, Anwar Abbas menyarankan agar Kemenag dibubarkan. Ia menyesalkan pernyataan dan cara berpikir Yaqut yang menyebut Kemenag hadiah bagi NU.

“Saya minta Kementerian Agama lebih baik dibubarkan saja karena akan membuat gaduh di mana mudaratnya pasti akan jauh lebih besar dari manfaatnya,” kata Anwar. Menurut Anwar, Kemenag hanya akan dikelola oleh orang-orang NU jika pola pikir seperti yang Yaqut utarakan dibiarkan. Bagi Anwar, hal itu tidak bisa diterima jika sampai terjadi.

[irp]

“Semestinya sebagai seorang menteri dan pemimpin umat mereka lebih mencerminkan dan mengedepankan sikap arif serta bersikap dan bertindak sebagai negarawan,” ujar Anwar. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id
Sumber: CNNIndonesia.com

TAGGED:Hadiah NUHeadlineKemenagYaqut Cholil
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Maknai HUT RI ke-77, Gubernur Kaltim Ajak Masyarakat Bersyukur
CorakHeadlineRagam

Maknai HUT RI ke-77, Gubernur Kaltim Ajak Masyarakat Bersyukur

By
Devi Nila Sari
Rapat Komisi III DPR RI: Agenda Kritis, Kontroversi, dan Proses Demokrasi
Headline

Rapat Komisi III DPR RI: Agenda Kritis, Kontroversi, dan Proses Demokrasi

By
akurasi 2019
Nasib Timnas Indonesia Ditentukan Laga Melawan Filipina, Mampukah Lolos ke Putaran Ketiga?
OlahragaTrending

Nasib Timnas Indonesia Ditentukan Laga Melawan Filipina, Mampukah Lolos ke Putaran Ketiga?

By
akurasi 2019
Cuitan Ferdinand 'Allahmu Lemah' Berpotensi Timbulkan Keonaran
HeadlineTrending

Cuitan Ferdinand ‘Allahmu Lemah’ Berpotensi Timbulkan Keonaran

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?