By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Kaltim Tolak Kebijakan Pemberlakuan Kartu Vaksin di Tempat Umum
Kabar Politik

Kaltim Tolak Kebijakan Pemberlakuan Kartu Vaksin di Tempat Umum

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 18, 2021 8:42 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Kaltim Tolak Kebijakan Pemberlakuan Kartu Vaksin di Tempat Umum
Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji saat diwawancarai awak media. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)
SHARE
Kaltim Tolak Kebijakan Pemberlakuan Kartu Vaksin di Tempat Umum
Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji saat diwawancarai awak media. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

Kaltim tolak kebijakan pemberlakuan kartu vaksin di tempat umum. Distribusi vaksin yang belum mencukupi kebutuhan masyarakat Kaltim menjadi alasan kuat penolakan.

Akurasi.id, Samarinda  – Pemerintah pusat berencana menerapkan kebijakan pemberlakuan kartu vaksin sebagai syarat berkegiatan di tempat umum. Jakarta pun menjadi provinsi pertama yang menerapkan kebijakan tersebut.

Dengan adanya kartu vaksin, masyarakat dapat berkegiatan dengan leluasa. Seperti datang ke mal, restoran, dan tempat umum lainnya.

Namun, tampaknya penerapan kebijakan kartu vaksin di tempat umum belum dapat dilaksanakan di setiap daerah. Lantaran perbedaan cakupan realisasi vaksinasi yang berbeda-beda. Seperti yang terjadi di Kaltim.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji. Ia menegaskan, Kaltim belum siap menerapkan aturan wajibnya sertifikat vaksin di tempat umum seperti masuk mal atau pusat perbelanjaan. Lantaran kondisi di Kaltim berbeda dengan di Pulau Jawa.

“Saat ini belum, karena kita tidak mungkin menerapkan  hal tersebut. Di Jawa vaksin melimpah, oke lah mereka melakukan hal tersebut. Tapi kalau di Kaltim, dengan kondisi saat ini belum bisa,” ucapnya.

Wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra ini bahkan siap menyampaikan penolakan ke pemerintah pusat jika aturan tersebut diberlakukan sekarang. Lantaran distribusi vaksin yang belum mencukupi kebutuhan masyarakat Kaltim walau antusiasme masyarakat tinggi.

[irp]

“Namun, apabila vaksin sudah mencukupi dan masyarakat sudah semua divaksin, ya itu boleh dilakukan. Ini yang harus didiskusikan ke pemerintah pusat,” kata dia.

Sedangkan mengenai keluhan dari pengusaha Kaltim, disebutkan Seno Aji ia belum menerima. Lantaran kebijakan ini sejatinya memang belum diberlakukan di Benua Etam, sebutan lain Kaltim.

“Kalau keluhan belum ada karena kita belum memberlakukan hal tersebut,” ujarnya.

Terkait syarat pemberlakuan kartu vaksin di maskapai penerbangan, ia menilai hal itu wajar. Pihaknya pun sempat mendiskusikan hal itu dengan kementerian kesehatan.

[irp]

“Kemarin sudah kami diskusikan. Kita setuju saja karena tidak banyak masyarakat Kaltim yang bepergian, melakukan penerbangan. Sehingga kami merasa itu oke saja, masih bisa dilakukan,” ucapnya.

Hal senada turut disampaikan Asisten 1 Pemprov Kaltim HM Jauhar. Ia mengatakan, penerapan kartu vaksin di Kaltim belum memungkinkan lantaran realisasi yang masih rendah.

“Ya belum memungkinkan karena vaksin pertama dan kedua kalau dirata-ratakan masih di bawah 20 persen. Jadi bukan warga yang tidak mau vaksin, tapi karena animo masyarakat untuk vaksin sebenarnya cukup tinggi. Namun, kuota vaksin yang masih rendah,” kata dia. (*)

Penulis: Devi Nila Sari

Editor: Rachman Wahid

TAGGED:#DPRD KaltimPemprov KaltimVaksinVaksinasi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi, Ketua DPRD Bontang Beri Apresiasi
Kabar Politik

Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi, Ketua DPRD Bontang Beri Apresiasi

By
Devi Nila Sari
Groundbreaking ke-9 di IKN: Tambahan Investasi Rp6,49 Triliun di Tengah Tantangan Proyek Swasta
HeadlineKabar Politik

Groundbreaking ke-9 di IKN: Tambahan Investasi Rp6,49 Triliun di Tengah Tantangan Proyek Swasta

By
Wili Wili
PDIP Tertarik Usung Anies di Pilkada Jakarta 2024, NasDem: Politik Itu Dinamis
HeadlineKabar Politik

PDIP Tertarik Usung Anies di Pilkada Jakarta 2024, NasDem Politik Itu Dinamis

By
Wili Wili
Vaksinasi Covid-19 di Bontang Tahap Kedua, Neni: Harus Tepat Sasaran
Trending

Vaksinasi Covid-19 di Bontang Tahap Kedua, Neni: Harus Tepat Sasaran

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?