By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Kronologis di Balik Kasus Penipuan WhatsApp Catut Nama Wali Kota Bontang Basri Rase
News

Kronologis di Balik Kasus Penipuan WhatsApp Catut Nama Wali Kota Bontang Basri Rase

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 11:23 am
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Kronologis di Balik Kasus Penipuan WhatsApp Catut Nama Wali Kota Bontang Basri Rase
Hasil tangkapan layar pesan singkat WhatsApp yang mengatasnamaka wali kota dan wakil wali kota Bontang. (Redaksi Akurasi.id)
SHARE
Kronologis di Balik Kasus Penipuan WhatsApp Catut Nama Wali Kota Bontang Basri Rase
Hasil tangkapan layar pesan singkat WhatsApp yang mengatasnamaka wali kota dan wakil wali kota Bontang. (Redaksi Akurasi.id)

Kronologis di Balik Kasus Penipuan WhatsApp yang Catut Nama Wali Kota Bontang Basri Rase. Dalam penipuan berbasis daring itu, tidak hanya menyeret nama Basri Rase, tetapi juga ikut mencatut nama Wakil Wali Kota Bontang Najirah.

Akurasi.id, Bontang – Beberapa waktu lalu, beredar di media sosial sebuah tangkapan layar dari akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wali Kota Bontang Basri Rase. Tak hanya wali kota, aksi penipuan yang dilakukan orang tak bertanggung itu juga mencatut nama Wakil Wali Kota Bontang, Najirah.

Dalam tangkapan layar yang beredar tersebut, terlihat seorang pengguna dengan nomor telepon 08122243969 mengaku kepada calon korban bahwa dirinya merupakan Wali Kota Bontang, Basri Rase. Agar korban mudah terperdaya, penipu tersebut juga menggunakan foto profil Basri dan Najirah.

Oknum itu melakukan penipuan melalui pesan singkat WhatsApp dengan kedok menawarkan kendaraan bekas pegawai negeri sipil. Mulanya, pelaku mengaku sebagai wali kota. Selepas berkenalan dan berbincang. Pelaku pun mulai melancarkan aksinya.

Dia menawarkan kendaraan dinas bekas pegawai negeri sipil, yang akan dilelang di Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang (KPKL). Seperti kendaraan mobil dan motor. Pun dengan harga yang terbilang cukup murah.

Agar lebih meyakinkan korbannya. Pelaku juga mengirimkan daftar harga dan jenis kendaraan tersebut. Apabila korban berminat, pelaku pun akan langsung meminta dana untuk ditransfer.

Saat dikonfirmasi terkait kasus penipuan WhatsApp itu, Rabu (13/7/2021), Wali Kota Bontang Basri Rase menyampaikan, bahwa kabar yang telah ramai di media sosial tersebut adalah penipuan. Dia meminta kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada, agar tidak ada lagi korban selanjutnya yang mengatasnamakan dirinya.

“Saya pastikan bahwa hal tersebut adalah tidak benar. Warga harap berhati-hati jika menemukan modus-modus penipuan serupa,” ujarnya singkat kala memberikan jawaban kepada wartawan Akurasi.id.

Menanggapi hal itu, Humas Polres Bontang AKP Suyono menuturkan, mereka belum mendapati adanya laporan kasus dengan modus kejahatan tersebut. Kendati demikian, celah seperti ini tetap berisiko menimbulkan modus kejahatan baru di WhatsApp.

[irp]

Dia menjelaskan, kasus itu belum bisa dikatakan sebagai penipuan. Pasalnya, belum ada korban yang dirugikan dari segi materi. Menurutnya, hal seperti ini bisa dikatakan sebagai percobaan penipuan. “Sejauh ini belum ada laporan. Kami akan cek. Kalau ada laporan masuk, kami akan lakukan penyelidikan,” ujarnya.

Lanjut Suyono, apabila ada temuan, kasus tersebut akan berlanjut ke ranah hukum. Pelaku bakal dijerat dengan Pasal 28 Ayat 1 dan Pasal 45a Ayat 1 UUD Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

[irp]

“Ini perbuatan yang tidak terpuji. Kami akan lakukan penindakan, silakan laporkan kalau ada yang merasa dirugikan,” serunya mengakhir obrolan dengan wartawan media ini. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Basri RaseCatut Nama Wali KotaKasus PenipuanNajirahPenipuan WhatsAppWakil Wali Kota BontangWali Kota Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Presiden Prabowo Putuskan 4 Pulau Sengketa Resmi Milik Aceh, Polemik dengan Sumut Selesai
HeadlinePeristiwa

Presiden Prabowo Putuskan 4 Pulau Sengketa Resmi Milik Aceh, Polemik dengan Sumut Selesai

By
Wili Wili
Dalami Dugaan Korupsi Bupati Ismunandar dan Istri, Belasan Pejabat dan Staf Pemkab Kutim Diperiksa di Polres Samarinda
Hukum & KriminalTrending

Dalami Dugaan Korupsi Bupati Ismunandar dan Istri, Belasan Pejabat dan Staf Pemkab Kutim Diperiksa di Polres Samarinda

By
akurasi 2019
News

Pemkab Kutim Perbolehkan Pegawai Terdampak Banjir tak Masuk Kerja

By
akurasi 2019
PT MRT Jakarta Hentikan Kegiatan Olahraga Pound Fit di Stasiun Bundaran HI
PeristiwaTrending

PT MRT Jakarta Hentikan Kegiatan Olahraga Pound Fit di Stasiun Bundaran HI

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?