Petaka Kala Mencari Rezeki di Perairan Muara Badak, Dua Warga Kukar Pulang Tanpa Nyawa Usai Kapal Terlibat Tabrakan

![]()

Petaka Kala Mencari Rezeki di Perairan Muara Badak, Dua Warga Kukar Pulang Tanpa Nyawa Usai Kapal Terlibat Tabrakan. JU dan MR pun terjatuh kedalam air. Keduanya panik, berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Namun, nasib naas dialami keduanya.
Akurasi.id, Bontang – Hembusan angin menyapa batang-batang ilalang yang tumbuh di sekitar perairan Toko Lima, Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar). Sewaktu matahari akan meninggalkan senja, terpancar sinar merah kebiruan di langit. Terlihat para tetangga mulai menutup pintunya.
Jarum jam menunjukkan pukul 18.00 Wita. Sinar merah di langit perlahan mulai redup menghitam. JU (28), pria kelahiran Panyili, 07 Juni 1986 yang merupakan seorang nelayan, berangkat bersama rekannya MR (29) untuk mencari ikan. Semua perlengkapan sudah dipersiapkan.
Perahu kecil berukuran 3 meter siap berangkat. Gelombang air laut tampak tenang seperti biasanya. Seolah takkan terjadi apa-apa. Suara mesin mulai terdengar. Perahu mungil itu perlahan beranjak menuju lautan.
Menit berbilang jam, perahu itu terus melaju meninggalkan pemukiman warga. Sayang, Tuhan punya kehendak lain. Sekira pukul 18.40 Wita, bahtera mungil yang dikendarai JU bersama MR, tiba-tiba terbalik usai menabrak perahu yang ukurannya lebih besar dua kali lipat dari miliknya. Diketahui perahu besar itu dikendarai IK (17),bersama temannya SA (28).
JU dan MR pun terjatuh kedalam air. Keduanya panik, berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Beruntung, MR yang pandai berenang berhasil dievakuasi ke kapal milik IK. Namun, JU masih berada di dalam air.
IK yang melihat kejadian itu, mencoba menolong JU. Dengan sigap dia lalu menyeburkan diri ke air. Namun, nasib naas dialami keduanya. IK, pria kelahiran 01 Januari 2004 itu awalnya berniat menyelamatkan, namun harus ikut tenggelam bersama JU. Diperkirakan kedalaman di lokasi kejadian mencapai 10 meter.
Sementara MR dan SA mencoba mencari di sekeliling lokasi tabrakan. Sayang, keduanya tidak ditemukan. MR dan SA lalu bergegas kembali ke pemukiman, untuk meminta pertolongan warga dan petugas polisi.
Kapolsek Muara Badak AKP Purwo Asmadi mengatakan, dua kapal terlibat tabrakan, Rabu (7/7/2021) sekira pukul 18.40 Wita. Kapal yang digunakan IK diketahui biasa membawa barang jualan seperti sembako. Yang diantar ke kapal-kapal besar yang berada di laut.
“Kapal milik nelayan itu baru mau berangkat ke laut. Sementara kapal yang biasa bawa sembako itu menuju jalan pulang. Keduanya tabrakan,” ungkapnya.
Belakang diketahui, korban JU ternyata tidak bisa berenang. AKP Purwo menjelaskan, pencarian kedua korban berlangsung selama 2 hari hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa, Jumat (9/7/2021) sekira pukul 02.30 Wita.
Kata dia, keduanya ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian. Awalnya warga bersama Polairud Polda Kaltim menemukan mayat IK. 10 menit kemudian, sekitar 20 meter dari kejadian jasad JU juga ditemukan. “Keduanya ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengapung,” jelasnya. (*)
Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin









