By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Usai Kaltim Dapat Rapor Merah Jokowi dan Curhatan Isran Noor yang Enggan Salahkan Masyarakat
Trending

Usai Kaltim Dapat Rapor Merah Jokowi dan Curhatan Isran Noor yang Enggan Salahkan Masyarakat

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 12:55 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
4 Min Read
Usai Kaltim Dapat Rapor Merah Jokowi dan Curhatan Isran Noor yang Enggan Salahkan Masyarakat
Presiden Jokowi memberikan rapor merah bagi Kaltim dalam penanggulangan Covid-19, Gubernur Kaltim Isran Noor turut memberikan respons. (Redaksi Akurasi.id)
SHARE
Usai Kaltim Dapat Rapor Merah Jokowi dan Curhatan Isran Noor yang Enggan Salahkan Masyarakat
Presiden Jokowi memberikan rapor merah bagi Kaltim dalam penanggulangan Covid-19, Gubernur Kaltim Isran Noor turut memberikan respons. (Redaksi Akurasi.id)

Usai Kaltim Dapat Rapor Merah Jokowi dan Curhatan Isran Noor yang Enggan Salahkan Masyarakat. Gubernur Kaltim menyampaikan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di luar prediksi. Walau Kaltim dapat rapor merah, namun Isran tidak mau melempar kesalahan pada masyarakat.

Akurasi.id, Samarinda – Lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 menyebabkan Kaltim mendapat rapor merah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lantaran Kaltim termasuk dalam 5 provinsi dengan angka kasus terkonfirmasi positif tertinggi untuk wilayah luar Jawa-Bali, termsauk Sumatera Utara, Papua, Sumatera Barat, dan Riau.

Untuk diketahui, provinsi luar Jawa-Bali berkontribusi sebanyak 13.200 kasus atau 34 persen dari total kasus nasional pada 25 Juli lalu. Sementara per 6 Agustus, angka tersebut naik menjadi 21.374 kasus atau 54 persen.

Dalam hal ini, Gubernur Kaltim Isran  Noor menegaskan, tidak menyalahkan masyarakat hingga terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif pada pemberlakukan PPKM Level 4 di Kaltim. “Jujur saja, lonjakan ini tidak kami prediksi. Karena, hingga saat ini masyarakat patuh dan taat menjalankan protokol kesehatan. Bahkan, Satgas Covid-19 nasional yang menyebutkan dan menyatakan itu,” kata Isran Noor.

Selain itu, kepatuhan masyarakat Kaltim dalam menjalankan prokes sudah dinilai baik oleh nasional. Kaltim mendapatkan penilaian 90 persen atau mendapatkan warna hijau dalam hal ini. Berbagai upaya dalam menekan kasus pun diakuinya telah dilakukan. Termasuk bekerjasama dengan Kodam IV Mulawarman dan Polda Kaltim, salah satunya dalam giat serbuan vaksinasi massal.

Kemudian, tracing, testing, dan treatment (3T) pun terus dilakukan. Untuk percepatan penanganan kasus di lapangan. Namun, mantan Bupati Kutim ini menyebut, lonjakan kasus juga disebabkan adanya tenaga kerja dari luar Kaltim. Setelah dilakukan tracing ternyata banyak yang sudah terpapar. “Jadi, bukan semata-mata masyarakat tidak patuh. Masyarakat Kaltim sangat patuh,” tegas orang nomor satu di Kaltim ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, dr Padilah Mante Runa mengatakan, masyarakat Kaltim termasuk patuh selama pemberlakuan PPKM. Bahkan ia menyebut, BNPB menyatakan Kaltim sebagai provinsi paling taat melaksanakan prokes. Ia menuturkan, tingginya mobilitas masyarakat dari luar daerah Kaltim menjadi salah satu penyebab tingginya kasus Covid-19 baru-baru ini.

“Kita tahu sendiri kan Kaltim itu mobilitas manusianya tinggi sekali, terutama dari luar daerah. Karena di sini pusat industri besar seperti perminyakan, pertambangan, dan lain-lain. Otomatis arus ekonomi ini mengharuskan orang bolak-balik. Begitupun arus kapal tongkang dari luar negeri. Varian Delta kemarin masuk juga kan dari ABK kapal batu bara asal India,” kata dr Padilah.

[irp]

Untuk itu, menurutnya sangat penting dalam mencapai herd immunity. Mengingat saat ini tingkat vaksinasi Kaltim baru mencapai 20 persen dari target 70 persen. Dengan rincian, vaksinasi tahap satu baru 18 persen dan vaksinasi tahap 2 baru mencapai 11 persen. “Vaksinasi kita masih sangat kurang dari pemerintah pusat. Targetnya 70 persen atau 2,9 juta jiwa, ini baru 20 persen,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Covid-19Isran NoorJoko WidodoJokowi Beri Rapor MerahKaltim Rapor MerahKasus Covid-19 Kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tangki Kilang Cilacap Terbakar saat Hujan Deras Disertai Petir
Trending

Tangki Kilang Cilacap Terbakar saat Hujan Deras Disertai Petir

By
Devi Nila Sari
PPKM Diterapkan, Lapangan Bessai Berinta Ditutup
CorakRagamTrending

PPKM Diterapkan, Lapangan Bessai Berinta Ditutup

By
Devi Nila Sari
Banjir Bali 2025: 14 Korban Jiwa, Ratusan Warga Dievakuasi
PeristiwaTrending

Banjir Bali 2025: 14 Korban Jiwa, Ratusan Warga Dievakuasi

By
Wili Wili
Isu Pemakzulan Presiden Joko Widodo Mencuat, Reaksi dan Pendapat Para Pengamat
HeadlineTrending

Isu Pemakzulan Presiden Joko Widodo Mencuat, Reaksi dan Pendapat Para Pengamat

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?