By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Jokowi Marah di Bali, Keluarkan Kata Bodoh sampai Larang Tepuk Tangan
HeadlineTrending

Jokowi Marah di Bali, Keluarkan Kata Bodoh sampai Larang Tepuk Tangan

akurasi 2019
Last updated: Maret 26, 2022 2:17 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Jokowi Marah di Bali, Keluarkan Kata Bodoh sampai Larang Tepuk Tangan
Presiden Jokowi. (Suara.com)
SHARE

Ungkapkan kejengkelan kepada para menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan BUMN, Presiden Jokowi marah di Bali. Jokowi Marah di Bali sampai menyebut kata-kata bodoh.

Contents
  • Heran Menteri Beli CCTV Impor
  • Larang Peserta Tepuk Tangan

Akurasi.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluapkan sejumlah kejengkelan saat memberikan pengarahan kepada menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan BUMN tentang aksi afirmasi bangga buatan Indonesia, Jumat (25/3).

Saat di Bali, Jokowi sampai mengeluarkan kata bodoh hingga melarang peserta yang hadir tepuk tangan di sela-sela dirinya bicara.

Awalnya, Jokowi mengatakan realisasi pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri baru atau made in Indonesia Rp214 triliun per hari ini. Angka ini setara dengan 14 persen dari total anggaran yang sebesar Rp1.481 triliun.

Jokowi menjelaskan, anggaran untuk pengadaan barang dan jasa begitu besar tahun ini. Rinciannya, anggaran pusat sebesar Rp526 triliun, daerah Rp535 triliun, dan badan usaha milik negara (BUMN) Rp420 triliun.

“Ini uang besar sekali, tidak pernah kita lihat dan ini kalau gunakan 40 persen saja (untuk pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri), maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, kementerian dan BUMN tak perlu repot-repot mencari investor untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Menurutnya, ekonomi RI akan otomatis tumbuh jika pelaku UMKM ikut merasakan seluruh anggaran pengadaan barang dan jasa.

“Tidak perlu cari investor, kita diam saja, tapi konsisten beli barang produksi pabrik-pabrik, industri-industri, UMKM-UMKM kita. Bodoh sekali kalau tidak lakukan ini,” katanya.

[irp]

Heran Menteri Beli CCTV Impor

Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengaku heran karena masih terdapat kementerian atau BUMN yang membeli CCTV secara impor. Padahal, banyak perusahaan lokal yang memproduksi barang tersebut.

“Apa-apaan ini, pikirnya kita bukan negara yang maju buat CCTV saja beli impor,” ujarnya.

Setelah itu, Jokowi menyentil seragam hingga sepatu tentara dan polisi yang juga beli dari luar negeri. Belum lagi pulpen hingga buku tulis yang juga masih berasal dari luar negeri.

“Jangan teruskan ini, setop. Kalau semua beli produk dalam negeri maka lompat ekonomi kita,” katanya.

Jokowi juga menyoroti impor tempat tidur di rumah sakit dan alat kesehatan. Berkaitan dengan impor alat kesehatan dan tempat tidur rumah sakit ini, kejengkelan langsung ia arahkan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

“Alkes, menteri kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit, produksi saya lihat ada di Yogyakarta, Bekasi, Tangerang. (Tapi) masih impor, mau teruskan? Mau saya umumkan kalau saya jengkel,” katanya.

Lalu, impor alat pertanian. Kegeraman terjadi saat Jokowi menanam jagung di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin. Saat itu Jokowi menemukan traktor yang sebenarnya tidak berteknologi tinggi namun beli dari luar negeri.

“Alat mesin pertanian, traktor tak berteknologi tinggi saja impor, jengkel saya,” ujarnya.

Karena keheranannya itu, ia sempat berpikir kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah memang bodoh karena tak mau memakai produk dalam negeri dan UMKM.

“Kadang-kadang saya mikir, ini kita ngerti tidak sih? Jangan-jangan kita tidak kerja detail sehingga tidak tahu barang yang kita beli itu barang impor,” katanya.

[irp]

Larang Peserta Tepuk Tangan

Saking jengkelnya, Jokowi bahkan dua kali melarang peserta yang hadir di ruangan itu untuk tepuk tangan saat dirinya menyampaikan pengarahan.

Jokowi bahkan sampai menunjuk kepala sendiri saking jengkelnya, karena tidak habis pikir melihat kementerian, lembaga, Pemda, dan BUMN banyak masih membeli barang impor.

“Uang-uang APBN, uang rakyat, uang kita sendiri kok kita belikan barang impor, itu kadang-kadang gimana toh? Aduh. Saya detilkan lagi, gregetan saya,” ujarnya.

Berangkat dari itu, Jokowi meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin mengawasi produk impor yang masuk ke Indonesia. Ia mewanti-wanti produk impor tersebut jangan sampai tercap merupakan produk buatan dalam negeri.

“Saya minta Jaksa Agung, jangan sampai ada barang-barang impor masuk ke sini tercap produk dalam negeri,” katanya.

Mantan wali kota Solo itu menyebut, klaim produk impor sebagai produk buatan dalam negeri sering terlihat di platform jual-beli yang para aggregator lakukan.

Ia pun meminta Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi bersama Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani, untuk mengikuti, mengawal, dan mengawasi produk-produk impor yang masuk ke Indonesia secara serius. (*)

Sumber: CNNIndoenesia.com

Editor: Redaksi Akurasi.id


TAGGED:BaliJokowi Marahpresiden jokowiTrending
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Dalami Dugaan Korupsi Bupati Ismunandar dan Istri, Belasan Pejabat dan Staf Pemkab Kutim Diperiksa di Polres Samarinda
Hukum & KriminalTrending

Dalami Dugaan Korupsi Bupati Ismunandar dan Istri, Belasan Pejabat dan Staf Pemkab Kutim Diperiksa di Polres Samarinda

By
akurasi 2019
Pegawai Pemkot Tasikmalaya Kaget Saldo Dana Pensiunnya Mencapai Rp 7,8 Miliar, Gemetar dan Panik
PeristiwaTrending

Pegawai Pemkot Tasikmalaya Kaget Saldo Dana Pensiunnya Mencapai Rp 7,8 Miliar, Gemetar dan Panik

By
Wili Wili
Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 1446 H: Kebijakan Baru dan Respons Beragam
HeadlinePeristiwa

Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 1446 H: Kebijakan Baru dan Respons Beragam

By
Wili Wili
PKS, PKB, dan PDI-P Berikan Sinyal Kuat Dukung Anies pada Pilkada DKI Jakarta
HeadlineKabar Politik

PKS, PKB, dan PDI-P Berikan Sinyal Kuat Dukung Anies pada Pilkada DKI Jakarta

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?