By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Joki Vaksin Abdul Rahim Divaksin 17 Kali Demi Mendapat Bayaran
HeadlineTrending

Joki Vaksin Abdul Rahim Divaksin 17 Kali Demi Mendapat Bayaran

Devi Nila Sari
Last updated: Desember 22, 2021 12:51 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Joki Vaksin Abdul Rahim Divaksin 17 Kali Demi Mendapat Bayaran
Joki Vaksin Abdul Rahim Divaksin 17 Kali Demi Mendapat Bayaran
SHARE
Joki Vaksin Abdul Rahim Divaksin 17 Kali Demi Mendapat Bayaran
Joki vaksin Abdul Rahim saat pengambilan sampel darah. (Istimewa/tvonenews.com)

Joki vaksin Abdul Rahim divaksin 17 kali demi mendapat bayaran. Menjadi joki vaksin Abdul Rahim ternyata merasakan efeknya usai disuntik vaksin berkali-kali demi pelanggan yang menginginkan kartu sertifikat.

Akurasi.id, Pinrang – Nama Abdul Rahim mendadak viral di media sosial (medsos). Abdul Rahim membuat geger dengan video pengakuan yang mengatakan telah divaksinasi Covid-19 sebanyak 17 kali.

Joki vaksin asal Pinrang, Sulawesi Selatan ini kini diamankan di Mapolres Pinrang. Dia membeberkan upayanya hingga bisa mendapatkan vaksin Covid-19 berkali-kali. Anehnya, di salah satu puskesmas, Rahim mengungkapkan sempat dicurigai, namun tetap saja bisa mendapatkan vaksin untuk kesekian kalinya.

“Saya hanya mengenakan masker dan membawa fotokopi KTP warga yang meminta saya mewakilinya mendapatkan vaksin dengan bayaran bervariasi,” ujar Abdul Rahim dikutip tvOnenews.com, Rabu, 22 Desember 2021.

[irp]

Joki Vaksin Abdul Rahim Dibayar Hingga Rp800 Ribu

Abdul Rahim yang saat ini masih menjalani pemeriksaan, juga mengungkapkan kalau dirinya tetap bisa lolos mendapat vaksin walaupun sempat dicurigai. “Sempat ada petugas vaksin yang curiga di salah satu puskesmas dan bertanya bapak sudah divaksin sepertinya, saya jawab belum dan dia percaya,” tambahnya lagi sambil tersenyum.

Abdul Rahim membuat geger dengan video pengakuan yang mengatakan menjadi joki vaksin untuk orang lain, yang hanya ingin mendapatkan sertifikat atau kartu vaksin telah divaksin Covid-19. Tak tanggung-tanggung, ia mengaku sudah mendapatkan 17 suntikan vaksin dengan bayaran Rp100 ribu hingga Rp800 ribu sekali suntik vaksin.

Polisi pun memeriksa setidaknya 7 warga yang diduga kuat menggunakan jasa Abdul Rahim untuk mewakili mereka disuntik vaksin.

[irp]

Kondisi Joki Vaksin Abdul Rahim Usai Mendapat 17 Suntikan

Abdul Rahim membeberkan kondisi yang dialaminya setelah menerima vaksin sebanyak 17 kali. “Agak keram (kebas) tapi saya acuhkan dan badan agak lemas tapi tidak berlangsung lama,” ujar Abdul Rahim di Mapolres Pinrang, Selasa (21/12/2021) lalu, dilansir tvOnenews.com.

“Semoga tidak ada dampaknya pak, karena saya hingga saat ini tidak merasakan dampak aneh di badanku,” lanjut Abdul Rahim menambahkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Dyah Puspita Dewi langsung merespons pernyataan Abdul Rahim, dan telah meminta pihaknya menelusuri lokasi-lokasi mana saja yang menjadi tempat Abdul Rahim mendapatkan vaksin hingga tujuh belas kali tersebut.

“Kami sudah bergerak dan meminta keterangan yang bersangkutan (Abdul Rahim) di mana saja dia mendapatkan vaksin dan sudah ada beberapa tempat yang kami ketahui. Ini tentunya menjadi pelajaran buat kami di tengah upaya kita mengejar pemerataan vaksinasi. Kami akan lebih selektif lagi dalam memeriksa dokumen warga yang hendak divaksin,” ujar Dyah Puspita Dewi.

Sementara itu Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan datang ke Mapolres Pinrang untuk mengambil sampel urine dan darah Abdul Rahim. Hal ini dilakukan untuk meneliti dampak dari menjalani vaksinasi sebanyak 17 kali.

“Kami mengambil sampel darah dan urine bersangkutan untuk diteliti,” kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit atau P2P Dinkes Sulawesi Selatan, Muhammadong. (*)

Sumber: Viva.co.id
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Abdul RahimJoki VaksinVaksin Covid-19
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Dimulai 10 Februari 2025, Ini Daftar Penyakit yang Bisa Diperiksa
KesehatanTrending

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Dimulai 10 Februari 2025, Ini Daftar Penyakit yang Bisa Diperiksa

By
Wili Wili
Wilmar Group Serahkan Rp11,8 Triliun ke Kejagung Terkait Korupsi Ekspor CPO
HeadlineHukum & Kriminal

Wilmar Group Serahkan Rp11,8 Triliun ke Kejagung Terkait Korupsi Ekspor CPO

By
Wili Wili
Pasien Positif Kaltim Bertambah
Trending

Updet Covid-19 Kaltim: Pasien Positif Bertambah 11 Pasien, Se-Kaltim Kini Berjumlah 434 Orang

By
akurasi 2019
Warga Syok Lihat Detik-Detik Pria Mutilasi Korban di Cibalong Garut, Awalnya Dikira Lagi Motong Ayam
HeadlineHukum & Kriminal

Warga Syok Lihat Detik-Detik Pria Mutilasi Korban di Cibalong Garut, Awalnya Dikira Lagi Motong Ayam

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?