
![]()
Arsenal menjadi klub paling agresif jelang penutupan jendela transfer musim dingin di Liga Inggris.
Akurasi.id, London — Jendela transfer musim dingin di Liga Inggris akan ditutup, Rabu (1/2/2023) pagi WITA. Seluruh klub di liga itu hanya memiliki satu hari tersisa untuk memperkuat skuad. Hasil jual-beli pemain dalam waktu singkat itu dapat menentukan takdir mereka pada akhir musim ini.
Arsenal, pemuncak klasemen sementara Liga Inggris, menjadi klub paling agresif jelang tenggat tersebut. Setelah merekrut striker Leandro Trossard dan bek Jakub Kiwior, mereka ingin memboyong gelandang baru. Target utama mereka adalah gelandang Brighton and Hove Albion, Moises Caicedo (21).
Si ”Meriam” sudah menawar Caicedo dengan nilai 60 juta pound sterling (Rp 1,1 triliun), tetapi langsung ditolakar Brighton. Arsenal lantas dikabarkan akan menaikkan jumlah penawaran itu secepatnya. Adapun nilai pasar pemain tim nasional sepak bola Ekuador tersebut hanya 33 juta pound (Rp 611 miliar).
”Kami sangat aktif di jendela transfer. Kami punya beberapa kebutuhan. Jika pemain itu tersedia, klub akan mencobanya selama memungkinkan. Kami berharap bisa memperkuat skuad ini,” kata Manajer Arsenal Mikel Arteta dikutip Reuters, Selasa (31/01/2023).
Menurut Tim Sherwood, mantan manajer di Liga Inggris, nilai penawaran Arsenal kepada Caicedo terlalu tinggi. Dengan harga serupa, menurut dia, masih banyak pemain lainnya yang lebih berkulitas ketimbang gelandang yang baru tampil 26 kali di Liga Inggris itu. Namun, Arsenal tidak punya banyak opsi.
Arteta butuh pelapis dari gelandang jangkar, Thomas Partey. Pelapis sebelumnya, Mohamed Elneny, menepi akibat cedera. Arsenal enggan bertaruh terkait kondisi Partey yang telah 38 kali absen dalam dua tahun terakhir karena berbagai cedera.
Pertaruhan Arsenal kini terlalu besar. Mereka sedang memuncaki klasemen di paruh musim dengan 50 poin, unggul lima poin dan tabungan satu laga dibandingkan tim peringkat kedua, City. Musim ini adalah kans terbaik mereka menjadi juara liga setelah paceklik gelar selama nyaris dua dekade.
Lini Tengah Rapuh tanpa Partey
Laga versus City, Sabtu (28/01) lalu, memperlihatkan rapuhnya Arsenal tanpa Partey. Gelandang asal Ghana itu sempat diganti setelah turun minum akibat cedera minor di tulang rusuk. Akibatnya, Arsenal tidak berkembang dan kalah 0-1. Padahal, pada babak pertama, yaitu saat diperkuat Partey, mereka lebih dominan.
Pengganti Partey, Albert Sambi Lokonga, bahkan menjadi aktor utama kekalahan Arsenal pada laga itu. Dia terlambat menutup ruang pencetak gol City, Nathan Ake, di kotak penalti. Lokonga juga bermain seperti orang kebingungan sehingga sempat ditegur kapten tim Arsenal, Martin Odegaard.
Peran Partey krusial di jantung permainan Si Meriam. Kekalahan satu-satunya Arsenal di Liga Inggris adalah dari Manchester United, beberapa waktu lalu, terjadi saat dia absen. ”Pengaruh Thomas sangat besar. Dia punya kepribadian hebat dan sangat penting untuk tim ini,” ujar Arteta.
Beruntung, cedera Partey di laga versus City tidak terlalu serius, seusai pemeriksaan lebih lanjut. Namun, sinyal kehilangan Partey selama 45 menit di Stadion Etihad merupakan potensi bencana Arsenal pada paruh kedua musim. Mereka perlu pelapis yang sepadan.
Caicedo adalah pemain terbaik yang tersedia saat ini untuk melapis Partey. Mereka sama-sama memiliki kelebihan dalam memotong serangan lawan dan menjadi jembatan serangan tim. Keunggulan itu terlihat dalam jumlah tekel, intersep, dan umpan progresif, yang berbeda tipis di antara kedua pemain.
Menurut The Athletic, Arsenal memiliki buruan cadangan jika gagal merekrut Caicedo. Salah satunya Martin Zubimendi, gelandang Real Sociedad yang punya klausul pelepasan kontrak 52 juta pound (Rp 963 miliar). Menurut Whoscored, Zubimendi merupakan pemain di Liga Spanyol dengan statistik perebutan bola sukses terbanyak di lini tengah. (*)
Editor : Fajri Sunaryo









