By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Janji Larang Hijab, Senjata Capres Prancis Dulang Suara di Putaran Kedua Pemilu
HeadlineTrending

Janji Larang Hijab, Senjata Capres Prancis Dulang Suara di Putaran Kedua Pemilu

akurasi 2019
Last updated: April 20, 2022 11:12 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Janji Larang Hijab, Senjata Capres Prancis Dulang Suara di Putaran Kedua Pemilu
Calon Presiden Prancis, Marine Le Pen, berjanji menerapkan larangan penggunaan hijab di ruang publik jika menang putaran kedua pemilu. (AFP/EMMANUEL DUNAND)
SHARE

Capres Prancis janji larang hijab jika menang di putara kedua pemilu. Janji larang hijab ini upaya Capres Prancis Marine Le Pen dulang suara.

Contents
  • Penerapan Sedikit Demi Sedikit
  • Macron Masih Punya Peluang Besar

Akurasi.id, Jakarta – Salah satu calon kuat presiden Prancis berhaluan ekstrem kanan, Marine Le Pen, berjanji akan menerapkan larangan penggunaan hijab jika memenangkan putaran kedua pemilihan umum pada 24 April mendatang.

Perempuan 53 tahun itu memandang kerudung sebagai “seragam kelompok Islam radikal”. Ia pun berencana menjatuhkan denda bagi warga Prancis yang memakainya di tempat publik.

Salah satu sekutu dekat Le Pen, Wali Kota Perpignan, Louis Aliot, menuturkan eks pasangannya itu akan “sedikit demi sedikit” menerapkan aturan melarang penggunaan hijab jika mengalahkan petahana, Presiden Emmanuel Macron, dalam putaran kedua pemilu nanti.

Mengutip ucapan Le Pen kepadanya, Aliot memaparkan larangan hijab adalah salah satu dari beberapa alat politik untuk melawan “Islamisme” di Prancis.

“Namun, penerapannya perlu secara bertahap,” kata Aliot dalam sebuah wawancara dengan Radio France Inter pada awal pekan ini seperti mengutip Reuters.

[irp]

Penerapan Sedikit Demi Sedikit

Larangan hihab harus menargetkan layanan publik dulu pertama-tama sebelum diperluas sedikit demi sedikit, kata Aliot.

“Akan ada perdebatan di parlemen dan kemudian keputusan serta pembuatan pilihan,” paparnya menambahkan.

Le Pen, Politikus dari partai Rassemblement National (National Rally), juga sebelumnya menilai jilbab tidak dapat jadi acuan sebagai tanda keyakinan seseorang terhadap agama.

Ia menilai, melarang penggunaan hijab harus dari kegiatan publik dan tempat umum Prancis.

“Orang-orang (yang berhijab) akan mendapat denda sama seperti tindakan ilegal tidak memakai sabuk pengaman saat berkendara. Menurut saya, kepolisian bisa menegakkan aturan ini,” kata Le Pen seperti mengutip TRT World.

Le Pen selama ini terkenal sebagai politikus yang anti-Muslim dan anti-imigran Prancis.

Le Pen kembali bertarung head to head dengan Macron dalam putaran kedua pemilu 24 April nanti.

Pada 2017, persaingan Le Pen dan Macron masih mendominasi  pemilu yang dinilai sebagai perlombaan antara kaum sayap kanan vs sayap kiri Prancis. Namun, Macron akhirnya keluar sebagai pemenang.

[irp]

Macron Masih Punya Peluang Besar

Tahun ini, jajak pendapat terbaru juga masih menunjukkan Macron yang berpeluang lebih besar memenangkan pemilu.

Jajak pendapat Ipsos untuk France Info dan surat kabar Le Parisien yang penerbitan pada awal pekan ini menunjukkan Macron masih unggul suara dengan 56 persen, naik 0,5 persen dari hari sebelumnya dan 3 persen dari total suara di putaran pertama pemilu.

Akibat suara yang tertinggal, Le Pen pun berupaya memperbaiki citranya dengan tak terlalu menggaungkan sentimen anti-Muslimnya selama kampanye.

Ia bahkan berulang kali menegaskan tak berniat menyerang kelompok tertentu.

“Orang-orang yang ada di wilayah kami, yang menghormati hukum kami, yang menghormati nilai-nilai kami, yang terkadang bekerja di Prancis, tak perlu takut dengan kebijakan yang ingin saya terapkan ini,” kata Le Pen kepada radio France Bleue.

Sementara itu, banyak pengacara, advokat, hingga aktivis menentang rencana pelarangan hijab Le Pen ini yang dinilai melanggar konstitusi Prancis.

Prancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa dengan 9 persen dari total penduduk atau sekitar 5,7 juta jiwa. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Marine Le PenPelarangan HijabPemilu PrancisTrending
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Viral Lapas Cibinong Ada Fasilitas Mewah Bak Hotel, Ini Daftar Penghuninya

Akurasi.id, Jakarta – Jagat maya kembali dihebohkan temuan Ombudsman RI di Lembaga…

Akhiri Puasa 28 Tahun! Indonesia Akhirnya Raih Emas di Asian Games 2026

Akurasi.id, Jakarta - Penantian 28 tahun akhirnya berakhir. Indonesia resmi pecah telur…

Demo 50.000 Buruh di Jakarta 24 September 2026: Hindari 5 Rute Ini, Cek Jalur Alternatif

Akurasi.id, Jakarta - Hari ini, Rabu (24/9/2026), Jakarta bakal macet total. Sekitar…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

mudik lebaran
Trending

Boleh Mudik Lebaran dengan Jalur Udara, Inilah Syaratnya

By
akurasi 2019
Wapres Gibran Bagikan Skincare dan Dengar Masukan Siswa di SMAN 13 Jakarta
HeadlineKabar Politik

Wapres Gibran Bagikan Skincare dan Dengar Masukan Siswa di SMAN 13 Jakarta

By
Wili Wili
Ramai-Ramai Kampanye Kiamat Iklim Akibat Sawit, Demmu: Evaluasi Menyeluruh HGU Setiap Perusahaan
BirokrasiTrending

Ramai-Ramai Kampanye Kiamat Iklim Akibat Sawit, Demmu: Evaluasi Menyeluruh HGU Setiap Perusahaan

By
akurasi 2019
Selain Keluhkan Sakit Dada, Awang Faroek Dirawat di Jakarta Menyusul Semua Keluarganya Positif Covid-19
Trending

Selain Keluhkan Sakit Dada, Awang Faroek Dirawat di Jakarta Menyusul Semua Keluarganya Positif Covid-19

By
Redaksi Akurasi.id
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?