By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Ekonomi > Inflasi Kaltim Oktober 2022 Dipicu Kenaikan Harga Makanan dan Transportasi
EkonomiHeadlineRagam

Inflasi Kaltim Oktober 2022 Dipicu Kenaikan Harga Makanan dan Transportasi

Devi Nila Sari
Last updated: November 3, 2022 5:21 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Inflasi Kaltim Oktober 2022 Dipicu Kenaikan Harga Makanan dan Transportasi
Kenaikan harga makanan/restoran serta transportasi picu inflasi Kaltim Oktober 2022. (Istimewa)
SHARE

Pada Oktober 2022 inflasi Kaltim dipicu kenaikan harga makanan dan transportasi. Tercatat lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Akurasi.id, Samarinda – Pada Oktober 2022, Inflasi Kaltim tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim periode Oktober 2022 tercatat inflasi sebesar 0,17% (mtm). Lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,85% (mtm).

Capaian ini membuat inflasi tahunan Kaltim pada Oktober 2022 tercatat sebesar 5,83% (yoy). Lebih tinggi dibandingkan capaian nasional yang berada pada 5,71% (yoy).

Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Ricky Perdana Gozali menerangkan, berdasarkan kelompok pengeluarannya. Inflasi pada bulan ini utamanya bersumber dari peningkatan harga pada kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran. Serta, kelompok transportasi. Sementara itu, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau.

“Inflasi pada kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sejalan dengan peningkatan keyakinan konsumen,” kata dia.

Berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Kaltim. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Oktober 2022 meningkat menjadi 133,67 dari 119,58 pada bulan sebelumnya. Adapun IKK terbentuk dari keyakinan konsumen terhadap Kondisi Ekonomi saat ini dan Ekspektasi Konsumen ke depan.

TPID se-Kaltim Terus Optimalisasi Program Pengendalian Inflasi

Lebih lanjut, kata dia, hal ini mengindikasikan peningkatan daya beli masyarakat. Sehingga, terdapat peningkatan konsumsi masyarakat yang tercermin dari inflasi kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 1,77% (mtm).

“Sementara pada kelompok transportasi, adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan penyebab utama inflasi kelompok transportasi. Komoditas utama yang mendorong inflasi transportasi adalah bensin dan angkutan antar kota. Namun demikian, capaian inflasi transportasi yang sebesar 0,63% (mtm) tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh terkendalinya harga komoditas pangan. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,45% (mtm). Penurunan harga utamanya terjadi pada komoditas bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, minyak goreng dan cabai rawit.

“Deflasi pada kelompok pangan tersebut didorong masif dan intenfisnya program pengendalian inflasi pangan. Yang dilaksanakan oleh seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Berkenaan dengan hal ini, TPID se-Kalimantan Timur terus berupaya melakukan optimalisasi program pengendalian inflasi. Untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Selain itu, TPID tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota juga telah melakukan Gelar Pangan Murah. Sebagai tindak lanjut dari Kerjasama Antar Daerah (KAD), telah dilakukan berbagai tindak lanjut realisasi antara Kalimantan Timur dengan Nusa Tenggara Timur (NTT). Serta, tindak lanjut KAD Kota Samarinda dengan Jakarta dan Pinrang.

“Ke depan, akan dioptimalkan alokasi Dana Insentif Daerah dan Dana Tranfer Umum untuk program pengendalian inflasi di daerah sebagaimana arahan Presiden RI,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Bank IndonesiaBI KaltimInflasi KaltimInflasi Kaltim OktoberKepala BI Kaltim Ricky Perdana Gozali
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Ketahui Sejak Awal Gejala Penyakit Jantung dan Pencegahannya
Kesehatan

Ketahui Sejak Awal Gejala Penyakit Jantung dan Pencegahannya

By
Devi Nila Sari
Andre Taulany Ajukan Banding Usai Gugatan Cerai Ditolak Pengadilan
SelebritisTrending

Andre Taulany Ajukan Banding Usai Gugatan Cerai Ditolak Pengadilan Agama Tigaraksa

By
Wili Wili
manusianya
Catatan

(Refleksi Wabah Corona) Selamatkan Manusianya!

By
akurasi 2019
Tim Kemenangan Anies-Imin Resmi Diluncurkan, Dipimpin oleh Mantan Kabasarnas M Syaugi
Headline

Tim Kemenangan Anies-Imin Resmi Diluncurkan, Dipimpin oleh Mantan Kabasarnas M Syaugi

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?