By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Indonesia Negosiasi Tarif Dagang 32% dengan AS, Airlangga: Hubungan Perlu Terus Diperkuat
HeadlineKabar Politik

Indonesia Negosiasi Tarif Dagang 32% dengan AS, Airlangga: Hubungan Perlu Terus Diperkuat

Wili Wili
Last updated: Juli 10, 2025 2:40 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Indonesia Negosiasi Tarif Dagang 32% dengan AS, Airlangga: Hubungan Perlu Terus Diperkuat
Indonesia Negosiasi Tarif Dagang 32% dengan AS, Airlangga: Hubungan Perlu Terus Diperkuat. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Delegasi pemerintah Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada Rabu (9/7/2025). Pertemuan ini membahas negosiasi tarif dagang 32% yang diberikan AS untuk Indonesia.

Airlangga menyebut, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diterima pemerintah AS untuk membahas kelanjutan kesepakatan tarif, usai diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 7 Juli 2025.

“Hal ini mencerminkan kuatnya komitmen kedua negara untuk menjaga stabilitas hubungan dagang,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (10/7).

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan apresiasi atas proses negosiasi yang berjalan konstruktif dengan pihak AS. Perundingan mencakup isu tarif, hambatan non-tarif, ekonomi digital, keamanan ekonomi, hingga kerja sama komersial dan investasi. Indonesia dan AS sepakat mengintensifkan negosiasi tarif dalam tiga minggu ke depan untuk memastikan hasil terbaik bagi kedua belah pihak.

“Kita sudah memiliki pemahaman yang sama dengan AS terkait progres perundingan. Ke depan, kita akan terus menuntaskan negosiasi ini dengan prinsip saling menguntungkan,” tegas Airlangga.

Ia menekankan hubungan baik Indonesia dan AS perlu terus diperkuat, terutama untuk memperluas kerja sama di sektor strategis seperti mineral kritis. Menurutnya, AS menunjukkan ketertarikan yang tinggi untuk bermitra di sektor mineral, termasuk nikel, tembaga, dan kobalt.

“Kita ingin meningkatkan hubungan komersial Indonesia dengan AS. Minggu lalu, perusahaan-perusahaan Indonesia di bidang pertanian dan energi telah menandatangani MoU dengan perusahaan AS untuk pembelian produk unggulan dan meningkatkan investasi,” ungkapnya.

Dalam konteks kebijakan tarif terbaru AS, Presiden Trump diketahui mengirim dua gelombang surat kepada 21 negara pada awal Juli 2025, menetapkan tarif impor baru mulai 1 Agustus. Tanpa negosiasi, surat tersebut memuat tarif final untuk ekspor negara-negara tersebut ke AS.

Kenaikan tarif tertinggi dialami Kamboja dengan bea masuk naik dari 36% menjadi 49%. Myanmar, Laos, dan Sri Lanka juga mengalami kenaikan tajam. Sementara Indonesia dan Thailand menjadi sedikit dari negara yang tarifnya tetap, yakni di level 32%.

Kebijakan tarif ini disebut Trump sebagai bagian dari “Liberation Day Tariffs” yang diumumkan April lalu, di mana hampir semua negara dikenakan tarif dasar 10% dengan pengecualian bagi mitra strategis.

Menariknya, tak semua kenaikan tarif didasari data perdagangan. Moldova misalnya, dengan defisit dagang hanya US$85 juta terhadap AS, tetap dikenakan tarif 31%. Hal ini menunjukkan penyesuaian tarif lebih dipengaruhi faktor politis dan strategis.

Hingga kini, Indonesia akan melanjutkan negosiasi dengan AS melalui itikad baik untuk memastikan kerja sama kedua negara memberi manfaat nyata. Turut mendampingi Airlangga dalam pertemuan tersebut antara lain Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono dan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Airlangga HartartoAmerika SerikatDonald TrumpEkonomi Digitalekspor imporIndonesiakebijakan tarif ASmineral kritisnegosiasi dagangtarif dagang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Polisi Ciduk 4 Tersangka dan Bos Pengelola Robot Trading Bodong Fahrenheit!
HeadlineHukum & Kriminal

Polisi Ciduk 4 Tersangka dan Bos Pengelola Robot Trading Bodong Fahrenheit!

By
akurasi 2019
Anak Pedagang Sayur Terpilih sebagai Wakil Rakyat
Kabar Politik

Anak Pedagang Sayur Terpilih sebagai Wakil Rakyat

By
akurasi 2019
Dugaan Gratifikasi Kaesang Pangarep: Dosen FH UII Ungkap Cara Sederhana Buktikan Kebenaran
HeadlinePeristiwa

Dugaan Gratifikasi Kaesang Pangarep: Dosen FH UII Ungkap Cara Sederhana Buktikan Kebenaran

By
Wili Wili
Hotman Paris Tegaskan Pegi Setiawan Bukan Dalang Pembunuhan Vina Cirebon
HeadlineHukum & Kriminal

Hotman Paris Tegaskan Pegi Setiawan Bukan Dalang Pembunuhan Vina Cirebon

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?