By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Kaltim Urutan Ketiga Setelah DKI Jakarta dan Jabar Dalam Indeks Demokrasi Indonesia
Kabar Politik

Kaltim Urutan Ketiga Setelah DKI Jakarta dan Jabar Dalam Indeks Demokrasi Indonesia

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 13, 2021 7:49 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Kaltim Urutan Ketiga Setelah DKI Jakarta dan Jabar Dalam Indeks Demokrasi Indonesia
Kaltim saat ini menempati posisi 3 dalam Indeks Demokrasi Indonesia setelah DKI Jakarta dan Jabar. (Ilustrasi)
SHARE
Kaltim Urutan Ketiga Setelah DKI Jakarta dan Jabar Dalam Indeks Demokrasi Indonesia
Kaltim saat ini menempati posisi 3 dalam Indeks Demokrasi Indonesia setelah DKI Jakarta dan Jabar. (Ilustrasi)

Kaltim Urutan Ketiga Setelah DKI Jakarta dan Jabar Dalam Indeks Demokrasi Indonesia. Pada 2022, Kaltim bahkan membidik berada di posisi pertama dalam hal keterbukaan dan kualitas Indeks Demokrasi Indonesia.

Akurasi.id, Samarinda – Tren Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kaltim terus alami peningkatan. Kinerja demokasi secara umum telah berada dalam kategori baik. Sehingga, mengantarkan Kaltim menempati posisi ketiga dalam IDI setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar).

Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin mengatakan, dengan dilaksanakannya pertemuan antara pemprov dan DPRD dalam hal ini, pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan capaian yang telah ada. Bahkan, telah bekomitmen untuk bersama-sama meningkatkan indeks demokrasi tersebut.

“Kalau bisa tahun depan kita tingkatkan menjadi posisi 1 atau 2. Tapi, paling tidak harus memepertahankan posisi yang telah ada,” kata dia, usai audiensi dengan kelompok kerja peguatan demokrasi Kaltim, pada Rabu (13/10/2021).

Seiring dengan berjalannya pembangunan ibu kota negara (IKN), anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PKB ini menegaskan, pada dasarnya masyarakat memang dididik untuk cerdas dan bebas berdemokrasi. Tidak ada hal–hal di instansi dan lembaga swasta yang ditutup-tutupi.

“Jadi masyarakat ini wajib untuk menyampaikan pendapat, saran dan kritik. Jangan sampai juga masyarakat menyampaikan kritik malah dimusuhi. Supaya kita ini menjadi pengawas secara keseluruhan, termasuk masyarakat juga,” ujarnya.

Sebagai informasi, Indeks Demokrasi Indonesia atau IDI Kaltim berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 sebesar 77,67 dalam skala indeks 0 sampai 100. Sehingga angka ini mengalami peningkatan 3,79 poin dibandingkan dengan IDI Kaltim 2018 yang capaiannya sebesar 73,88. Meskipun mengalami kenaikan, tingkat demokrasi di Kaltim masih termasuk dalam kategori sedang.

[irp]

Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Kaltim, Firdaus Iwan mengatakan, perhitungan indeks tersebut berdasarkan 3 aspek, 11 variabel, dan 28 indikator. Indikator dimaksud mengalami peningkatan pada tahun 2020, sehingga kini Kaltim menempati posisi ketiga dalam partisipasi politiknya.

Variabel yang dimaksud seperti kebebasan sipil, aspek hak-hak politik masyarakat, dan aspek lembaga demokrasi. “Secara umum semua mengalami peningkatan, walau sempat turun di posisi 16 di 2019. Paling tidak ada perbaikan-perbaikan bagaimana potret kehidupan demokrasi di Kaltim di tahun 2020 kemarin,” kata dia.

Sehingga, besar harapan pihaknya posisi ini akan memberikan angin segar tersendiri bagi pembangunan IKN nantinya. “Yang paling rendah itu sebenarnya di kebebasan sipilnya. Karena di tahun 2019 ada perhitungan-perhitungan yang turun terkait pengaduan masyarakat. Semoga ke depan paling tidak kita bisa memepertahankan ini. Tapi alangkah lebih baik lagi apabila ini dapat naik ke posisi pertama atau kedua,” harapnya.

[irp]

Dalam mempertahankan peringkat ini, dikatakannya, pihaknya bersama instansi terkait akan terus bersinergi menyosialisasikan terkait indeks demokrasi. Karena, sebagaimana diketahui, hingga kini sosialisasi terkait indeks demokrasi memang sangat minin.

“Makanya perlu adanya sienergitas antara pemprov dan dewan. Untuk itu kami juga memohon kepada dewan untuk bisa menyosialisasikan indeks demokrasi ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi  Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:DKI JakartaIndeks Demokrasi IndonesiaJawa BaratKaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gagasan Marwan untuk Pembangunan Kukar (2)
Kabar Politik

Gagasan Marwan untuk Pembangunan Kukar (2)

By
akurasi 2019
Walau Hanya Diikuti Paslon Tunggal, KPU Kukar Tetap Laksanakan Penyampaian Visi Misi Calon
Kabar Politik

Walau Hanya Diikuti Paslon Tunggal, KPU Kukar Tetap Laksanakan Penyampaian Visi Misi Calon

By
akurasi 2019
Menkeu Purbaya Ungkap Perusahaan Baja China Tak Bayar PPN, Negara Rugi hingga Rp4 Triliun per Tahun
HeadlineKabar Politik

Menkeu Purbaya Ungkap Perusahaan Baja China Tak Bayar PPN, Negara Rugi hingga Rp4 Triliun per Tahun

By
Wili Wili
Kucuran APBD Minim, Komisi I Bantu Jembatani Disdukcapil dengan TAPD
Kabar Politik

Kucuran APBD Minim, Komisi I Bantu Jembatani Disdukcapil dengan TAPD

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?