PeristiwaTrending

Hujan Deras Picu Banjir di Kabupaten Bandung: 34.497 Warga Terdampak, Ratusan Mengungsi

BPBD Tingkatkan Kesiagaan dan Evakuasi Warga di Titik Banjir Parah

Loading

Akurasi.id – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung pada Kamis (4/12) sekitar pukul 18.15 WIB menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat lima desa dan kelurahan terendam banjir, yakni Desa Cingcin di Kecamatan Soreang; Bojongsoang di Kecamatan Bojongsoang; Kamasan dan Margahurip di Kecamatan Banjaran; serta Cangkuang Wetan di Kecamatan Dayeuhkolot.

Bojongsoang menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 615 rumah terendam. Selain itu, banjir juga merendam 80 rumah di Kamasan, 47 rumah di Cangkuang Wetan, 6 rumah di Cingcin, serta merusak satu rumah di Margahurip akibat kuatnya arus air. Total warga terdampak mencapai ratusan kepala keluarga (KK), termasuk 47 KK di Cangkuang Wetan yang terpaksa mengungsi demi keselamatan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, menjelaskan bahwa derasnya hujan menyebabkan luapan air terjadi dengan cepat, terutama di kawasan dataran rendah. “Saat ini masih dalam tahap asesmen dan pendataan. Tinggi muka air berkisar antara 0 hingga 70 cm, dan petugas masih bersiaga mengantisipasi kemungkinan peningkatan banjir,” ujarnya, Jumat (5/12).

Jasa SMK3 dan ISO

BPBD Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung untuk melakukan penilaian lapangan dan memastikan kebutuhan bantuan lanjutan bagi warga terdampak.

Selain itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, melaporkan bahwa total 34.497 jiwa terdampak banjir di tiga kecamatan paling parah, yakni Dayeuhkolot (25.918 jiwa), Baleendah (5.579 jiwa), dan Bojongsoang (3.000 jiwa). Sebanyak 162 KK atau sekitar 457 jiwa harus dievakuasi ke tempat pengungsian. “Di Dayeuhkolot ada 307 jiwa atau 99 KK yang mengungsi, sedangkan di Baleendah terdapat 62 KK atau sekitar 150 jiwa,” ungkap Wahyudin.

Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga 150 sentimeter, dengan titik tertinggi berada di Kecamatan Dayeuhkolot. BPBD Kabupaten Bandung telah berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mempercepat proses penanganan korban, sekaligus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Banjir ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan aliran Sungai Citarum meluap hingga merendam permukiman warga sejak Kamis sore.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button