By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > RI Punya Utang Tersembunyi dari China Rp 245 Triliun
HeadlineTrending

RI Punya Utang Tersembunyi dari China Rp 245 Triliun

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 15, 2021 4:52 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
RI Punya Utang Tersembunyi dari China Rp 245 Triliun
Indonesia tercatat memiliki utang Rp245 triliun dari China lewat proyek belt and road initiative seperti dilaporkan AidData. Ilustrasi. (Dok. Kementerian Luar Negeri).
SHARE
RI Punya Utang Tersembunyi dari China Rp 245 Triliun
Indonesia tercatat memiliki utang Rp245 triliun dari China lewat proyek belt and road initiative seperti dilaporkan AidData. Ilustrasi. (Dok. Kementerian Luar Negeri).

Akurasi.id — Indonesia tercatat memiliki utang tersembunyi dari China sebesar US$17,28 miliar atau Rp245,37 triliun (kurs Rp14.200 per dolar AS). Utang tersembunyi atawa hidden debt itu disampaikan oleh lembaga riset AidData dalam laporan bertajuk ‘Banking on the Belt and Road: Insight from a new global dataset of 13.427 chinese development projects.’

AidData adalah lembaga penelitian pengembangan internasional. Laporan ini membahas 13.427 proyek di 165 negara dengan nilai US$843 miliar. Mengutip dokumen tersebut, Jumat (15/10), utang Indonesia terkait dengan strategi belt and road initiative (BRI) yang digagas oleh China.

Indonesia menjadi satu dari ratusan negara yang memiliki utang tersembunyi dari China. “Secara kolektif, ini utang yang dilaporkan senilai sekitar US$385 miliar,” tulis AidData.  Utang tersembunyi Indonesia terhadap China setara dengan 1,6 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Selain utang tersembunyi, Indonesia juga mendapat pinjaman dari China sebesar US$4,42 miliar atau Rp62,76 triliun melalui skema official development assistance (ODA). Lalu, China juga menyalurkan pinjaman ke Indonesia lewat skema other official flows (OOF). Nilainya sebesar US29,96 miliar atau Rp425,43 triliun.

Sebagai informasi, utang tersembunyi yang diberikan China ke Indonesia tak tercatat di lembaga pemerintah. Sebab, utang itu bukan disalurkan lewat pemerintah, tetapi perusahaan negara atau BUMN. Selain BUMN, utang juga disalurkan lewat bank milik negara, dan perusahaan swasta. “Utang ini sebagian besar tidak muncul di neraca pemerintah,” jelas AidData.

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp5.957 T per Agustus 2021

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan utang luar negeri (ULN) Indonesia tembus US$423,5 miliar atau Rp5.957 triliun (kurs Rp14.066 per dolar AS) pada Agustus 2021 kemarin atau tumbuh 2,7 persen secara year on year (yoy).

[irp]

Pertumbuhan utang itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan Juli 2021 yang hanya 1,7% (yoy). BI menyatakan peningkatan pertumbuhan utang tersebut disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral).

BI merinci utang luar negeri itu dihimpun oleh dua pihak. Pertama, pemerintah. Posisi ULN Pemerintah per Agustus 2021 kemarin mencapai US$207,5 miliar. Itu tumbuh 3,7 persen secara yoy.

Pertumbuhan ULN pemerintah itu naik dibandingkan Juli yang 3,5 persen. BI menyatakan kenaikan pertumbuhan ULN tersebut disebabkan oleh masuknya arus modal investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) seiring berkembangnya sentimen positif kinerja pengelolaan SBN domestik.

[irp]

Sementara itu, posisi ULN Pemerintah dalam bentuk pinjaman tercatat mengalami penurunan seiring pelunasan pinjaman yang jatuh tempo sebagai upaya untuk mengelola ULN.

Selain pemerintah, ULN Bank Sentral juga mengalami peningkatan sebesar US$6,3 miliar menjadi US$9,2 miliar. Peningkatan ini berasal dari alokasi Special Drawing Rights (SDR) yang didistribusikan oleh IMF pada Agustus 2021 kepada seluruh negara anggota, termasuk Indonesia demi mendukung ketahanan dan stabilitas ekonomi global dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19, membangun kepercayaan pelaku ekonomi, dan memperkuat cadangan devisa global dalam jangka panjang.

Sementara itu untuk ULN swasta, mengalami kontraksi 1,2 persen secara yoy, setelah pada periode sebelumnya tumbuh relatif stabil. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan sebesar 6,0 persen secara yoy, lebih dalam dibandingkan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 5,0 persen).

[irp]

Selain itu, pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan mengalami perlambatan dari 1,4 persen pada Juli 2021 menjadi sebesar 0,1 persen. Dengan perkembangan tersebut, posisi ULN swasta pada Agustus 2021 tercatat sebesar US$206,8 miliar.

Utang turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya yang US$207,4 miliar. Meski naik, BI dalam pernyataan yang dikutip dari website mereka menyatakan struktur ULN Indonesia sampai saat ini masih tetap sehat dan terkendali.

Ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 37,2 persen. Selain itu, kesehatan utang juga tercermin dari struktur ULN Indonesia yang 88,5 persen di antaranya berjangka panjang.

[irp]

Supaya tetap terjaga, BI menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. BI dan pemerintah juga akan selalu menerapkan  prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang-utang tersebut. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pulau Maratua dan Sambit Masuk Blue Ekonomi dan Kawasan Zonasi Strategis Nasional Tertentu
HeadlineTrending

Pulau Maratua dan Sambit Masuk Blue Ekonomi dan Kawasan Zonasi Strategis Nasional Tertentu

By
Redaksi Akurasi.id
Ammar Zoni Diduga Terlibat Peredaran Narkotika di Rutan Salemba, Gunakan Aplikasi Zangi untuk Transaksi
Hukum & KriminalTrending

Ammar Zoni Diduga Terlibat Peredaran Narkotika di Rutan Salemba, Gunakan Aplikasi Zangi untuk Transaksi

By
Wili Wili
Tebing Danau Furnas Brasil Runtuh - Akurasi.id
HeadlineNews

Tebing Danau Furnas Brasil Runtuh, 6 Tewas 20 Orang Hilang

By
Devi Nila Sari
Ini Penyebab Uang Nasabah Raib di Rekening Bank Mandiri
Trending

Ini Penyebab Uang Nasabah Raib di Rekening Bank Mandiri

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?