By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > Hari Kedua Demo Tolak UU Cipta Kerja, Giliran Aliansi Ormas Bontang Bersuara
Trending

Hari Kedua Demo Tolak UU Cipta Kerja, Giliran Aliansi Ormas Bontang Bersuara

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 9, 2020 4:46 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Hari Kedua Demo Tolak UU Cipta Kerja, Giliran Aliansi Ormas Bontang Bersuara
Aliansi Ormas Masyarakat Bontang melakukan demonstrasi di perempatan Ramayana Bontang. (ist)
SHARE
Hari Kedua Demo Tolak UU Cipta Kerja, Giliran Aliansi Ormas Bontang Bersuara
Aliansi Ormas Masyarakat Bontang melakukan demonstrasi di perempatan Ramayana Bontang. (ist)

Akurasi.id, Bontang – Pasca mahasiswa melakukan aksi demo di Gedung DPRD Bontang, giliran Aliansi Ormas Bontang bersuara. Hari kedua demo tolak UU Cipta Kerja ini digelar di perempatan Ramayana Bontang, Jumat (9/10/20).

Baca juga: Wartawan Samarinda Diinjak dan Dijambak Oknum Polisi saat Meliput Aksi di Polresta Samarinda

Ormas tersebut terdiri dari Ikatan Pemuda Loktuan Bersatu (IPLB), Laskar Borneo Nusantara, Pemuda Pancasila, Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak), IPPLB, Gapter, Pemuda Gunung Sari, serta Serikat Pekerja TKBR yang mayoritas dari ormas tersebut merupakan buruh.

Yopi sebagai koordinator lapangan menjelaskan bahwasanya UU Omnibus Law sangat merugikan masyarakat. Terutama bagi buruh. Mengingat di Kota Taman -sebutan Bontang- ini banyak perusahaan besar sehingga mayoritas masyarakatnya merupakan pekerja.

Di tengah kerumunan massa, hadir juga 4 orang dari DPRD Bontang. Yakni Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Agus Haris Wakil Ketua II DPRD Bontang, Anggota Komisi I DPRD Bontang Muhammad Irfan, dan dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Raking.

“Alhamdulilah target aksi kami tercapai, kami dapat menghadirkan Andi Faizal selaku Ketua DPRD Bontang dan beberapa anggota lainnya. Mereka  menyatakan janjinya akan membuat pernyataan tertulis untuk disampaikan ke pusat,” ucap Yopi.

Hari Kedua Demo Tolak UU Cipta Kerja, Giliran Aliansi Ormas Bontang Bersuara
Yopi Koordinator Lapangan Aksi. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Andi Faizal juga menegaskan DPRD Bontang akan berkoordinasi dengan Pjs Wali Kota Bontang Riza Indra Riadi untuk mengirim surat rekomendasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja tersebut.

“Semoga hal ini bisa menjadi pertimbangan, Masyarakat Bontang menolak semua bentuk perbudakan, penindasan buruh di era modern ini,” ucap Faizal.

Kapolres Bontang AKBP Hanifah Martunas Siringoringo pun mengapresiasi masyarakat yang telah melakukan aksi massa dengan tertib.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudaraku yang pada hari ini menyampaikan aspirasi secara baik, aman, dan tertib,” ucap AKBP Hanifah dalam sambutannya.

Usai melakukan aksi demo kemudian ditutup dengan penandatanganan di atas spanduk bertuliskan “Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja”. Penandatangan tersebut dilakukan oleh para wakil rakyat yang hadir dan perwakilan massa. Kemudian spanduk dipasang di pagar Ramayana. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Aliansi Ormas BontangDemoPenolakan Omnibus LawUU Cipta KerjaUU Omnibus Law
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Terjadi Ledakan Misterius di Pamulang, 8 Rumah Rusak dan 7 Orang Terluka
PeristiwaTrending

Terjadi Ledakan Misterius di Pamulang, 8 Rumah Rusak dan 7 Orang Terluka

By
Wili Wili
Satgas
Hukum & KriminalTrending

Inventaris Aset Daerah, Kejati Kaltim Bakal Bentuk Satgas Khusus

By
akurasi 2019
Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Ditiadakan, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nataru
PeristiwaTrending

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Ditiadakan, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nataru

By
Wili Wili
FAST Jual 15% Saham Jagonya Ayam Indonesia ke Shankara Fortuna Nusantara Senilai Rp54,44 M
PeristiwaTrending

FAST Jual 15% Saham Jagonya Ayam Indonesia ke Shankara Fortuna Nusantara Senilai Rp54,44 M

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?