By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Gundah Gulana Pedagang Pasar yang Tetap Eksis di Tengah Wabah Covid-19
News

Gundah Gulana Pedagang Pasar yang Tetap Eksis di Tengah Wabah Covid-19

akurasi 2019
Last updated: April 3, 2020 8:18 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Pedagang pasar
Pasar Induk Sangatta tetap buka meski sepi pengunjung. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
Pedagang pasar
Pasar Induk Sangatta tetap buka meski sepi pengunjung. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Dilema kini dirasakan para pedagang pasar. Sebab virus korona yang mewabah hingga pelosok membuat mereka tak mampu berbuat banyak. Mereka memiliki 2 pilihan, diam di rumah namun tak berpenghasilan. Atau tetap eksis berjualan namun nyawa terancam.

Seperti yang dirasakan Triesni, pedagang Pasar Induk Sangatta. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia mengais pundi-pundi rupiah dengan berjualan daging ayam. Meski pandemi Covid-19 merebak, tak menyurutkan langkahnya tetap berdagang.

baca juga: Masjid Tak Gelar Jumatan Lagi, MUI Jelaskan Hukum Meninggalkan Salat Jumat 3 Kali

“Saya baru hari ini kembali berjualan. Kalau tidak jualan mau makan apa? Belum lagi kalau anak minta jajan,” ungkapnya, saat ditemui Akurasi.id, Jumat (3/4/20).

Sejak pemerintah menyatakan kewaspadaan terhadap virus corona pekan lalu, Triesni mengaku dirinya sempat libur berjualan. Namun karena terdesak dengan kebutuhan harian, ditambah tabungannya semakin menipis, dirinya nekat berjualan kembali.

“Di awal virus corona pedagang sepi dan ini mulai ramai lagi untuk memenuhi kebutuhan juga. Apalagi anak tidak sekolah, uang jajan tambah lagi,” kata Triesni.

Dikatakan Tries –sapaannya-, saat memulai awal berjualan kembali, tidak banyak dagangan daging ayam broiler dibawanya. Lantaran khawatir kondisi pasar masih sepi meskipun harga daging ayam turun.

“Ini bawa sedikit juga sepi pembeli. Padahal harganya turun dari Rp 32 ribu kini cuma Rp 28 ribu per kilogram,” imbuhnya.

pedagang pasar
Salah seorang pedagang bawang tetap membuka lapak di tengah wabah corona. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Senada, pria bernama Hakim, pedagang bawang keliling ini mengaku nekat berjualan meski takut akan bahayanya virus corona. Sebab, kata dia, pasar juga tidak ada yang tutup. Sehingga dirinya tetap berdagang.

“Ya takut. Tapi pasar semua buka jadi jualan tetap terus sebab jika tidak jualan juga bingung mau apa,” akunya.

Hakim mengatakan, sejauh ini sejumlah pasar di Sangatta yang dikelilinginya tidak ada yang tutup. Meski sepi pengunjung, pasar tetap buka seperti biasanya.

“Semua buka meskipun tidak seramai sebelumnya. Bawang juga tetap laku karena sehari juga habis 2 karung dan saya harap jangan sampai pasar tutup,” tambahnya.

Rudi yang kesehariannya menjajakan cilok dan bakso keliling di Sangatta ini pun mengaku sepi pembeli. Biasanya dia berjualan di sekitar sekolah. Namun sejak wabah corona, seluruh sekolah mulai jenjang TK sampai SMA banyak yang tutup.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Sekolah libur. Kalau hanya di rumah tambah repot. Jadi laku tak laku yang penting keluar jualan. Mau masuk gang susah. Tidak ada keramaian dan anak juga tidak keluar rumah jadi paling jualan ke sekitar pasar,” jelas Rudi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Zaini mengatakan meski dalam kondisi sulit akibat wabah corona pasar tetap buka. Pemerintah kabupaten (pemkab) juga tidak menyatakan kebijakan untuk menutup pasar.

“Pasar tetap buka. Cuma pedagang dan pembeli diimbau mentaati protokol keselamatan covid ini. Seperti jaga jarak, cuci tangan, dan lainnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:CoronaCovid-19EkonomiPedagang Pasar
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Napi Kendalikan Bisnis Sabu 126 Kilogram, Lapas Bontang Sebut Kecolongan
News

Napi Kendalikan Bisnis Sabu 126 Kilogram, Lapas Bontang Sebut Kecolongan

By
Devi Nila Sari
Warga Syok Lihat Detik-Detik Pria Mutilasi Korban di Cibalong Garut, Awalnya Dikira Lagi Motong Ayam
HeadlineHukum & Kriminal

Warga Syok Lihat Detik-Detik Pria Mutilasi Korban di Cibalong Garut, Awalnya Dikira Lagi Motong Ayam

By
Wili Wili
Penerbangan SQ321 Singapore Airlines mengalami turbulensi parah yang mengharuskan pesawat untuk melakukan pendaratan darurat
HeadlinePeristiwa

Tragedi di Udara: Penumpang Meninggal Dalam Turbulensi Parah Pada Penerbangan Singapore Airlines

By
Wili Wili
Harga Sayur Turun, Cabai Meroket
News

Harga Sayur Turun, Cabai Meroket

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?