By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Fenomena Air Bangai di Sungai Mahakam, Ribuan Ikan dan Udang Mabuk Diburu Warga di Tepi Sungai
Trending

Fenomena Air Bangai di Sungai Mahakam, Ribuan Ikan dan Udang Mabuk Diburu Warga di Tepi Sungai

Devi Nila Sari
Last updated: Juli 9, 2021 1:47 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Fenomena Air Bangai di Sungai Mahakam, Ribuan Ikan dan Udang Mabuk Diburu Warga di Tepi Sungai
SHARE
Fenomena Air Bangai di Sungai Mahakam, Ribuan Ikan dan Udang Mabuk Diburu Warga di Tepi Sungai
Warga Samarinda menunjukan ikan hasil tangkapan mereka di Sungai Mahakam. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Fenomena Air Bangai di Sungai Mahakam, Ribuan Ikan dan Udang Mabuk Diburu Warga di Tepi Sungai. Warga Samarinda yang mengetahui fenomena perubahan air di Sungai Mahakam itu, lantas berbondong-bondong memburu ikan dan udang yang ada di sepanjang tepi Sungai Mahakam.

Akurasi.id, Samarinda – Fenomena alam berupa surutnya air sungai yang terjadi di perairan Sungai Mahakam atau biasa disebut air bangai, dimanfaatkan puluhan warga untuk menangkap ikan dan udang galah dengan hanya bermodalkan tanggukkan (jaring).

Kondisi itu pun lantas dimanfaatkan masyarakat untuk berburu ikan dan udang di sepanjang Tepian Mahakam. Satu persatu warga menyerokan jaringannya ke bagian sela-sela tepi turap, untuk menangkap ikan atau udang yang hendak keluar sisi sungai.

Salah seorang warga Samarinda bernama Etoy (30) mengaku telah berhasil menangkap ikan dan udang sebanyak 8 kilo. “Dari subuh, jam dua sampai jam lima sudah dapat udang galah 5 kilo. Ini lanjut lagi dari jam satu siang sampai jam 3 sore, dapat ikan patin dan udang galah 8 kilo,” jelas Etoy saat temui di tepi Sungai Mahakam, Jalan RE Martadinata, Selasa (8/6/2021).

Etoy mengaku, dirinya mengetahui adanya fenomena air bangai dari media sosial. Mengetahui hal itu, ia pun mengajak rekan-rekannya untuk pergi menangkap ikan dan udang yang tengah mabuk di pinggir Sungai Mahakam, tepatnya di depan kantor Kegubernuran Kaltim. “Kapan lagi bisa tangkap ikan dan udang dengan mudah begini,” ucapnya.

Selain itu, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai Kaltim, Mislan mengatakan, terjadinya air bangai disebabkan adanya perpindahan air rawa ke sungai, dan biasanya terjadi setelah adanya banjir di wilayah hulu yang memiliki banyak daerah rawa-rawa atau dataran rendah.

“Saat air rawa itu ke sungai, gulma seperti enceg gondonk, pampai, dan rerumputan yang terbawa ke Sungai Mahakam, itu mengalami pembusukan dan mengakibatkan Dissolved Oxygen (DO) atau kadar oksigen di sungai berkurang dan menyebabkan ikan dan satwa lainnya mabuk hingga mati,” jelas Mislan.

[irp]

Fenomena Air Bangai di Sungai Mahakam, Ribuan Ikan dan Udang Mabuk Diburu Warga di Tepi Sungai
Warga berbondong-bondong menangkap ikan di tepi Sungai Mahakam. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Selain diakibatkan air rawa yang masuk, biasanya air bangai juga bisa disebabkan perubahan temperatur air yang drastis, yang diakibatkan oleh suhu udara yang panas cukup lama dan dilanjutkan dengan hujan lebat yang cukup lama. Karena kedalaman air meningkat, maka akan membuat tumbuh-tumbuhan berukuran rendah yang berada di tepian sungai tenggelam dan mati, selanjutnya terjadi pembusukan.

“Mestinya DO yang dibutuhkan ikan sungai yang ada di tepi Mahakam maksimal 4, contohnya ikan mas, patin, dan udang galah, itu sebabnya hanya ikan itu saja yang mabuk, karena ikan tersebut membutuhkan DO di atas 4,” ungkapnya.

“Berbanding terbalik dengan ikan-ikan yang hidup di rawa, seperti ikan lele, tomang, dan haruan yang bisa bertahan walaupun kadar DO-nya di bawah 4,” tambahnya.

[irp]

Sampai kapan air bangai berakhir, Mislan menyebut tidak dapat memastikan. Sebab air bangai dapat hilang jika pencampuran air rawa dan sungai ini terbawa ke laut. “Ya, tunggu sampai terbuang ke laut, atau hujan turun, karena pengaruh air hujan dapat meningkatkan kadar oksigen di sungai,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Berburu Ikan Sungai MahakamFenomena Air BangaiIkan Udang MabukRibuan Ikan BermunculanSungai MahakamWarga Berburu Ikan
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: dari Tradisi hingga Hari Besar Umat Islam

Akurasi.id - Setiap bulan Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia memperingati…

Kualitas Udara Memburuk, Malaysia dan Brunei Bawa Kasus Kabut Asap ke ASEAN

Akurasi.id, Jakarta - Kabut asap lintas batas kembali menjadi sorotan utama di…

Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla

Akurasi.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan pada Sabtu (22/08/2026)…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Terpeleset Sungai Mahakam
News

Angker!!! Terpelesat di Atas Kapal, Remaja Gunung Lingai Hilang Ditelan Sungai Mahakam

By
akurasi 2019
Pertemuan Surya Paloh dan Jokowi: Lahirnya Beragam Interpretasi di Panggung Politik Indonesia
HeadlineTrending

Pertemuan Surya Paloh dan Jokowi: Lahirnya Beragam Interpretasi di Panggung Politik Indonesia

By
akurasi 2019
Demi Padamkan Rumah Mantan Lurah yang Terbakar, Mobil Pemadam Samarinda Seruduk Rumah Warga
Trending

Demi Padamkan Rumah Mantan Lurah yang Terbakar, Mobil Pemadam Samarinda Seruduk Rumah Warga

By
Devi Nila Sari
Warga Samarinda Gantung Diri, Tulis Pesan di Dinding Rumah
Trending

Warga Samarinda Gantung Diri, Tulis Pesan di Dinding Rumah

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?