By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Hukum & Kriminal > Egianus Kogoya Diduga Terima Suap, TPNPB-OPM Tak Lagi Percaya Dalam Kasus Pembebasan Pilot Susi Air
Hukum & KriminalTrending

Egianus Kogoya Diduga Terima Suap, TPNPB-OPM Tak Lagi Percaya Dalam Kasus Pembebasan Pilot Susi Air

Wili Wili
Last updated: September 23, 2024 1:49 pm
By
Wili Wili
Share
2 Min Read
Egianus Kogoya Diduga Terima Suap, TPNPB-OPM Tak Lagi Percaya Dalam Kasus Pembebasan Pilot Susi Air
Egianus Kogoya Diduga Terima Suap, TPNPB-OPM Tak Lagi Percaya Dalam Kasus Pembebasan Pilot Susi Air. Foto: Tempo.
SHARE

Akurasi.id – Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengumumkan ketidakpercayaan mereka terhadap Egianus Kogoya, salah satu pimpinan sayap militer mereka, setelah pembebasan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, dilakukan tidak sesuai dengan proposal kesepakatan. Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan bahwa pembebasan Philip yang dilakukan oleh Kogoya dan kelompoknya dianggap keluar dari rencana yang telah disusun pada 17 September 2024.

Menurut Sebby, proposal tersebut merupakan hasil kesepakatan antara markas pusat TPNPB-OPM dan Kogoya. Namun, Kogoya justru memilih cara lain dan diduga menerima suap dari pemerintah Indonesia dalam proses pembebasan Philip. Sambom menyebut tindakan Kogoya sebagai “kekeliruan besar” karena menyerahkan Philip kepada Penjabat Bupati Nduga, Edison Gwijangge, yang kemudian menyerahkannya kepada TNI-Polri.

“Kami TPNPB Komando Markas Pusat tidak akan percaya lagi kepada Egianus Kogoya dan kelompoknya,” ujar Sebby dalam pesan tertulis kepada media, Senin, 23 September 2024. Sebby juga menambahkan bahwa TPNPB-OPM awalnya memiliki itikad baik dengan menyusun proposal pembebasan, namun Kogoya dinilai tidak menjalankan kesepakatan tersebut.

Menanggapi tuduhan ini, Letnan Jenderal Bambang Trisnohadi, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), membantah keras adanya suap dalam pembebasan pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru tersebut. “Enggak ada (suap),” tegas Bambang saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 21 September 2024. Ia juga menegaskan bahwa pihak TNI-Polri tidak pernah berkompromi dengan kelompok separatis seperti OPM dalam menjalankan misi tersebut.

Mayor Jenderal Hariyanto, Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI), turut membantah adanya suap dalam proses pembebasan Philip. Menurutnya, pembebasan ini adalah hasil dari negosiasi panjang selama 19 bulan dengan pendekatan damai dan penuh kesabaran. “Inilah hasil jalan panjang 19 bulan sandera, akhirnya bisa dibebaskan,” kata Hariyanto.

Sebelumnya, Sebby Sambom bersama Kasum TPNPB-OPM Terryanus Satto menandatangani proposal pembebasan Philip pada 17 September 2024. Namun, adanya dugaan bahwa Kogoya menerima suap dan melakukan pembebasan di luar rencana, membuat markas pusat TPNPB-OPM tidak lagi mempercayai Kogoya dan kelompoknya.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:berita terkiniDugaan SuapEgianus Kogoyakonflik Papuaorganisasi separatisPapuapembebasan pilot Susi AirPhilip Mark MehrtensTNI/PolriTPNPB OPM
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Mahfud MD: Pemerintah Tetap Fokus Siapkan Pelaksanaan Pemilu 2024
HeadlineTrending

Mahfud MD: Pemerintah Tetap Fokus Siapkan Pelaksanaan Pemilu 2024

By
akurasi 2019
Rumah Sakit Kian Terbatas Paksa Warga Bontang Isoman, Pemerintah Pasang Stiker Permudah Pengawasan
Trending

Rumah Sakit Kian Terbatas Paksa Warga Bontang Isoman, Pemerintah Pasang Stiker Permudah Pengawasan

By
Redaksi Akurasi.id
pasar tradisional bontang
Trending

Cegah Corona, Pasar Tradisional di Bontang Ditutup, Diskop-UKMP: Itu Tidak Benar

By
akurasi 2019
l: Kisah Inspiratif Mak Sombret: Berkat Kebaikan, Kini Menjalankan Umrah dan Rumah Direnovasi
PeristiwaTrending

Kisah Inspiratif Mak Sombret: Berkat Kebaikan, Kini Menjalankan Umrah dan Rumah Direnovasi

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?