By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Pariwara > Dosen STTI Bontang Sukses Daur Ulang Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak
Pariwara

Dosen STTI Bontang Sukses Daur Ulang Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak

akurasi 2019
Last updated: September 27, 2019 8:17 pm
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
Irhamni Nuhardin dan Irianto menunjukan alat pengolahan limbah plastik yang berhasil mereka ciptakan untuk menghasilkan bahan bakar minyak. (Hermawan/Akurasi.id)
SHARE
Irhamni Nuhardin dan Ahmad Yani menunjukan alat pengolahan limbah plastik yang berhasil mereka ciptakan untuk menghasilkan bahan bakar minyak. (Hermawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Ketika orang lain melihat sampah sebagai sesuatu yang tidak lagi memiliki nilai ekonomi. Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTI) Bontang justru melihat sebaliknya. Sampah ketika dikelola secara baik dan benar, maka dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kampus yang berada di bawah atap Yayasan Pendidikan Islam (Yabis) Bontang itu, sukses mengubah limbah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Hasil inovasi mereka bahkan sudah diusulkan pada lomba yang diadakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang pada Oktober mendatang.

Ahmad Yani, Irhamni Nuhardin, Fitria, Ratnawati, dan Irianto, adalah empat nama di balik inovasi tersebut. Hanya bermodalkan kompor gas, tabung freon, selang, dan tabung biskuit, keempat dosen STTI Bontang itu sukses menghasilkan BBM dari limbah sampah plastik.

Irhamni Nuhardin mengatakan, hasil penelitian pengolahan limbah sampah plastik menjadi BBM telah diikutkan pada Lomba Inovasi, Penelitian dan Teknologi Tepat Guna (SI PEENA) Kota Bontang 2019. Pada lomba tahun ini, Pemkot Bontang mengusung inovasi tema pengembangan teknologi berwawasan lingkungan.

“Pada lomba kali ini, kami mengajukan empat hasil penelitian. Salah satunya pengolahan limbah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak,” kata dia.

Tiga hasil penelitian lain yang diajukan STTI Bontang yakni desalinasi air laut menggunakan energi matahari sebagai sumber air tawar masyarakat kepulauan Kota Bontang, pemanfaatan limbah organik untuk produksi bahan bakar gas dengan penambahan effective microorgabism-4, dan rancang bangun sistem distilasi air laut menggunakan energi surya dengan metode desalinasi single stage flash.

“Semua usulan hasil penelitian itu sudah masuk SI PEENA 2019. Dan semuanya berwawasan lingkungan,” ungkap perempuan berkerundung tersebut.

Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan merujuk Peraturan Wali Kota (Perwali) Bontang nomor 30 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Produk Plastik Sekali Pakai. Melalui pengembangan teknologi itu, diharapkan volume sampah di Bontang dapat ditekan setiap tahunnya.

“Kami ingin mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomi di masyarakat,” ucapnya.

Untuk diketahui, volume sampah di Kota Bontang setiap tahunnya terbilang cukup tinggi. Dalam sehari saja, jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai 90 ton. “Sekitar 20 ton di antaranya adalah sampah plastik,” terangnya.

Selama ini, sampah plastik di Bontang hanya dicacah dan dikirim ke Pulau Jawa. Padahal jika dikelola secara baik dan benar, sampah-sampah itu dapat dimanfaatkan sehingga memberikan nilai ekonomi yang cukup tinggi.

“Dari situ lah kami mencoba mengolah sendiri limbah sampah plastik di Kota Bontang,” katanya.

Manfaatkan Alat Bekas untuk Kelola Limbah Sampah

Alat pengolahan limbah sampah plastik saat dilakukan uji coba untuk menghasilkan bahan bakar minyak. (STTI Bontang for Akurasi.id)

Dosen dan tim penelitian STTI Bontang Ahmad Yani  menuturkan, sampai sejauh ini, hanya ada pengolahan limbah untuk gas metan di Bontang. Kata dia, jika limbah sampah plastik di Kota Taman –sebutan Bontang- dikelola sendiri dengan pengembangan teknologi, maka sampah dapat memberikan nilai ekonomi.

“Saat ini, harga bahan bakar minyak jenis premium dijual sekitar Rp 7 ribu per liternya. Kalau limbah sampah plastik kita kelola sendiri, maka harganya bisa kita tekan,” katanya.

Di sisi lain, masyarakat tidak perlu khawatir lagi menggunakan plastik. Sebab, limbah sampah itu sudah dapat dikelola menjadi BBM. Apalagi BBM yang dihasilkan bukan hanya premium, tetapi juga bisa berupa solar dan pertalite. “Selama ini kami hanya keterbatasan alat saja,” ujarnya.

Untuk mengolah sampah menjadi BBM, baik Irhamni, Ahmad Yani, dan ketiga rekannya, hanya memanfaatkan barang bekas yang dibeli di tempat loakan seperti tabung freon, kaleng biskuit, dan selang besi.

“Semua bahan itu kami beli sekitar Rp 350 ribu. Hasil uji coba yang kami lakukan, bahan bakar minyak yang dihasilkan ternyata bisa dipakai buat motor,” katanya.

Ahmad Yani berkeyakinan, jika alat pengolahan sampah dapat dimodifikasi lagi sedemikian mungkin, maka masyarakat Bontang dapat memanfaatnya secara baik dan aman. Sekarang tinggal bagaimana dukungan pendanaan dari stakeholder terkait.

“Apabila alat yang sederhana ini ada di setiap kelurahan dan RT, maka akan ada banyak sampah yang bisa dikurangi,” ucapnya.

Satu Kilogram Sampah Menghasilkan 350 Mililiter BBM

Pemanfaatan teknologi yang dibuat Irhamni dan kawan-kawannya terbilang cukup sederhana. Limbah sampah plastik yang telah dicacah dimasukkan ke tabung freon yang dipanaskan di atas kompor gas. Hasil pembakaran kemudian dialirkan melalui sebuah selang besi yang didinginkan di dalam kaleng biskuit. Setelah itu, minyak dari olahan itu ditampung menggunakan toples.

Ahmad Yani menerangkan, idealnya untuk pengolahan sampah plastik satu kilogram dapat menghasilkan BBM satu liter. Namun karena masih terbatasnya alat, maka satu kilogram sampah baru mampu menghasilkan 350 mililiter BBM.

“Saat pengujiannya, masih perlu dilakukan penyempurnaan. Nantinya, sisa hasil pembakaran dapat dimanfaatkan untuk paping blok,” katanya.

Irhamni menceritakan, pengolahan limbah sampah sudah pernah dia pelajari saat mendalami ilmu teknik kimia, khususnya tentang konversi energi. Kata dia, pada prinsipnya, energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya, tetapi energi tidak dapat dimusnahkan (dihancurkan).

“Sampah plastik itu dibuat dari bahan minyak. Sekarang bagaimana mengembalikannya ke pengolahan minyak lagi,” katanya. (*)

Penulis: Hermawan
Eeditor: Yusuf Arafah

TAGGED:Pengolahan Limbah PlastikSTTIBYayasan Yabis Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar
  • Eddy Purnomo berkata:
    September 27, 2019 pukul 10:20 pm

    Hanya Satu Kata : LUAR BIASA PAK YANI bersama TIM dari ke Empat Proposal masuk Nominasi INOVASI & PENELITIAN dlm LOMBA SI PENA 2019.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Eddy Purnomo Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pemkab Tanah Bumbu Galakkan Program BPJS Ketenagakerjaan, 1 Desa 100 Pekerja Rentan
HeadlinePariwaraRagam

Pemkab Tanah Bumbu Galakkan Program BPJS Ketenagakerjaan, 1 Desa 100 Pekerja Rentan

By
akurasi 2019
Pariwara

Dua Siswa SMA Yabis Wakili Bontang di Perlombaan PAI Tingkat Nasional

By
akurasi 2019
BPR Bontang Sejahtera Ajak Warga Menabung di Program Tabungan Rencana Sejahtera
Pariwara

BPR Bontang Sejahtera Ajak Warga Menabung di Program Tabungan Rencana Sejahtera

By
Devi Nila Sari
Diluncurkan 2019, Program Klinik WPM Dispora Kukar Sudah Diikuti 1.000 Lebih Pelaku Usaha
InfografisPariwara

Diluncurkan 2019, Program Klinik WPM Dispora Kukar Sudah Diikuti 1.000 Lebih Pelaku Usaha

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?