By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Dinasti Politik di Daerah, Rahasia Umum yang Jadi Konsekuensi Demokrasi
Kabar Politik

Dinasti Politik di Daerah, Rahasia Umum yang Jadi Konsekuensi Demokrasi

akurasi 2019
Last updated: Oktober 11, 2019 9:29 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Dinasti politik di daerah sudah menjadi rahasia umum dan sebuah kelumrahan. (Ilustrasi)
SHARE
Dinasti Politik di Daerah
Dinasti politik di daerah sudah menjadi rahasia umum dan sebuah kelumrahan. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Samarinda – Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur Sonny Sudiar mengatakan dinasti politik dalam sistem demokrasi terbentuk dengan sendirinya.

Itu terjadi baik secara langsung maupun tidak, ketika salah satu hubungan keluarga yang memiliki jabatan penting baik di eksekutif maupun di legislatif mampu menyeret hubungan keluarga yang lain.

Baca Juga: Istri Jadi Ketua Dewan, Bupati Kutim Ismu Anggap (Dinasti Politik) Bukan Hal Baru

“Ini sudah jadi rahasia umum,” ujar Sonny.

Fenomena ini seperti di Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur dan beberapa daerah lain di Indonesia, Sulawesi, Maluku, Banten dan lainnya.

“Polanya sama. Saat ada keluarga duduk sebagai bupati atau gubernur, hubungan keluarga dari istri atau suami, anak, keponakan, hingga hubungan darah lain akan berkecimpung di dunia yang sama,” ungkap Sonny.

Hal itu tak bisa dihindari dalam sistem demokrasi karena setiap warga negara memiliki hak yang sama.

Ia mencontohkan yang terjadi di Bontang. Awalnya, Sofyan Hasdam suami wali kota saat ini Neni Moerniaeni pernah memimpin Bontang dua periode atau 10 tahun sejak 1999.

Setelah itu diikuti sang istri hingga menjadi wali kota pada 2015 setelah sebelumnya sempat jadi ketua DPRD Bontang. Kini anaknya pun mengikuti jejak yang sama.

Tak hanya di Bontang, fenomena yang sama terjadi di Kutai Timur. Bupati dijabat Ismunandar dan sang istri menjabat sebagai ketua DPRD Kutim, Encek UR Firgasih. Pun beberapa keluarga lain yang duduk di legislatif.

Di Samarinda, Puji Setyowati, istri wali kota Samarinda Syaharie Jaang terpilih pada Pileg 2019 lalu dengan suara terbanyak dan kini jadi anggota DPRD Kaltim.

Belum lagi, anggota atau ketua DPRD lain kabupaten dan kota di Kaltim juga memiliki hubungan keluarga duduk sebagai legislator karena hubungan keluarga suami, istri, anak, keponakan dan lainnya.

Seperti keluarga Mas’ud atau Mas’ud bersaudara. Pada Pileg 2019, kakak beradik Hasan Mas’ud dan Rudi Mas’ud maju sebagai DPRD Kaltim dan DPR RI. Kedua-duanya lolos.

Sebelumnya dua keluarga Masud lainnya, Rahmad Mas’ud sudah lebih dahulu terpilih sebagai wakil wali kota Balikpapan mendampingi Rizal Effendi.

Sementaranya, adiknya Abdul Gafur Mas’ud menjadi Bupati Penajam Paser Utara (PPU). Para keluarga Mas’ud ini terkenal sebagai pengusaha minyak di Kaltim. Fenomena yang terjadi di Kaltim tak jauh berbeda dengan di wilayah lain.

Kenapa itu terjadi, kata Sonny karena di masyarakat ada pola pikir yang terbentuk terhadap orang yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat adalah orang yang memiliki kemampuan finansial, kualitas yang mumpuni hingga keunggulan-keunggulan lainnya.

“Padahal belum tentu,” katanya.

Karena itu pula yang membuat para keluarga pejabat ini terpilih dan memimpin jabatan politik. Dari sinilah lahir dinasti politik.

“Tapi inilah konsekuensi dari demokrasi kita,” sambung Sonny.

Untuk itu, kata dia masyarakat perlu memahami secara baik. Masyarakat perlu kritis atas setiap persoalan yang berkembang sehingga tidak terjebak dalam janji manis politik.

“Masyarakat harus menguatkan fungsi kontrol, termasuk media,” ungkap Sonny.

Tapi, terlepas dari semua itu, Sonny berharap jabatan yang dipegang oleh siapa pun baik di eksekutif maupun di legislatif harus dijalankan secara profesional. “Harus melepas semua hubungan keluarga karena mereka telah dipilih rakyat,” tutup dia. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:DemokrasiPolitik Dinasti
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

BGN Tegaskan Anggaran MBG Tak Ganggu Pendidikan dan Kesehatan
HeadlineKabar Politik

BGN Tegaskan Anggaran MBG Tak Ganggu Pendidikan dan Kesehatan

By
Wili Wili
Gibran Rakabuming dan Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno, Teguhkan Semangat Nasionalisme di Bulan Bung Karno
HeadlineKabar Politik

Gibran Rakabuming dan Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno, Teguhkan Semangat Nasionalisme di Bulan Bung Karno

By
Wili Wili
Pertimbangkan Protokol Kesehatan, Debat Pamungkas Pilkada Bontang Dialihkan di Samarinda
Kabar Politik

Pertimbangkan Protokol Kesehatan, Debat Pamungkas Pilkada Bontang Dialihkan di Samarinda

By
akurasi 2019
mahyunadi kinsu
Kabar PolitikNews

Temukan Chemistry, Mahyunadi-Kinsu Dipastikan Berpasangan saat Pilkada Kutim

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?