By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Sering Dimarahi Ortu jadi Alasan Remaja di Makassar Ingin Jual Organ Tubuh
HeadlineHukum & KriminalNews

Sering Dimarahi Ortu jadi Alasan Remaja di Makassar Ingin Jual Organ Tubuh

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 13, 2023 4:00 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Ingin Cepat Kaya dan Dimarahi Ortu jadi Alasan Remaja di Makassar Ingin Jual Organ Tubuh
Pelaku AD (17) dan MF (14) tega menghabisi bocah 11 tahun karena ingin jual organ. (Ilustrasi)
SHARE

Remaja di Makassar yang merupakan pelaku pembunuhan bocah 11 tahun mengaku ingin jual organ karena ingin cepat kaya. Sebab, kerap dimarahi ortu karena faktor ekonomi.

Akurasi.id, Makassar – Peristiwa pembunuhan terhadap bocah 11 tahun dengan inisial MFS di Makassar, Sulawesi Selatan, mengejutkan semua pihak. Tidak hanya pelakunya yang masih terbilang remaja. Alasan dibalik pembunuhan itupun membuat khalayak terkejut.

Pelaku utama, AD (17) mengaku, pembunuhan itu ia lakukan dengan alasan ingin jual organ cepat kaya. Adapun, faktor ekonomi keluarga yang kurang mencukupi menjadi faktor mendorong keinginannya tersebut.

Ia mengaku, orangtuanya kerap marah karena faktor ekonomi. Oleh karena itu, ia ingin menjual organ agar bisa membelikan orangtuanya rumah. Sebab, mendengar kalau harga organ tubuh cukup mahal.

“Uangnya mau kasih orang tua, karena setiap hari (marah)” ujar AD sebagaimana melansir detiksulsel, Jumat (13/1/2023).

AD mengakui, ide untuk menjual organ berawal dari tontonan youtube. Setelah itu, ia beralih ke website untuk memperoleh lebih banyak informasi. Situs jual beli tersebut ia dapatkan dari mesin pencari Rusia, Yandex.

“(Ide jual organ) dari YouTube muncul website. Ide itu muncul sekitar Maret 2022,” katanya.

Di dalam salah satu website yang ia kunjungi, AD mengaku melihat penawaran pembelian organ manusia yang dipatok dengan harga tinggi. Mendapai 80 dollar atau Rp1,2 miliar.  AD mulai berpikir untuk menjual organ. Adapun, yang ingin ia jual seperti ginjal, paru-paru, dan beberapa organ lain.

“Melihat kayak misal satu (harga) organ, banyak hasilnya,” ucapnya.

Usai Membunuh Korban, Pelaku Bingung Jual Organ Kemana

Hal tersebutlah yang mendasari pelaku melancarkan niat tersebut kepada korban.  AR mengajak temannya, pelaku kedua MF (14) untuk menghabisi korban.

Sebelumnya, pelaku memancing korban untuk bebersih di rumahnya dengan iming-iming uang Rp50 ribu.

Setelah itu, karena tak kunjung mendapat balasan surat elektronik dari penawar pembeli. Kemudian, bingung cara memperoleh organ korban. Kedua pelaku akhirnya membuang jenazah MFS ke kolong jembatan, Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-Nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros, Minggu (8/1/2023).

Sampai akhirnya polisi menemukan korban dalam keadaan tak bernyawa dan terbungkus plastik sampah dengan kedua tangan dan kaki terikat. (*)

Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:MakassarPembunuhan di MakassarPemuda Jual OrganRemaja di Makassar
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Napi Kendalikan Bisnis Sabu 126 Kilogram, Lapas Bontang Sebut Kecolongan
News

Napi Kendalikan Bisnis Sabu 126 Kilogram, Lapas Bontang Sebut Kecolongan

By
Devi Nila Sari
Bus Wisata Tabrak Tebing di Bantul, 13 Korban Meninggal
HeadlinePeristiwa

Bus Wisata Tabrak Tebing di Bantul, 13 Korban Meninggal

By
akurasi 2019
Lisa Mariana Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Video Asusila
PeristiwaTrending

Lisa Mariana Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Video Asusila

By
Wili Wili
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Batalkan 10 Penerbangan, Hujan Abu Ancam Warga Flores Timur
PeristiwaTrending

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Batalkan 10 Penerbangan, Hujan Abu Ancam Warga Flores Timur

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?