By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Dianggap Biang Longsor, Warga Jalan Damai Tutup Paksa Pembangunan Perumahan Sungai Dama
Trending

Dianggap Biang Longsor, Warga Jalan Damai Tutup Paksa Pembangunan Perumahan Sungai Dama

akurasi 2019
Last updated: Juni 16, 2020 8:21 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
pembangunan perumahan sungai dama
Warga memasang sepanduk penutupan pembangunan Perumahan Sungai Dama Residence imbas dari tanah longsor menimpa rumah mereka. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
pembangunan perumahan sungai dama
Warga memasang sepanduk penutupan pembangunan Perumahan Sungai Dama Residence imbas dari tanah longsor menimpa rumah mereka. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Lantaran dianggap menjadi biang terjadinya tanah longsor, warga yang bermukim di Jalan Damai, Gang Intifadah, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, memutuskan menutup paksa pembangunan Perumahan Sungai Dama Residence yang berada di kawasan tersebut, Selasa (16/6/20).

baca juga: Tanah Longsor di Kelurahan Sidodamai Nyaris Menenggelamkan 3 Rumah Warga

Hal tersebut bentuk dari kekecewaan warga akibat musibah tanah longsor yang mendera kawasan tersebut, Senin (15/6/20). Selain itu, akibat tanah longsor, jalan penghubung warga yang berada dalam Gang Intifadah terputus, sehingga warga membuat jalan alternatif sebagai solusi sementara.

Lurah Sidodamai, Surayjin menyampaikan, dari data yang dia terima terdapat 2 RT di Kelurahan Sidodamai yang menjadi korban terdampak longsor tersebut. Dengan jumlah terdampak sebanyak 12 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 41 orang.

“Ada 7 rumah yang terdampak, sementara 3 rumah lainnya mengalami kemiringan, hinga retak,” sebut Surayjin, Selasa (16/6/20).

Surayjin membeberkan, sebenarnya kelurahan telah melakukan mediasi kepada pihak pengembang untuk mengatasi permasalahan itu. Dalam kesempatan itu, pihak pengembang pada prinsipnya tetap konsisten menindaklanjuti masalah tersebut.

“Tetapi warga juga geram dalam arti jangan hanya omongan saja, perlu ada aksi di lapangan. Makanya tadi warga langsung menyambangi lokasi perumahan untuk menutup sementara aktivitasnya,” ungkapnya.

Menurut Surayjin, warga dilingkungan tersebut sebenarnya tidak memiliki niat buruk untuk menghentikan aktivitas pembangunan perumahan untuk selamanya, tetapi hanya bersifat sementara sampai pihak pengembang fokus menyelesaikan masalah tanah longsor yang menerpa pemukiman warga sekitar perumahan.

“Bukan berarti menolak segala kegiatan perumahan. Tetapi warga ingin pengembang fokus pada musibah tanah longsor di Gang Intifadah. Kalau sudah selesai silahkan dilanjutkan,” tegasnya.

Selain melakukan mediasi dengan pihak pengembang, dirinya juga telah melakukan survei lapangan bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, guna melaksanakan kajian risiko. Hasilnya, tanah longsor tersebut akan semakin berbahaya kalau tidak segera ditindaklanjuti.

Menyikapi hal itu, Surayjin memanggil dua pengembang perumahan yakni Villa Damai dan Sungai Dama Residence, agar mau bertanggung jawab untuk menanggulangi masalah longsor ini bersama.

“Jadi kami ingin agar mereka berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan ini, jangan justru saling menyalahkan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Penanggung Jawab Perumahan Sungai Dama Residence, M Arif Rohman mengatakan, longsor serupa juga pernah terjadi pada Januari lalu. Pada saat itu, tanggul yang dibuat pihaknya jebol sehingga menyebabkan longsor.

“Itu sudah kami tanggulangi dan tanahnya sebanyak 500 ret kami buang ke lahan kami. Tetapi pelaksanaannya tidak maksimal karena saat itu terus terjadi hujan,” imbuh Arif, Selasa (16/6/20).

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Rahmat Samudera Alam ini menerangkan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan kajian sejak 2019 lalu. Kemudian terjadi musibah tanah longsor pada Januari lalu. Setelah diteliti ternyata teknik penurapannya yang kurang tepat.

“Inikan sifatnya tanah gerak, harusnya dibuatkan jalan akhir. Kami akan buat turap tapi akan berbeda bentuknya, jadi kami akan mengeluarkan batu bronjong terlebih dahulu sehingga air bisa keluar,” sebutnya.

Disinggung mengenai penutupan yang dilakukan warga, lanjut Arif, pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut, mengingat warga sangat dirugikan akibat musibah longsor ini. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Biang LongsorDitutup PaksaPerumahan Sungai Damatanah longsor
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Gugatan Rp103,4 Triliun: Konflik Jusuf Hamka vs Hary Tanoe atas Transaksi NCD 1999
PeristiwaTrending

Gugatan Rp103,4 Triliun: Konflik Jusuf Hamka vs Hary Tanoe atas Transaksi NCD 1999

By
Wili Wili
5 Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Wajib Dibatasi Konsumsinya
KesehatanTrending

5 Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Wajib Dibatasi Konsumsinya

By
Wili Wili
Pindad Siap Produksi Massal Maung Garuda untuk Menteri dan Masyarakat Sipil
OtomotifTrending

Pindad Siap Produksi Massal Maung Garuda untuk Menteri dan Masyarakat Sipil

By
Wili Wili
Brigjen Junior Tumilaar Dicopot dari Jabatan Usai Surati Kapolri, Ngaku Tidak Menyesal
HeadlineTrending

Brigjen Junior Tumilaar Dicopot dari Jabatan Usai Surati Kapolri, Ngaku Tidak Menyesal

By
Redaksi Akurasi.id
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?